SIAPA CINTA SEJATIMU

SIAPA CINTA SEJATIMU
CHAPTER 7


__ADS_3

...***...


Apakah kamu masih bingung dengan kehidupanmu?. Mari kita lihat mereka yang masih bingung dengan kehidupan percintaan.


"Ini berkasnya ya kak?. Semoga lancar dalam urusannya." Petugas cantik itu menyerahkan semuanya ke tangan Evan. Entah kenapa ia merasa tertarik dengan ketampanan yang dimiliki Evan?. Namun Evan mengabaikan tatapan penuh kekaguman itu.


"Terima kasih kak." Balas Evan dengan senyuman kecil.


Setelah itu ia keluar dari kantor KUA, ia telah menyelesaikan beberapa dokumen yang ia bawa sebagai syarat untuk langkah berikutnya.


"Walaupun cuma duduk doang?. Ternyata bikin haus juga, ya?." Evan merasa panas, dan haus disaat yang bersamaan. Matanya melihat ada minimarket, jadi ia melangkah ke sana untuk melihat, lebih tepatnya mau membeli sesuatu untuk diminum. "Sip lah, minum lah dulu, biar seger." Evan langsung masuk ke dalam mini market sambil mengademkan dirinya.


...***...


Sementara itu di kantor.


Andhira dapat bagian terjemahan bahasa untuk teks?. Pekerjaan yang lumayan untuk ukuran seminggu. Mungkin itulah yang ada di dalam pikirannya saat itu, ketika ia melihat jadwal apa saja yang akan tayang pada program yang akan ia kerjakan.


"Baiklah. Kalau bisa tolong serahkan satu atau dua video yang berhasil kalian edit. Harap kerjakan tugas masing-masing dengan beres tanpa adanya cacat sedikitpun, ya?." Jasmin melihat ke arah mereka semua.


"Tapi tugas ini bisa dikerjakan di studio masing-masing, kan?" Edi dapat bagian menyunting bagian berita yang masuk setiap harinya.


"Tentu saja. tugasnya bisa dikerjakan di studio masing-masing. Asalkan wajib lapor saja mengenai tugasnya?. Tapi bagian berita paling banyak, jadi?. Jangan sampai lalai dalam mengerjakan pekerjaanmu ya?." Hanya itu jawaban dari Jasmin.


"Baik kak." Edi senang mendengarkan jawaban itu. Karena pada dasarnya ia lebih nyaman mengerjakan tugas itu sendirian, dari pada bersama-sama yang nantinya malah menunda pekerjaan.

__ADS_1


"Apakah masih ada yang ingin bertanya lagi?. Jasmin melihat mereka diam?. Mereka sedang berpikir tentang tugas yang akan mereka kerjakan setelah ini.


"Bertanya lah sebelum mengerjakan program kalian dikerjakan. Andre menegaskan sesuatu pada mereka semua. "Bagaimana?. Apakah sudah mengerti dengan apa yang akan kita lakukan?." Ia kembali bertanya.


"Rasanya udah sangat jelas ketua." Surya yang dari tadi menyimak?. Malah menjawabnya dengan sangat semangat.


"Bagaimana dengan yang lainnya?. Apakah masih ada kendala yang akan dialami nantinya?." Andre bertanya sekali lagi.


"Aman ketua." Jawab mereka dengan semangatnya.


"Baiklah. Jika memang tidak ada pertanyaan lagi?. Kalian boleh langsung mengerjakan tugas dengan benar, ya?." Andre tentunya, akan bertanggung jawab nantinya. "Karena masalah pembagian tugas selesai?. Maka kita boleh bubar." Lanjutnya Terima kasih atas kehadirannya dalam rapat dadakan ini?. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan?. Selamat mengerjakan tugas dengan semangat?. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh." Andre menutup perjumpaan pada hari itu.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh." Balas mereka dengan sangat kompak.


Setelah itu mereka semua meninggalkan tempat itu dengan membawa tugas masing yang akan dikerjakan dalam minggu ini. Sementara itu Andhira melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 3.30 pm?. Yang artinya sudah hampir masuk waktu ashar?. Kalau begitu aku cari tempat adem dulu, baru setelah itu aku pergi menemuinya." Dalam hatinya tidak mau terburu-buru. Toh ia sudah terbiasa dengan kondisi yang seperti itu. Kadang Dimas membatalkan pertemuan mereka, hanya gara-gara ingat ada janji dengan temannya?. Sungguh sangat keterlaluan sekali baginya saat itu.


