
Di pagi harinya, mereka tengah bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka. Tetapi,sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka, mereka pergi ke kota yang pernah dikunjungi oleh Reyoura kemarin.
Saat mereka sampai di depan gerbang kota Potion, Reyoura dan yang lainnya mengantri untuk bisa masuk ke sana. Karena kota itu adalah kota yang terkenal dengan obat-obatannya yang jarang ditemui di seluruh dunia.
Antriannya cukup panjang sehingga Reyoura dan yang lainnya harus menunggu sekitar beberapa jam. Namun, ada saja orang yang memancing keributan di depan gerbang masuk, sehingga mereka harus menunggu lebih lama lagi.
Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya mereka bisa memasuki kota Potion dengan membayar 3 koin iblis ke penjaga yang menemani mereka ke pusat kota. “Waah, benar apa yang kau bilang, Oura.” Kata Deco yang kebingungan melihat seisi kota yang dipenuhi dengan toko obat, bahkan ia pun tidak melihat toko lainnya selain toko tersebut.
“Bagaimana menurutmu? Terkejut?” Tanya Reyoura sambil mengedipkan satu matanya. “Ya, cuma dikit.” Jawabnya sambil melihat ke arah sebaliknya. Sebenarnya, tujuan mereka datang ke kota hanya untuk makan, setelah itu mereka langsung pergi ke kekaisaran iblis.
Namun, akan sangat merepotkan jika mereka berjalan-jalan tidak jelas. Pada akhirnya, mereka mencari seseorang agar mau memberi tahukan restoran di kota tersebut, dan mereka menemukan seseorang di pusat kota.
Mereka pun langsung menghampiri orang itu, ternyata dia adalah wanita yang ditemui Reyoura kemarin saat membeli obat dan potion. Wanita itu adalah penjual obat-obatan dari salah satu toko obat di kota tersebut, si wanita tersebut terkejut, melihat anak laki-laki yang menjadi pelanggan di tokonya kemarin.
“Ah, kamu.. kamu yang kemarin datang ke tokoku bukan?!” kata wanita tersebut sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah Reyoura, dan Reyoura hanya menanggapinya dengan anggukan kepala secara berulang-ullang.
Lalu, teman-temannya melirik Reyoura dengan tatapan cemburu. Terlebih lagi, Rafael yang dikenal penggoda perempuan juga merasa iri, sambil mengerutkan keningnya. “Eeeh, enak yah, yang lain sedang sibuk, dia malah kencan dengan gadis lain.” Gumam Rafael, yang disambung dengan anggukan kepala semua teman-temannya.
Reyoura yang sudah tidak tahan dengan omongan Rafael, akhirnya ia memukul kepalanya tersebut. Lalu, ia kembali bertanya kepada wanita tersebut. “Mbak, apa di sekitar sini ada tempat restoran yang bisa kami kunjungi?” Tanya Reyoura, karena tujuan mereka hanya ingin mengisi perut saja dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Kemudian, si wanita tersebut memberi tahukan jalan menuju restoran, dan restoran itu adalah satu-satunya restoran yang ada di kota Potion. Setelah wanita tersebut selesai menunjukkan arah ke restoran, ia pun pergi meninggalkan Reyoura dan yang lainnya, dan mereka juga pergi menuju restoran yang ditunjukkan si wanita tersebut.
Ketika mereka sampai di restoran yang ditunjukkan si wanita tersebut, mereka langsung memasukinya tanpa mengantri, karena di sana pengunjungnya hanya sedikit yang datang, bisa dibilang tidak terlalu popular di kota Potion, meskipun restoran ini hanya satu-satunya di kota ini.
Sejauh ini, tidak ada masalah di perjalanan mereka kali ini. Disaat pesanan mereka diletakkan di meja mereka, mereka langsung mengambil pisau dan garpu untuk makan. Namun, ada beberapa anak dari akademi di kota Potion datang menghampiri Reyoura dan teman-temannya saat sedang makan.
“Hei, kalian berasal dari akademi mana?” Tanya salah satu anak perempuan dengan wajah songongnya. Lalu, Reyoura menjawab. “Kami dari akademi Brookmount. Kalau kalian ini dari akademi mana?” sambil menatap si anak yang mengajaknya bicara. “Hah! Kau tidak tahu kami dari akademi mana? Baiklah, akan aku beritahu, kami dari akademi Fleynt. Akademi di kota ini.” Katanya.
