Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
19. Pertempuran Melawan Iblis


__ADS_3

“Matilah kau!” kata Reyoura.


“Tidak akan kami biarkan!” salah satu iblis yang bersiap dengan bola apinya. “Fireball!” teriak kedua iblis, lalu melempar bola api tersebut ke arah Reyoura.


“Boom..”


“Boom..”


Reyoura langsung melompat ke belakang untuk menghindari bola api mereka, namun ia juga terkena salah satu bola api dari banyaknya bola api yang mereka berdua buat. “Aaaah.. aaaah.. aaaah…” jengkelnya Reyoura. “Sepertinya, aku sedikit lengah tadi” ucapnya yang mengungkapkan kekesalannya karena ada yang mengganggunya.


“Wush..”


“Sepertinya, kau yang akan mati, manusia rendahan!” teriak salah satu iblis yang melesat maju menyerang Reyoura. Sedangkan, rekannya membawa pemimpin mereka. “Hehe, tidak buruk juga, untuk iblis sepertimu.” Sambil mengangkat kedua payungnya untuk bersiap bertarung. Namun, Deco dengan payungnya melesat menuju ke iblis yang akan menyerang Reyoura. “Tidak akan, kubiarkan kau, menyakiti sepupuku!” Teriak Deco.


“Sreeet..”


“Aaaarrrgghh! Si-sialan kau!” teriak si iblis yang melompat mundur dari deco dengan luka tebas di tubuhnya. “Heee, ganggu saja…” dengan wajah yang begitu bete dan pipi kanannya yang mengembang. “Eh, jangan bilang.. kau lagi ngambek? Oura?” Deco yang terlihat bingung ketika melihat wajah Reyoura itu.


“Hmph, tidak tahu.” Sambil memalingkan wajahnya dan melipat kedua tangannya, rekan timnya terkejut melihat sifatnya yang tiba-tiba berubah begitu saja. “Waaaah, sifatnya berbeda dari sebelumnya” pikirnya mereka melihat sifatnya Reyoura. “Aaaaaah! Mereka hilang!” teriak Reyoura, dan rekan timnya tersenyum tipis melihat kelakuan Reyoura yang terlihat seperti anak kecil.


“Gara-gara kau, mereka hilang tuh, gimana dong?” lanjutnya ia berteriak di depan Deco. “Yah, mau gimana lagi, lebih baik kukejar saja mereka, siapa tahu sempat.” Dengan senyum lebarnya. “Eh, yakin mau mengejar mereka?” tanya Deco, dan Reyoura langsung menganggukkan kepalanya.


Kemudian, Reyoura memanggil kedua naganya. Kedua naga itu muncul dihadapan Reyoura sambil menundukkan kepala mereka. Semua yang ada di sana terkejut ketika melihat naga, dan ini menjadi pertama kalinya mereka melihat naga.


“He-hebat, naganya tunduk.” Dengan mata yang berbinar-binar, Rafael melihat kedua naga Reyoura. “I-ini pertama kalinya, aku melihat naga secara langsung.” Kata Bernard yang terkagum dengan naga yang berada di depannya. “Sekarang aku minta bantuan kalian, bisakan?” tanya Reyoura sambil memegang tangan si pemimpin iblis yang tertinggal di sana.


Kedua naga pun mengangguk, lalu Reyoura meminta kedua naganya mencium aroma dari tangan tersebut. “Bagaimana? Apa kalian tahu kemana mereka pergi?” tanya Reyoura yang disambut dengan anggukan kepala dari kedua naganya, dan meminta Reyoura naik ke punggung salah satu naganya.


“Oh, kalian ingin aku naik ke punggung kalian?” tanya Reyoura yng dijawab dengan anggukan dari kedua naga tersebut. “Kalau begitu, baiklah.” Dan ia langsung menaiki punggung salah satu naga miliknya. “Oi-oi-oi! Mau kemana kau?!” teriak Gilardino. “Oh, aku ingin mengejar ketiga iblis tadi, apa kalian mau ikut?” kata Reyoura yang sudah berada di punggung naga, dan ia ingin mengajak rekan timnya beserta dengan tim OSIS.


