Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang

Si Pria Payung Yang Ingin Menjadi Petualang
26. Akademi Fleynt (Part 2)


__ADS_3

Saat ini, mereka berdua sedang berada didepan arena. Kepala akademi itu terus menerangkan tentang tempat tersebut. Namun, Reyoura hanya melihat patung yang ada di depan pintu masuk arena tersebut.


"Patung itu sangat keren." puji Reyoura melihat patung yang bercorak seorang wanita dengan bunga mawar di tangannya. Lalu, kepala akademi menjelaskan kalau patung wanita itu merupakan seorang pahlawan.


"Oh.." katanya. "Bisakah kita masuk ke dalamnya?" lanjutnya sambil menunjuk ke arah pintu masuk tersebut, dan kepala akademi pun menyetujuinya.


Lalu, mereka mulai masuk ke dalam arena. Disana, terdapat kursi penonton dengan jumlah yang banyak dan semuanya mengelilingi lapangan di tengah-tengah arena.


"Wah, ini lebih besar dari yang kukira sebelum masuk kemari" kata Reyoura dalam hati. "Pastinya aku akan lebih semangat kalau bertanding di tempat ini." lanjutnya masih di dalam hati dengan senyuman di wajahnya.


"Bagaimana, anak muda? keren bukan tepat ini?" kata kepala akademi dengan senyum di wajahnya. "Jadi, apakah kau berniat pindah ke akademi kami?" tanyanya kembali.


"Sebenarnya, aku ingin pindah ke akademi kalian. Tapi, ada yang membuat ku kepikiran sampai detik ini." katanya. Ia berpikir kalau tempat ini tidak cocok baginya yang mempunyai mana yang berjumlah seribuan saja.


Bahkan, ia dimasukkan ke kelas F, dimana kelas tersebut berisikan orang-orang yang punya jumlah mana yang sama dengannya. Sedangkan, di Akademi Fleynt, kelasnya hanya berjumlah lima saja. Dan itupun tidak ada yang namanya kelas F.


"Apa yang membuat mu kepikiran?" tanya si kepala akademi penasaran. Dan Reyoura hanya mengeluarkan kartu pelajar miliknya yang disana tertulis identitas dirinya beserta dengan data-data mengenai kekuatannya.


"Oh, jadi itu alasannya. Aku mengerti akan hal itu. Tetapi, jika kau ingin pindah ke akademi ini mungkin aku bisa membantu mu." katanya dengan senyum di wajahnya. "Aku sangat berterima kasih atas undangannya. tapi, maaf saja. Aku menolak untuk pindah kemari." katanya.


"Oh iya, apa kau ingin pergi ke suatu tempat yang indah disini?" katanya sambil meregangkan tubuhnya dan Reyoura mengangguk kepalanya yang menandakan kalau ia setuju untuk pergi ke tempat tersebut.


***


Setelah mereka pergi dari arena tersebut, waktunya mereka pergi ke tempat yang indah. Tempat yang dimaksud adalah taman sekolah. Disana, mereka duduk di bangku taman dan menceritakan banyak hal, termasuk kejadian yang dialami Reyoura dan kawan-kawannya saat ini.

__ADS_1


Banyak yang sudah mereka ceritakan, lama-kelamaan mereka menjadi akrab walaupun baru pertama kalinya mereka bertemu. "Oh iya, semenjak kita bertemu. Kita masih belum kenal satu sama lain. Jadi, biarkan ku perkenalkan diri ini." Kata kepala akademi tersebut.


Kemudian, ia berdiri menghadap Reyoura yang tengah duduk di bangku taman. "Namaku adalah Marcus Floret. Aku adalah kepala akademi Fleynt." lanjutnya untuk memperkenalkan dirinya. "Baiklah, sekarang siapa nama mu?" lanjutnya sambil menanyakan namanya kepada orang yang tengah duduk di bangku taman.


"Oh, salam kenal juga, tuan Marcus. Dan perkenalkan, namaku adalah Reyoura. Reyoura Octovian." sambil menggerakkan tangannya untuk bersalaman dengan Marcus.


Setelah itu, mereka berdua mulai akrab satu sama lain. Dari hal yang besar sampai hal kecil pun mereka bicarakan itu semua. Sampai suatu saat, Reyoura yang menyadarinya.


Mereka berdua mulai berjalan ke tempat yang belum mereka kunjungi. Mereka juga sering bertemu juga dengan para murid lainnya, disana para murid terlihat melambaikan tangannya ketika melihat mereka berdua.