...***...


"Dera?." Evan langsung mencegat langkah Dera.


"Evan?." Dera terlihat terkejut ?.


"Kamu di sini?. Ngapain?." Evan berusaha menahan amarahnya.


"Oh itu." Dera tidak bisa memikirkan alasannya. "Gawat!. Jika evan mengetahui aku jalan-jalan sama sandi?. Aku enggak tahu mau ngomong apa nantinya." Dalam hatinya mulai panik. "Aku cuma jalan sendirian aja sih. Tapi tadi sama temen, dia bilang mau ke toilet. Tapi dari tadi aku tungguin?. Belum juga keluar. Ya, aku jalan-jalan dulu deh." Dera terlihat sangat gugup.

__ADS_1


"Oh?. Gitu ya?." Evan hanya bisa percaya saja.


"Terus?. Kamu sendiri gimana?. Kok bisa nyampe ke sini?. Apakah ada sesuatu yang mau kamu beli?." Ia memperhatikan penampilan Evan yang terlihat berbeda?.


"Gak tahu sih. Cuma mau datang ke sini aja, mungkin dapat sesuatu untuk dicari." Jawab Evan dengan santainya.


"Oh iya, bentar ya?. Aku mau mengabari temanku dulu. Supaya dia enggak kecarian nantinya." Sebenarnya ia ingat dengan sandi, jadi ia tidak mungkin membiarkan sandi mencarinya?. Ketika ia masih bersama Evan?. "Bisa gawat kalo kalian bertemu nantinya. Aku harus segera mengabari sandi. Sebab dia ngotot sekali ingin aku putus dengan evan" Dalam hati Dera panik luar biasa.


...***...


Di sisi lain Andhira baru saja memasuki sebuah restoran yang cukup mewah?. Di sana mereka sering bertemu, dan kadang cuma makan?. Duduk doang?.


"Syukurlah kamu udah datang." Dimas terlihat sangat senang.


"Hum." Hanya seperti itu tanggapan darinya?.


"Jangan jutek gitu dong?. Kasihan pelanggan lain liat wajah kamu kek gitu." Dimas sedikit merinding. Dimas tahu?. Jika Andhira marah padanya?.


"Kakak yang membuat aku kesal." Andhira mulai mengeluarkan semua yang ia rasakan. "Kakak tahu sendirikan?. Setelah kerja aku tu, gak dapet ketemu bebas kek dulu lagi!." Andhira sudah tidak tahan lagi dengan semua yang la rasakan.


"Ya, maaf deh. Aku yang salah." Dimas hanya pasrah saja dimarahi oleh Andhira. Alasannya?. "Karena aku tidak mau kau juga meninggal kan aku. Aku masih ingin bermain-main dulu." Dalam hatinya ingin mempertahankan hubungan mereka dengan cara seperti itu?.


"Huh!." Andhira mencoba untuk mengendalikan amarahnya yang hampir saja meledak-ledak dengan sikap cuek Dimas. "Emangnya kakak ada kesibukan apa lagi minggu ini?. Sampe-sampe kakak gak bisa dihubungin?." Andhira masih terlihat sangat kesal.


"Kamu sendiri tahu, kan?. kalo aku itu pemandu survival yang telah bekerja tetap di sana?." Uapnya dengan penuh penekanan. "Saat bekerja aku tu jarang megang hp. Aku tu fokus kerja. Kadang aku harus pindah lokasi satu ke lokasi lainnya sebagai Pemandu yang baik. Itulah alasan kenapa aku enggak bisa dihubungin. Kamu percaya sama aku, kan ra?." Kali ini ia yang memelas pada seorang wanita?.

__ADS_1


Andhira belum menanggapi itu. Hatinya telah terlanjur kecewa dengan sikap tidak pasti dari seseorang yang ia percayai akan memberikan apa yang diharapkan dari sebuah pasangan hidup. Namun kenyataannya?. Semuanya terasa sangat menyakitkan baginya.


...***...


__ADS_2