Seketika mereka terdiam dengan ajakan Reyoura tadi. “Lagipula, ini akan menyenangkan loh.” Lanjutnya sambil tersenyum tipis. “Tapi, apa kau tahu dimana iblis itu berada?” tanya Salazar, tanpa berpikir panjang Reyoura langsung mengangguk kepalanya.

__ADS_1


Awalnya, mereka tidak mau ikut dengan Reyoura, karena tidak ingin terlibat dalam masalah ini. Namun, salah satu dari mereka langsung naik ke punggung naga milik Reyoura tanpa pikir panjang.


“Baiklah, aku ikut.” Kata salah satu orang yang sudah duduk di belakang Reyoura yang tidak lain adalah Deco. Begitu pula dengan yang lainnya, mereka akhirnya ikut dengan Reyoura untuk mengejar ketiga iblis itu. Saat semuanya sudah naik ke punggung naga milik Reyoura, kedua naga miliknya langsung terbang dan melesat dengan kecepatan rendah.


***


Beberapa menit setelah Reyoura dan kawan-kawannya pergi mengejar ketiga iblis.


Saat pasukan pemburu iblis datang ke arena,


Semua yang datang langsung dikejutkan dengan banyaknya iblis yang menjadi mayat di sana, mereka mencium aroma yang menjijikan dari salah satu mayat iblis tersebut. Beberapa dari mereka ditugaskan untuk mengumpulkan mayat yang ada di tempat itu.


“Apa semuanya sudah terkumpul?” kata pemimpin tersebut. “Su-sudah pak!” jawab salah satu anggotanya. “Hmm, bagus!” ucap pemimpin tersebut, ia berpikir ada sesuatu yang janggal di sekitar tempat itu, dan memerintahkan semua anggotanya untuk menelusuri area tersebut.


“Hmmm, kira-kira siapa yang membunuh mereka semua?” batinnya si pemimpin tersebut, ia tidak menduga akan hal ini. “Tidak mungkin seorang murid bukan?” lanjutnya sambil memikirkan sesuatu. “Tapi, kalau dilihat dari luka mereka, seperti tebasan pedang, mungkin saja si pengguna pedang yang membunuh mereka semua?” pikirnya.


Lalu, salah satu anggotanya menemukan sesuatu yang bisa dijadikan sebagai petunjuk mereka. “Pak, kami menemukan sebuah lambang.” Sambil membawa salah satu iblis yang berseragam akademi. “Apa?! Bawa kemari!” teriak si pemimpin tersebut.


“Sepertinya, memang berasal dari sana.” Jawabnya salah satu anggotanya. “Ini tidak bisa dibiarkan.” Lanjutnya, si pemimpin tersebut memegang bahu anggotanya yang terlihat marah. “Sudah, biarkan saja, jangan terbawa emosi.” Sambil menenangkan anggotanya, dan anggotanya pun mengangguk.


“Nampaknya, sudah tidak ada lagi yang perlu dilakukan hari ini.” Kata pemimpin tersebut. “Semuanya! bawa semua iblis ke markas!” perintah si pemimpin. “Baik!” jawab seluruh anggotanya.


***


Saat di malam hari,


Kakeknya, Werner Schneider, selaku kepala akademi Brookmount.


Ia mendapatkan sebuah surat dari kerajaan untuk dimintai keterangan oleh raja yang akan berlangsung di istana. Werner merasa bingung dan berpikir, kesalahan apa yang ia perbuat, karena selama ini ia tidak melakukan kesalahan apapun, apalagi sampai merugikan kerajaan.


