
Pada saat sebelum acara kelulusan di SMP-nya. Mereka berdua sedang membicarakan tentang masa depan mereka dan akademi yang akan mereka inginkan sambil berjalan menuju sekolah. Mereka terlihat senang karena mereka akan mendaftar di akademi yang sama nantinya.
“Hey, apa kamu sudah memutuskan untuk masuk akademi mana?” tanyanya Alicia.
“Hmm, kalau aku akan mendaftar di akademi milik kakekku. Kalau kamu, Alice?” Jawaban dari Reyoura yang sudah memutuskan untuk mendaftar di sana dan ia menanyakan hal yang sama kepada Alicia.
“Kalau aku, aku akan mendaftar di akademi Brookmount. Tapi, memangnnya akademi milik kakekmu apa namannya, Rey?” Alicia pun mendaftar di akademi yang dimana akademi tersebut adalah milik kakeknya Reyoura dan ia pun masih belum mengetahuinya.
“Kalau tidak salah nama akademinya itu Brookmount. Soalnya aku mendapatkan surat rekomendasi dari akademi itu. Jadi, aku akan masuk ke sana.” Katanya.
“Eh, hebat dong kamu bisa masuk ke sana tanpa ikut tes lagi.” Dengan bangganya Alicia kepada Reyoura yang mendapatkan surat itu.
“Ya begitulah.” Sambil memasang wajah senangnya.
Kemudian, mereka pun sampai di sekolah dan bertemu dengan Milady Rupert yang merupakan sepupunya seperti Deco, dan tunangannya Albert Kurst. Mereka menunggu Reyoura dan Alicia di aula sekolah. Lalu, dimulai upacara kelulusan mereka di aula tersebut. Lalu, setelah upacaranya selesai. Mereka duduk di bangku taman di sekolah dan membicarakan tentang impian mereka yang nantinya akan mereka wujudkan dimasa yang akan datang.
“Eh, Rey. kalau sudah dewasa nanti kamu mau jadi apa?” tanyanya karena penasaran dengan tujuan Reyoura.
“Aku sih cuma pengen menjadi seorang petualang.” Jawabnya dengan santai.
“Eh! Kenapa? Kan kamu kuat. Memangnya kamu tidak mau menjadi seorang prajurit seperti ayahmu?” sambil menatap mata Reyoura.
“Tidak. Lagipula, aku ingin sekali mengelilingi dunia yang luas ini.” Sempat terdiam karena ditatap seperti itu. Lalu, berjalan ke depan dan melebarkan kedua tangannya.
“Eeeh, kamu memang suka jalan-jalan yah.” Sambil mendekati Reyoura dan tersenyum.
Seketika, Reyoura terpana melihat wajahnya yang begitu cantik dengan senyumannya yang manis, membuatnya ingin terus berada di sisinya.
“Tentu saja. Oh ya, kalau kamu mau jadi apa jika dewasa?” ia melanjutkan pembicaraannya.
“Kalau aku ingin menjadi penyihir dan bergabung dengan divisi penyihir di istana kerajaan.” Katanya sambil mengharapkan impiannya itu menjadi kenyataan suatu hari nanti.
“Eeeh, begitu yah. Lagian, kamu juga hebat kalau soal sihir. Mungkin kamu akan lebih hebat lagi dimasa yang akan datang.” Sambil tersenyum.
Mendengar perkataannya tadi, Alicia merasa kalau dirinya kurang hebat, karena ia tidak bisa pergi dengan bebasnya seperti Reyoura yang bisa pergi kemanapun dengan bebas.
“Tidak juga. Justru kamu yang hebat. Bisa kemana saja sesukamu.” Sambil cemberut dan memalingkan wajahnya.
“Ya… tapi, tidak enak juga kalau cuma sendirian.” Ia menggaruk kepalanya meskipun kepalanya tidak gatal sama sekali.
__ADS_1
Tiba-tiba Alicia menyarankan dirinya untuk ikut dengannya. Karena Alicia merasa kalau ia harus menemaninya kemanapun meskipun harus pergi ke neraka sekalipun.