__ADS_1
Reyoura pun memiringkan kepalanya dan berkata. “Eeeh, terus hubungannya dengan kami, apa?” Tanyanya. “Beraninya, kau mempermainkanku, akan kubuat kau dan semua temanmu menderita!” sambil mengarahkan sebuah pedang ke leher Reyoura, dan itu membuat Reyoura dan teman-temannya berhenti makan dan bersiap untuk bertarung.
Begitupun juga dengan teman si anak tersebut, mereka juga sudah bersiap untuk bertarung melawan teman-temannya dan juga Reyoura. Lalu, ada seorang pria tua, ia adalah pemilik Restoran tersebut, ia datang dan menengahi kedua kubu tersebut. “Tuan-tuan sekalian, kalau kalian ingin bertarung jangan di sini, di sini tempatnya orang makan.” Katanya dengan percaya diri menghadapi kedua kubu sendiri.
Si anak tersebut malah mengejek si pemilik restoran tersebut dengan menyebutnya restoran yang tidak laku, dan itu membuat Reyoura jengkel dan langsung menantang si anak tersebut bertarung satu lawan satu, dan itu diterima langsung oleh si anak tersebut dan pergi meninggalkan Reyoura dan teman-temannya.
Kemudian, Reyoura dan teman-temannya kembali melanjutkan makan mereka, dan ini baru pertama kalinya Reyoura berani menantang orang lain untuk bertarung, biasanya dia yang ditantang untuk bertarung. Namun, malah Reyoura yang berani menantangnya. Itu adalah suatu keajaiban menurut semua temannya.
***
Saat mereka selesai makan, mereka langsung pergi ke tempat yang dijanjikan oleh si anak tersebut untuk bertarung, tempatnya adalah tanah lapang, dan kebetulan si anak tersebut sudah ada di sana untuk menunggu lawannya, yaitu Reyoura.
“Baiklah, apa peraturannya?” tanya Reyoura, karena ia ingin pertarungan yang jujur dan adil. Namun, si anak tersebut hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “ooh, jadi tidak ada peraturan yah.” Pikirnya.
“Apa berarti kau akan memanggil teman-temanmu untuk meminta bantuan?” Tanya Reyoura, namun kali ini si anak tersebut menganggukan kepalanya, itu berarti ia akan menggunakan cara licik, dan semua temannya yang ada di belakang anak tersebut tersenyum lebar saat melihat Reyoura, karena mereka mengganggap Reyoura sudah siap untuk mati.
Lalu, pertarungan mereka pun dimulai, dan si anak tersebut langsung melesat ke arah Reyoura dengan pedangnya. Namun, berhasil ditangkis oleh Reyoura dengan payungnya. Karena Reyoura hanya berfokus pada si anak tersebut, ketiga temannya pun melesat ke arah Reyoura disaat ia sedang bertarung dengan lawan di depannya.
Bukannya Reyoura yang terluka, tetapi justru serangan mereka bertiga tidak ada yang berhasil mengenai dirinya. Si anak tersebut tercengang dengan pergerakan tubuh Reyoura yang tidak bisa dilihat oleh matanya sendiri, bahkan ia sempat mengucek-ngucek matanya.
Tidak sampai disitu, Reyoura juga berhasil memotong kepala dari ketiga teman si anak tersebut, dan itu membuatnya semakin tercengang dan ketakutan ketika salah satu kepala temannya dilempar ke arah dirinya.
Sambil memperlihatkan wajah tengilnya. “Hey, kemana sifat sombongmu tadi di restoran? Hah!” sambil melebarkan kedua tangannya yang masih memegang payung. “Kalau kau tidak mau maju…” sambil bersiap-siap menyerang si anak tersebut. “Baiklah, aku yang akan maju sekarang.” Lanjutnya, ia melesat dengan cepat dan muncul di depan si anak tersebut.
Dan ia langsung menyerang si anak tersebut, namun si anak tersebut berhasil menghindarinya. Akan tetapi, Reyoura kembali muncul di depannya dan berusaha menyerangnya lagi, dan serangannya berhasil dihindari olehnya.
Meskipun si anak tersebut berhasil menghindari serangan Reyoura, pergerakannya seakan mulai melambat, karena daritadi menghindari Reyoura dan tidak sekalipun memberinya nafas segar untuknya.