Ada juga sebagian mereka yang pergi meninggalkan tempatnya saat berpapasan dengan mereka berdua karena takut melihat wajah Marcus yang begitu menyeramkan dengan rambut panjangnya yang hampir sebahu.


Dan juga beberapa murid lainnya yang terus-terusan memaki Reyoura. Namun, Reyoura membalasnya dengan lambaian tangan ke arah murid yang memaki dirinya.


***


"ahhh.. lelah nya.." ucap Reyoura sembari membanting dirinya ke arah sofa panjang di dekatnya. Lalu, Marcus pun ikut duduk di samping Reyoura. "Ya, itu memang melelahkan. Tapi, seru kan? Mengelilingi akademi ini."


Reyoura pun hanya tersenyum lebar sambil menutup kedua matanya. "Seru!!" katanya. Reyoura mulai membuka kembali kedua matanya dan melihat wajah Marcus. "hmmm..." sambil memikirkan sesuatu yang ada di kepalanya.


Ia mengira kalau penampilan wajahnya perlu diubah agar murid-murid nya mulai menyukainya. "Reyoura? Apa ada yang salah dengan wajahku?" tanyanya. Marcus mu lai menganggap Reyoura aneh dan perlahan mulai menjauh darinya.


Lalu, Reyoura kembali berdiri dan mulai bersiap dengan gunting yang ia bawa dari tas kecilnya. "Sepertinya kah harus aku ubah penampilan mu itu." sambil mengarahkan gunting kepada Marcus.


"Eh! apa maksudmu??" tanyanya. Dia masih belum mengerti apa yang Reyoura ucapkan sambil mengeluarkan gunting dari dalam tasnya. Reyoura perlahan mulai mendekati Marcus dan mulai memegang rambut panjangnya.

__ADS_1


Lalu, ia memotong rambut panjangnya yang mencapai bahu. begitu ia memotong rambutnya, Marcus pun hanya bisa pasrah dan diam ketika rambut panjangnya dipotong oleh siswa dari akademi lain.


Terlebih lagi, yang memotong rambutnya ialah murid dari kelas F yang bisa dikatakan murid-murid dengan kekuatannya yang paling lemah di Akademi Brookmount.


"Eh!! Tunggu!! Berhenti!" sambil menggerakkan tangannya untuk menangkap tangan Reyoura yang sedang asik memotong rambut panjangnya tersebut. Namun, Reyoura masih mengabaikan dirinya dan melanjutkan kembali dengan kedua tangannya.


***


Setelah beberapa menit kemudian...


"Fiuh... Akhirnya selesai juga." kata Reyoura sambil menghela nafasnya setelah memotong rambut Marcus. Ia tidak menyangka kalau memotong rambut panjangnya tersebut membutuhkan waktu yang begitu lama.


Ditambah dengan adanya gangguan dari Reyoura. Marcus dengan cepat tangannya menutupi rambutnya yang menjadi pendek karena dipotong oleh Reyoura. Namun, rambut panjang yang sudah lama ia rawat dan ia sayangi sejak lama, hilang untuk selamanya.


"Tuh kan, sebenarnya tuan itu lumayan tampan. Jadi, aku cuma merapikan rambut mu saja." Kata Reyoura dengan jelas sambil memainkan kedua jari telunjuknya yang saling menempel.


"Maka dari itu, aku ucapkan..." lanjutnya yang kemudian mulai mengambil nafas panjang untuk berkata sesuatu dengan keras. "Maafkan aku!!!" teriaknya yang sampai terdengar sampai keluar ruangan mereka.


"Aku hanya ingin mereka tidak takut lagi dengan mu. Jadi, aku merubah mu menjadi tampan seperti sekarang." lanjutnya. Marcus yang ingin marah kepada Reyoura, akhirnya reda karena alasan Reyoura tadi.


Kemudian, ia berjalan mendekati Reyoura dan mengelus kepalanya sambil berkata "Tadinya aku ingin marah kepadamu. Tapi, kalau kau melakukan ini untukku. Aku merasa senang. Jadi, aku akan memaafkan mu."


Setelah itu, mereka kembali tersenyum lebar di wajahnya dan mulai berbicara layaknya sahabat. mereka berbicara cukup lama disana hingga malam mulai tiba.


pada malam harinya, Reyoura yang masih berbincang dengan Marcus menanyakan tentang murid yang mempunyai pedang cahaya suci tersebut. "Oh, jadi kau penasaran siapa orang yang mengambil pedang itu yah?" tanyanya.

__ADS_1


__ADS_2