“Tidak apa. Kan ada aku… biar aku yang menemanimu. Hehehe.” Sambil tersipu malu dan wajahnya mulai memerah ketika ia berkata seperti tadi.
“Ah, kamu bisa saja. Tapi… benar juga, bagaimana kalau kamu ikut bersamaku berpetualang, bagaimana?” ia mengajak Alicia untuk ikut dengannya karena ia ingin selalu bersama dengannya.
“Baiklah aku ikut. Lagian, aku juga tidak ingin kamu merasa kesepian nantinya… Janji yah?” sempat percaya diri. Namun, ia kembali tersipu malu ketika ia melihat wajah Reyoura dan mengeluarkan jari kelingkingnya ke arah Reyoura.
“Janji.” Sambil menggerakan jarinya perlahan dan menggenggam jari kelingkingnya dengan jari kelingking dirinya.
Lalu, mereka berdua berjalan menuju ke tempat warteg yang sering mereka kunjungi untuk makan berdua di sana.
***
Beberapa jam kemudian, ada sekelompok iblis yang datang dan mengacaukan sekolah itu. Beberapa dari siswa yang sedang asik di sana menjadi korban dan dibawa ke rumah sakit. Namun, para iblis itu masih ingin mengacaukan sekolah itu. Kebetulan ada sekelompok pemburu iblis datang menolong mereka. Tetapi, mereka juga berhasil dikalahkan oleh para iblis itu.
Kemudian, mereka masih ingin menyerang siswa lainnya yang berlari entah kemana tujuannnya. Dan beberapa dari mereka juga berhasil dikalahkan oleh Milady dan Albert yang sedang membantu siswa lainnya melarikan diri.
Dan beberapa iblis tersebut mencoba untuk melawan Reyoura dan Alicia. Alhasil, Reyoura dan Alicia pun terdesak karena kurang persiapan dan kurangnya jumlah orang. Mereka berdua terluka dan kehabisan tenaga. Akan tetapi, mereka harus mencari celah agar bisa selamat dari iblis tersebut.
“Alice, kamu baik-baik aja?” katanya sambil mendekati Alicia.
“Aku juga baik-baik aja.” Jawabnya.
“Oh begitu ya. Nampaknya kita tidak bisa bertarung lebih lama di sini. Kita harus kabur dari sini.” Ujar Alicia ketika melihat keadaan mereka saat ini.
Mereka pun masih terdesak disana dan dikelilingi para iblis. Namun, mereka tidak mau menyerah begitu saja dan mengecoh para iblis dengan asap untuk kabur dari mereka. Lalu, mereka bersembunyi di suatu tempat dimana hanya mereka saja yang tahu tempat itu.
“Untuk sekarang kita aman dari mereka.” Sambil melihat keluar dari sela-sela jendela untuk memastikan keadaan.
“Ya. tapi, bagaimana langkah selanjutnya?” tanyanya.
“Aku tidak tahu. Kita tunggu disini sampai kondisinya aman. Yah.” Ia pun tidak mempunyai rencana lain sambil memegang kedua bahu Alicia untuk meyakinkannya.
“Baiklah.” Alicia yang merasa kalau tempat ini tidak aman untuk sekarang.
Beberapa jam kemudian, para iblis pun muncul di sekitar tempat persembunyian rahasia mereka.
“Sial, dimana mereka itu?!” kata salah satu iblis tersebut dengan kesal.
__ADS_1
Lalu, mereka melihat ada sebuah gedung tua dan mencurigainya. Mereka mengira adanya manusia yang bersembunyi disana. Jadi, mereka bersiap untuk memeriksanya terlebih dahulu. Namun, mereka tidak menemukan jejak manusia di sana.
Mereka juga sudah membakar gedung tua tersebut hingga menjadi abu. Dan ketika mereka hendak pergi, mereka melihat gedung tua lainnya di sana. Dan di salah satu gedung tua tersebut ada Reyoura dan Alicia yang sedang bersembunyi di sana.
“Sial, kenapa mereka bisa ada disini?!” geramnya sambil memukul dinding yang ada di sampingnya.