__ADS_1
Saat ia lengah, Reyoura dengan cepat melancarkan serangannya, dan saat itu juga si anak terpental jauh akibat tebasan angin dari Reyoura. Kemudian, Reyoura muncul saat si anak tersebut ingin bangkit dari jatuhnya, si anak tersebut kaget dengan apa yang ada di depannya.
Reyoura dengan kesalnya, mengangkat salah satu tangannya yang sedang memegangi payung. Si anak Tersebut ketakutan melihat Reyoura. “Apa, ada kata-kata terakhir untuk teman-temanmu?” tanyanya, dan si anak itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Lalu, ia pun langsung menebas si anak tersebut. Namun, saat payungnya hampir mengenai leher si anak tersebut, tangan Reyoura di tahan oleh Deco. “Sudahlah, jangan diteruskan, dia sudah kalah, dan kita juga tidak ada waktu untuk meladeninya lebih lama bukan?” sambil menjeda kata-katanya, dan Reyoura pun mengangguk.
“Baiklah, kali ini kau kubiarkan.” Kata Reyoura, dan ia memberi isyarat ke semua temannya untuk meninggalkan mereka. “Tapi, kau sudah membunuh temanku, mana mungkin aku diam saja, ketika temanku terbunuh.” Kata si anak tersebut sambil menangis, Reyoura hanya menghela nafasnnya dan kembali menghampiri anak tersebut yang menangis.
“Baiklah, begini saja, kalau aku bisa menghidupkan kembali teman-temanmu itu, apa kau mau memaafkanku?” katanya, dan itu membuat langkah semua temannya terhenti. “Heh, apa kau bisa menghidupkannya?” Tanya si anak sambil mengusap air matanya, Reyoura pun hanya bisa mengangguk sambil tersenyum.
Karena Reyoura memiliki class Supporter, ia bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Lalu, ia berjalan menuju ketiga jasad temannya dan bersiap untuk ritual pembangkitan mereka.
“REVIVE!” teriak Reyoura mengucapkan mantra tersebut, dan mengeluarkan sinar cahaya keemasan dari dalam tubuhnya dan jasad ketiga teman si anak tersebut.
Semua yang melihat pun terdiam untuk sementara, dan mata dari anak tersebut berbinar-binar saat melihat cahaya dari Reyoura, itu membuat dirinya terpukau saat melihatnya. Beberapa saat kemudian, ketiga temannya pun hidup kembali, dan itu membuat si anak tersebut beserta teman-temannya bersorak atas keberhasilan atas ritual pembangkitannya.
Setelah Reyoura selesai, Reyoura dan yang lainnya pergi meninggalkan si anak tersebut dan teman-temannya. Saat mereka baru melangkahkan kakinya, si anak tersebut langsung memeluk Reyoura dari belakang.
Ia pun memeluk Reyoura dengan erat sampai-sampai ia tidak mau melepaskannya begitu saja, dan itu membuat semua temannya merasa iri, terutama Deco dan Rafael.
“Anu, terima kasih, sudah menghidupkan kembali teman-temanku.” Katanya yang hanya bisa di dengar oleh Reyoura, dan Reyoura kembali menganggukan kepalanya saja. “Ka-kalu boleh tahu, siapakah namamu?” tanyanya karena ia cukup penasaran.
Lalu, Reyoura melepaskan pelukannya dan berbalik ke arahnya. “Namaku adalah Reyoura, Reyoura Octovian.” Sambil tersenyum lebar di wajahnya, dan saat itu juga, si anak tersebut itu langsung menyadarinya kalau anak laki-laki yang sedang dipeluknya adalah pacarnya saat masih di SMP.
Seharusnya Reyoura mengetahui wajah pacarnya itu, namun nyatanya Reyoura masih belum menyadari hal itu. Si wanita tersebut terdiam sembari menatap kedua mata Reyoura. “Anu~” sambil melambaikan tangan ke wajah perempuan tersebut.
“Oh ya, namaku Augustus, ya, namaku Augustus.” Dengan gugup ia mengenalkan dirinya. “Lalu, setelah ini kamu pergi kemana?” Tanya Augustus. “Ke kekaisaran iblis.” dengan percaya dirinya.
__ADS_1
Seketika Augustus khawatir dengan Reyoura, karena harus berurusan dengan iblis untuk dirinya.