Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
3. Bertemu Sang Sepupu


__ADS_3

Mereka bertiga sedang melihat Reyoura yang sedang bicara dengan seseorang di depan gerbang sekolah. Nampaknya, ada suatu hal yang mereka bicarakan. Jadi, mereka bertiga ingin mengetahuinya lebih dalam tentang hubungan diantara Reyoura dan orang itu.


“Hoi, lihat sini.” Dengan nada bicaranya yang pelan, Rafael pun memanggil Bernard dan Gilardino.


“Ada apa sih memangnya? Jose.” Sambil mendekati si Rafael yang sedang melihat sesuatu.


“Pasti kau sedang memperlihatkan kami wanita seksi. Kalau memang benar, aku tidak mau melihatnya.” Bernard yang berpikir bahwa Rafael sedang mengintip seorang wanita dan tidak percaya dengan apa yang Rafael lihat disana. Namun, Rafael berkata demikian seolah-olah memang sedang melihat seseorang disana.


“Sudah jangan berisik. Cepat kesini.” Dengan cepat Rafael menarik mereka berdua ke tempat ia bersembunyi.


Tampaknya, keduanya sedang asik mengobrol. Tetapi, mereka bertiga yang sedang bersembunyi ingin mendengar pembicaraan Reyoura dan orang itu lebih dalam. Namun, saat itu juga di tempat yang cukup jauh dari tempat mereka bertiga sembunyi. Ada dua orang yang sedang mengintai Reyoura dan orang itu.


“Oi, apa kau tahu siapa orang itu?” Orang pertama itu nampaknya ingin mencari tahu siapa orang yang sedang berbicara dengan temannya.


“Kayanya itu adalah Reyoura. Iya, nama lengkapnya aku tidak tahu. Memangnya kenapa?” Orang kedua yang ternyata sudah mencari tahu tentang Reyoura. Namun, diantara kedua orang misterius itu tidak tahu hubungan diantara teman mereka yang berbicara dengan orang lain.


“Lalu, apa masalahnya? ‘Kan mereka hanya berbicara saja memangnya ada yang aneh apa?” lanjutnya orang kedua itu bicara dan menjelaskan mengapa mereka harus mengikuti temannya yang sedang berbicara dengan orang yang mereka tidak kenal.


“Ya, sebenarnya tidak ada sih.” Sambil termenung orang pertama pun menjawab pertanyaan temannya.


***


Sementara itu, Reyoura yang tengah bicara dengan seseorang yang membuat temannya yang tengah bersembunyi di suatu tempat, merasa penasaran dan ingin tahu tentang hubungan diantara Reyoura dan orang itu, dan inilah yang mereka bicarakan disana.


“Oi, Oura. Lama tidak berjumpa. Wahai sepupuku yang bod*h nan licik.” Orang yang menyapanya tadi merupakan sepupunya Reyoura, Deco Schneider. Dan ia merupakan anak yang lebih unggul sedikit kalau tentang sihir. Namun, kekuatan bertarungnya pun cukup seimbang dengan Reyoura. Bahkan, mereka sering kali melakukan pertarungan sengit dan berakhir dengan hasil imbang.


“Oh, Deco. nampaknya, kau masih sehat saat ini. Dan lagipula, siapa yang kau panggil bod*h dan licik? HAH!” Reyoura yang terlihat tenang lama-kelamaan menjadi emosi setelah dibilang seperti tadi oleh Deco.

__ADS_1


“Tentu saja, kamu lah! Siapa lagi!” sambil menunjuk ke arah Reyoura.


“Oh begitu yah. Oh…” Reyoura memalingkan wajahnya kepada Deco.


Mereka yang tengah bersembunyi mulai bertanya-tanya tentang apa yang mereka dengar tadi saat mereka berbicara dan mencari tahu tentang apa yang terjadi diantara mereka berdua saat ini. Kedua orang misterius pun mulai bingung dengan apa yang didengar tadi. Terlebih lagi, orang kedua yang terlihat masa bodo dengan hubungan Reyoura dan Deco, tiba-tiba mulai tertarik dengan mereka dan ingin tahu kelanjutannya dari pertemuan diantara mereka.


“Eh! Itu bukannya murid tahun kedua ya kalau tidak salah namanya adalah Deco Schneider.” Bernard yang mengenali wajah orang yang bersama Reyoura.


“Ya, itu benar. Dan aku masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar tadi.” Rafael nampaknya tidak percaya sama sekali dengan itu. Jadi, ia menganggap itu hanyalah kebohongan belaka.


Gilardino pun percaya bahwa Reyoura dan Deco itu adalah sepupu. Ia yang melihat mata dari kedua orang itu dan menyimpulkan kebenaran dari mereka berdua.


“Kau tahu dari mana memangnya?” Tanya dari Rafael karena masih belum percaya.


“Lihat saja tatapan mereka berdua, mereka benar-benar serius soal itu, telebih lagi mereka juga serius untuk saling membunuh.” Gilardino yang sedang mengamati semua gerak-gerik mereka dari atas hingga bawah dan mulai merasakan aura yang tidak biasa dari keduanya, auranya tersebut sangatlah kuat sehingga tubuh dari Gilardino tidak bisa bergerak akibat aura yang dikeluarkan oleh mereka berdua.


Sementara itu, mereka berdua yang terlihat misterius. Mulai tertarik untuk melihatnya karena ada suatu hal yang menarik diantara mereka.