“Apa kita tidak bisa keluar dari sini?” Alicia yang mulai khawatir dengan keadaan mereka yang sekarang. Reyoura langsung menggangguk kepalanya.
“Oh begitu yah. Hei Rey, apakah kita akan selamat dari sini?” ucapnya.
“Tentu saja. Kita akan selamat dari sini.” Dengan yakinnya ia sambil memikirkan sesuatu untuk keluar dari sana.
“Benar. Baiklah.”
Dan mereka langsung menembakkan bola api ke gedung tua yang mereka berdua tempati. Mereka menembakkan bola api secara terus-menerus. Reyoura yang tengah memikirkan cara untuk kabur dari sana. Akan tetapi, ia tidak menemukan jalan untuk kabur di sana.
Gedung itu sangat tertutup hingga sinar matahari pun tidak bisa masuk ke dalam gedung itu. Bahkan, pintu menuju ruang bawah tanah pun tidak bisa dibuka sama sekali. Jadi, ini akan membuat mereka berdua terjebak di sana dan tidak bisa berbuat apa-apa selain mengharapkan bantuan untuk mereka berdua.
***
Puing-puing dari gedung tersebut mulai berjatuhan menimpa mereka berdua. Namun, mereka masih selamat dari gelombang pertama dari para iblis yang menyerang gedung itu dengan bola api.
Selanjutnya, di gelombang kedua para iblis meningkatkan kekuatan bola api mereka dan menyerang kembali gedung itu karena itu sebuah keharusan bagi mereka untuk mengacaukan dunia manusia. Maka dari itulah tujuan mereka hanya untuk memancing Reyoura dan Alicia yang tengah sembunyi di sana. Meskipun serangannya lebih kuat dari sebelumnya, Reyoura dan Alicia masih bisa bertahan karena mereka bersembunyi di bawah meja di gedung tersebut.
Namun di gelombang berikutnya, para iblis itu menembakkan bola api mereka secara bertubi-tubi dan mereka berdua pun mulai ketakutan saat melihat keluar dan kembali bersembunyi di sana. Akan tetapi, pada akhirnya mereka menemukan pintu untuk kabur di sana. Mereka langsung bergegas menuju pintu keluar mereka yang menjadi harapan mereka satu-satunya.
“Ah! Ketemu juga jalan keluarnya. Ayo kita pergi.” Ia melihat sebuah pintu yang cukup jauh dari tempat mereka berdua dan segera bergegas pergi ke sana.
“Dalam hitungan ketiga. Satu… dua… tiga!” sambil memegang tangan Alicia.
Mereka berdua pun langsung berlari menuju pintu keluar. Mereka terus berlari sambil menghindari puing-puing gedung tua. Meskipun mereka sempat tertimpa oleh puing-puing sedang. Namun, itu tidak cukup untuk menghentikan pergerakan mereka berdua. Namun, disaat-saat terakhir mereka mau keluar lewat pintu tersebut. Tiba-tiba pondasi gedung pun runtuh dan menimpa mereka berdua dibawah.
“Apa-apaan ini? Aku dimana?” ia terbaring dan membuka matanya untuk melihat di sekelilingnya.
“Kenapa… aku bisa terluka? Oh ya, aku ingat, kalau aku tertimpa reruntuhan gedung.” Sambil terbata-bata gaya bicaranya.
Mana dari tubuh Reyoura pun langsung menyembuhkan lukanya yang cukup parah. Dan mana yang ada di dalam tubuhnya adalah mana yang berbeda dari orang lain karena ini adalah mana istimewa. Meskipun prosesnya cukup lama, mananya tetap menyembuhkan lukanya secara perlahan. Reyoura yang merasa lukanya sudah sembuh langsung bangkit dan mencari Alicia. Lalu, ia menemukan Alicia yang terluka parah dan terpapar di sana dengan reruntuhan gedung. Ia mengalami luka yang cukup parah di bagian kepalanya. Reyoura yang melihatnya tadi langsung menghampiri Alicia dan menyingkirkan puing-puing yang menimpa tubuhnya.
***
__ADS_1