Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
16. Pesta Darah


__ADS_3

Di dekat gerbang kerajaan Fribard,


Para iblis yang tadi bertempur dengan pasukan Albert mulai melihat kekacauan dari luar, mereka tidak mengetahui kalau ada manusia yang berani masuk dan mengacaukan kerajaan mereka. Saat mereka tiba di depan gerbang, mereka langsung disambut dengan kedua naga milik Reyoura yang berada di sekitar kerajaan mereka.


Seketika tubuh mereka semua gemetaran karena ketakutan ketika melihat kedua naga tersebut. Kedua naga tersebut sedang bersiap untuk memangsa iblis yang berada di dekat gerbang tersebut, tanpa berlama-lama lagi kedua naga tersebut memakan para iblis di sana.


Para iblis tersebut berlari sejauh mungkin dari kejaran naga tersebut, namun apadaya mereka tetap dimakan hidup-hidup oleh naga tersebut tak tersisa sedikit pun dari mereka yang berusaha melarikan diri dari kejaran kedua naga milik Reyoura.


***


Di dalam ibukota kerajaan Fribard, Marv.


Reyoura yang sudah berlumuran darah, sudah membunuh lebih dari seribu iblis, dan masih banyak iblis yang berdatangan tuk membunuh dirinya. Namun, upaya mereka berakhir sia-sia, karena mereka tidak bisa menandingi kekuatan Reyoura meskipun mereka membawa tiga ratus ribu pasukan untuk mengalahkannya.


“Haaaah! Apa segini saja kemampuan ras kalian, sampai berani kalian menyerang ras lainnya untuk kepuasan kalian.” Kata Reyoura yang lancang sekali mengejek para iblis yang mengepung dirinya. “Lalu, apa dari kalian yang maju terlebih dulu, kalau tidak ada, biar aku yang maju dulu.” Lanjutnya dengan menjeda kata-katanya. Kemudian, para iblis yang mengepung Reyoura, menyerang bersamaan dari berbagai arah.


Sayangnya, iblis yang menyerang Reyoura bersamaan kalah dalam pertarungan singkat melawan Reyoura yang sedang on fire. Setelah itu, banyak iblis yang dibunuh oleh reyoura. Namun, pasukan mereka tetap berdatangan mengepung dirinya. Dan itu membuat Reyoura semakin senang, karena ia tidak harus berlari mengejar mereka lagi, biar mereka yang datang ke tempatnya.


Reyoura terus menunggu para iblis itu datang kepadanya, namun disisi lain, ia juga tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk berlari menuju istana mereka dan membunuh raja iblis.

__ADS_1


Di tengah jalan, ia dihalang oleh pasukan iblis, sehingga ia harus bertarung melawan mereka, untungnya ia berhasil membunuh iblis yang menghalangi jalannya. Namun, tidak sampai disitu saja, ia juga harus berurusan dengan dua puluh iblis berpangkat jenderal datang menghalangi Reyoura.


“Hoi! Berani sekali kau masuk ke kerajaan kami.” Kata jenderal pertama. “Apa kau ingin mati. Haaah!” lanjutnya dengan mengancam lawan mereka yang kekuatannya tidak setara dengan dua puluh iblis berpangkat jenderal lainnya.


“Sepertinya, kau perlu diberi pelajaran, bocah nakal.” Kata jenderal kedua yang menjeda kata-katanya dengan suara yang cukup berat. “Ini akan menjadi membosankan.” Kata jenderal ketiga. “Sebaiknya salah satu dari kita bisa membunuh bocah ini, dia terlihat sangat lemah menurutku.” Lanjutnya dengan meremehkan Reyoura.


Reyoura tidak senang dengan perkataan jenderal ketiga, ia pun langsung melesat menyerang jemderal ketiga, dan tanpa persiapan dari jenderal ketiga, jenderal tersebut mati dengan kepala yang ditusuk salah satu payungnya dari telinga dan tembus ke telinga lainnya, lalu memenggal kepalanya.


Semua jenderal yang ada di sana terkejut melihat pergerakan Reyoura yang tidak bisa dilihat oleh mata mereka. Seketika senyum licik mereka berubah menjadi ketakutan yang luar biasa, bisa dibilang seperti sedang melihat dewa kematian bagi mereka.


Reyoura yang melihat kepala jenderal ketiga itu yang masih menancap di salah satu payungnya, langsung menancapkan ke tanah dan menginjak kepalanya untuk melepaskan payungnya dari kepala tersebut. “Hoi, ada apa? Wajah kalian kok…” sambil mengibaskan kedua payungnya setelah ia melepaskan payungnya dari kepala tersebut. “…Terlihat senang sekali.” Kata Reyoura sambil tersenyum dan memejamkan matanya.


Para jenderal iblis tersebut langsung menjauh dan mulai menyerang Reyoura dengan kekuatan penuh mereka. Namun, semua serangan tersebut berhasil ia hindari dan sesekali menyerang balik iblis tersebut tanpa terluka sedikit pun. “Nampaknya, ini akan menjadi pesta kematian untuk kalian.” Ucap Reyoura sambil memperlihatkan senyumnya yang menyeringai.