Namun, ia langsung kembali tenang dan membuka surat yang dikirim oleh salah satu utusan kerajaan. Saat ia membaca surat tersebut, Werner terkejut dengan isi surat yang ia baca saat ini, dan ia tidak tahu apa yang harus ia sampaikan kepada raja.

__ADS_1


***


Di pagi harinya,


Di istana kerajaan Viredia,


Saat ini Werner sedang berhadapan langsung dengan raja Viredia, Igor Viredia. Ia juga ditemani oleh istrinya, pangeran dan tunangannya yang berasal dari kerajaan Fribard yang sekarang kerajaan itu sudah rata denngan tanah pada satu tahun sebelumnya.


Werner pun masih belum mengerti kenapa ia dipanggil ke istana. Keringat yang keluar dari keningnya terus berceceran, karena terlalu gugup saat harus berhadapan dengan raja. Raja Viredia datang dengan wajahnya yang terlihat kesal langsung duduk di kursinya.


“Sekarang, bisa kau jelaskan?” kata raja Igor dengan kesalnya sambil melempar lambang akademi Brookmount. Meskipun Werner melihat lambang akademi miliknya, tetapi ia tetap tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


“Ini lambang akademiku, tapi aku tidak tahu apa kesalahan muridku?” ucapnya yang silih berganti dengan tanyanya. “Bukannya udah terlalu banyak kesalahan yang muridmu buat?” ia melontarkan pertanyaan kepada Werner.


“Sungguh, aku tidak tahu soal itu, kalau boleh tahu, coba dijelaskan terlebih dulu, apa kesalahan mereka.” Dengan santainya Werner itu meminta penjelasan yang lebih rinci dari raja Igor. “Baiklah, akan aku beritahu semua kesalahan mereka.” Dan raja Igor pun langsung menjelaskan tentang kejadian iblis yang menyusup dan menyerang oarng-orang disekitarnya.


Setelah beberapa jam penjelasan dari raja Igor, Werner pun langsung mengerti kenapa ia dipanggil ke sana.


“Tunggu sebentar, Yang Mulia, apa anda yakin dengan itu.” Kata Werner yang tidak percaya dengan rumor tentang salah satu muridnya berubah menjadi iblis. raja Igor hanya bisa menghela nafasnya.


“Sebenarnya, aku pun tidak yakin dengan rumor tersebut, tapi setelah aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, aku langsung yakin dengan rumor itu.” Sambil menjeda perkataannya. “Jadi, apa ada yang ingin anda jelaskan, Tuan Werner, mengenai ini?” sambil menatap wajah Werner yang murung itu, dan Werner semakin tertekan mendengar hal itu langsung dari raja Igor.


“Aku tahu, anda mendirikan sekolah di wilayahku, dan melahirkan banyak generasi muda berbakat, tapi kalau sampai ada kejadian mengenaskan seperti ini, aku tidak bisa membantu, maaf.” Raja Igor menjeda perkataannya dengan suara yang pelan.


Werner pun akhirnya mengakui kesalahan muridnya, ia juga langsung menundukkan kepalanya sebagai permintaan maafnya kepada raja Igor, yang langsung dibalas dengan senyum dari raja Viredia itu, lalu dia dan orang-orang di sana mendiskusikan hukuman yang cocok untuk akademi Brookmount.


Dan semuanya setuju, untuk menutup akademi Brookmount selama tiga minggu, itu juga telah disepakati oleh Werner selaku kepala akademi tersebut.


“Lalu, apa yang ada hal lain yang ingin kau sampaikan, tuan Werner?” tanyanya sebelum raja Igor mengakhiri rapat tersebut. Namun, sebelum rapat itu selesai, ia meminta raja Igor untuk membawa dirinya ke tempat muridnya ditahan, karena ia ingin melihat muridnya. Raja Igor pun langsung menyetujui permintaannya tersebut dan segera membawanya pergi ke tempat murid itu ditahan.


***

__ADS_1


__ADS_2