“Ya, aku cukup terkejut ketika dia memanggil Reyoura itu sepupu. Aku kira dia tidak punya sepupu di sini.” Orang kedua yang mulai sedikit tertarik dengan hubungan mereka itu.


“Mungkin, kalau kita mendengar lebih banyak tentang mereka. Kita akan tahu hubungan diantara mereka yang sebenarnya. Dan ini sangat menarik untuk dipandang bagiku.” Dia terlihat senang saat melihat mereka berdua dan membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya diantara mereka.


“Ya, sepertinya.” Kata orang pertama.


***


Deco yang sudah mengacungkan payungnya kepada Reyoura, ingin menantangnya untuk bertarung. Reyoura pun menerima tantangannya dan mengeluarkan kedua payungnya dari kedua sarung payungnya. Disinilah kebenaran tentang mereka telah terbongkar. Dan masih ada satu kebenaran lagi yang akan terbongkar, yaitu mengenai Deco yang tidak bisa menggunakan mantra terbang karena kutukan yang diciptakan Reyoura beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


“Mari kita bertarung. Jika kau kalah, kau harus mencari cara untuk menghilangkan kutukan yang kau buat ini. Bagaimana?” dengan cepat ia menginginkan sebuah pertarungan dengan Reyoura dan memberikan syarat, jika dirinya menang dalam pertarungan tersebut.


“Eh! Mereka mau bertarung di sini. Tunggu sebentar, kutukan? Kutukan apa?!” Pikirnya Gilardino dalam hati sambil terkejut tentang kutukan yang dibuat oleh Reyoura. Itu membuatnya semakin bertanya-tanya dengan apa yang mereka bicarakan di sana.


Karena Bernard belum kenal lama dengan Reyoura, Bernard pun bertanya langsung kepada Gilardino karena ia sudah lama berteman dengannya dibanding mereka berdua yang ada di sebelahnya. “Oi, Dino. Apa kau tahu kutukan yang ia buat?” Bernard yang ingin mencari tahu tentang kutukan tersebut.


“Mana ku tahu, ini aja aku baru tahu kalau dia bisa membuat sebuah kutukan.” Jawaban yang tidak terduga dari Gilardino membuat Bernard dan Rafael merasa terkejut terhadap dirinya.


Disisi lain, orang kedua pun mulai mengetahui alasan mengapa ia tidak bisa menggunakan mantra terbang.


“Lagian, ini juga merupakan kesalahanmu. Oura. Gara-gara kau, aku jadi tidak bisa menggunakan mantra untuk terbang. Jadi, kau harus tanggung jawab.” Kesalnya Deco yang didengar oleh kedua temannya yang bersembunyi.


Karena tidak bisa menggunakan mantra terbang lagi untuk selamanya, ia meminta pertanggung jawaban kepada Reyoura karena ini merupakan suatu kesalahannya karena menggunakan mantra kutukan dengan gegabah.


Dan mereka sedikit terkejut karena selama ini Deco tidak menceritakan tentang kutukan itu kepada mereka dan selalu mencari alasan ketika ditanya soal simbol yang ada di tangan kirinya yang berwarna hitam dan bergambar sayap yang dicoret. “Eh! Apa, dia tidak bisa terbang karena terkena kutukan dari Oura. Jadi, ini alasan kenapa ia tidak bisa menggunakan mantra terbang?” batinnya si orang kedua mengenai hal tersebut.


“Hmmm, kalau kau kalah, bagaimana yah?” Reyoura berpikir jika Deco yang kalah akan seperti apa hukuman yang pantas untuknya.


Deco pun terdiam ketika Reyoura bertanya kepadanya, ia tidak berpikir kalau ia akan kalah jika melawannya, karena ia sudah sering bertarung Reyoura, jadi ia sudah tahu kelemahan Reyoura.


Meskipun begitu, tanpa ia bilang, Reyoura sedang mencari cara untuk menghilangkan kutukannya sendiri. “Dan untuk masalah kutukan itu, tanpa kau ingatkan juga aku tahu kok. Lagian, aku sedang mencari cara untuk menghilangkannya.” Lanjutnya Reyoura sambil beralasan tentang hal itu dan bersiap bertarung melawan Deco.


“Baguslah kalau ingat. Dan kalau aku kalah… Eh! Lagian, aku juga takkan kalah darimu.” Sempat berpikir hukuman apa yang pantas untuknya, namun ia tetap yakin kalau ia akan menang melawannya.


Karena ia tidak punya pilihan lagi untuk meladeni sepupunya tersebut dan harus berlama-lama disana, pada akhirnya Reyoura meminta Deco untuk mentraktir dirinya agar cepat selesai urusannya. “Ahhh, masih saja kamu seperti ini. Hadeuh. Baiklah akan aku terima itu. Tapi, kamu harus traktir aku selama seminggu ini. Bagaimana?” ujar Reyoura, dan Deco menerima tantangan tersebut.


“Tapi, sebelum itu. Kita harus pindah tempat dulu deh, daripada kita harus tanggung jawab untuk mengganti rugi karena ulah kita.” Deco memberi saran untuk pergi dari sana, dan memasukkan kembali payungnya ke sarung.

__ADS_1


“Ya, kau benar. Mari kita pergi ke tempat yang sepi.” Kata Reyoura dengan tersenyum tipis di wajahnya sambil membayangkan apa yang Deco katakan tadi, dan memasukkan kembali kedua payungnya ke dalam sarung.


***


__ADS_2