***


Disaat mereka ingin menyerang Reyoura, Reyoura langsung mengambil ancang-ancang untuk menyerang balik, dan ia langsung melesat tepat di salah satu dari mereka. Melihat rekan mereka yang akan diserang oelh Reyoura, para jenderal tersebut langsung melesat ke rekan mereka dan mencoba membantu rekan mereka yang dalam bahaya.


Namun apadaya, pergerakan mereka telah terbaca oleh Reyoura, dan Reyoura langsung membalikkan badannya dan menyerang mereka yang mendekati dirinya, lalu para jenderal tersebut mati satu persatu.

__ADS_1


Reyoura memanfaatkan salah satu rekannya untuk memancing rekan yang lainnya untuk membunuh rekannya tersebut, namun semuanya telah mati, beberapa diantara tubuh mereka sudah terpisah dengan kepala mereka, dan sisanya sudah termutilasi.


Ketika ia selesai membunuh para jenderal dan menyisakan satu jenderal yang berada tepat di depannya. Ia pun langsung menjilati darah yang ada di ujung payungnya.“Hmm.. darah ini terlihat… sangat sedap.” Dengan wajah yang sumbringa, jenderal iblis yang melihat Reyoura terlihat sangat ketakutan dengan apa yang dilihatnya.


Ketika ia sedang sibuk menjilati ujung payungnya layaknya es krim, Reyoura menyuruh jenderal yang ada di depannya untuk membawa salah satu kepala rekannya ke raja mereka. Ketika jenderal tersebut pergi menemui raja mereka, Reyoura kembali membunuh iblis yang ada di sekitarnya dan mengikuti jenderal itu diam-diam dari belakang sambil membunuh iblis lainnya yang menghalangi dirinya.


***


Di istana kerajaan Fribard,


Raja Allocer sangat marah ketika ia melihat salah satu kepala jenderalnya yang dibawa oleh salah satu jenderal yang dibiarkan hidup, jenderal tersebut merupakan muridnya sendiri. “Guru, bagaimana ini? Dia sangat kuat.” Kata jenderal yang dibiarkan hidup oleh Reyoura. “Ah sial, sepertinya aku harus turun tangan.” Kata Raja Allocer.


Tiba-tiba terdengar suara dari balik pintu. “Aaah.. aaah.. aaah..” suara dari seseorang yang akan datang, Raja Allocer memerintah semua pasukan untuk bersiap. “Membosankan sekali…” kata Reyoura yang membuka pintu dan masuk sambil memegangi kepala belakangnya dengan santainya. “Hoi! Apa ada iblis yang lebih kuat di sini?” kata Reyoura.


“I-itu guru, manusia yang mengalahkan para jenderal.” Kata jenderal. “Ho-ho, jadi kau yang berani masuk ke kerajaan ku.” Kata raja Allocer. “Siapakah dirimu, wahai anak muda?” Tanya raja Allocer yang penasaran dengan siapa ia berbicara. “Aku Reyoura, aku kemari untuk menbunuh semua iblis di dunia ini, sekaligus mengambil semua kepala raja iblis di dunia ini.” Jawab Reyoura sambil mengancam orang yang di depannya, ia juga tidak tahu kalau di depannya adalah raja iblis yang ia cari.


“Oh..begitu, perkenalkan namaku Allocer, aku adalah raja iblis di sini, kau akan mati jika berurusan denganku, huahahahaha.” Kata Allocer dengan suara yang keras dan menakutkan, semua pengawalnya ketakutan ketika mendengar suara tawa kerasnya, tetapi tidak untuk Reyoura, ia tidak takut sama sekali, bahkan itu membuatnya semakin bosan. “Jadi…” lanjutnya. “Hah, jadi apa? Apa yang kau maksud?” kata Reyoura yang bingung dengan perkataannya.


“Jadi, apa kau sudah membunuh semua prajurit ku?”  Katanya, karena Reyoura tidak tahu apa yang dibicarakan, Reyoura mengabaikan perkataan raja Allocer.

__ADS_1


Raja Allocer pun geram karena merasa diabaikan oleh Reyoura, ia pun langsung memanggil binatang peliharaannya untuk menyerang Reyoura. “Sepertinya, kau tidak punya sopan santun, wahai anak muda.” Dengan wajah sinisnya, ia melihat peliharaannya menyerang Reyoura terus menerus.


Namun, Reyoura berhasil menghindari semua serangan peliharaan raja Allocer. Tidak hanya itu  saja, ia juga memanggil kedua naganya untuk membantu dirinya. “Keluarlah! Twins Dragoon!.” Teriak Reyoura. Lalu, kedua naga itu muncul, kemunculannya tersebut membuat panik seluruh iblis yang ada di sana, termasuk raja Allocer yang sangat ketakutan ketika melihatnya.


__ADS_2