Sistem Avatar Menjadi Kaya

Sistem Avatar Menjadi Kaya
Bab. 11. Misi Ketiga.


__ADS_3

Sial! Siapa gadis cantik ini? Kenapa dia tiba-tiba muncul dan membelanya? Si Ozi juga gimana bisa jadi glowing bin kinclong gitu tuh anak? Kayak cakepan dia ma gua kan jadinya. Eh, mana boleh kayak gitu!


Tora tidak terima dengan perubahan Rozi yang di nilai melebihi ketampanannya. Bahkan, sampai mendapat pembelaan dari perempuan cantik. Hingga, dirinya pun mulai menghasut gadis muda yang mengenakan pakaian casual itu.


"Kau tau apa tentangnya, Nona. Kau bahkan tidak mengenalnya. Tetapi, aku telah mengenalnya sejak lama. Bahkan aku juga tau kenapa usaha keluarganya bisa bangkrut hingga mereka semua berakhir menjadi gembel," sindir Tora dengan tatapan serta seringai remeh ke arah Rozi.


Bukan tak mau juga tak berani untuk melawan, akan tetapi Rozi mencoba menahan emosinya sambil melihat sampai jauh mana Tora memfitnah dirinya. Sekalipun sebenarnya, kepala serta dada Rozi sudah bergemuruh. Pemuda itu, mengeratkan rahangnya hingga bunyi.


"Saya memang tidak tau, wahai tuan sok benar. Tetapi, saya tidak akan pernah menuduh orang lain tanpa bukti. Saya rasa anda cukup pintar dan terpelajar untuk tau semua ini bukan?" sindir balik Wanda membuat Tora bungkam.


Sekali lagi, Rozi tak perlu bertindak. Sudah ada gadis cantik yang berdiri dan membela di sebelahnya dengan sepenuh hati. Sungguh beruntung dia bertemu Wanda. Gadis ini ternyata pintar berbicara dan mengancam orang. Bahkan, Tora saja sampai kehabisan kata-kata.


Kurang aja ni cewek. Siapanya Rozi sih dia? Gak mungkin kenal juga kan? Mana mungkin cewek secantik dia kenal sama tuh anak gembel.


Tora, nampak semakin meradang ketika, gadis cantik itu selalu berusaha menyangkal ucapannya. Selama mengenal Rozi, belum pernah ada satupun orang yang mau membela pemuda itu. Usahanya untuk selalu menciptakan image buruk pada Rozi itu selalu berhasil dengan mudah. Semua akan berakhir dengan keadaan Rozi yang babak belur setelahnya.


Karena itulah, Tora sangat iri dan ia menyimpan rencana jahat di dalam otaknya. Mencari cara dan celah agar dapat kembali membuat wajah Rozi babak belur seperti biasanya.

__ADS_1


Cih! Akan ku buat wajah palsumu itu meleleh dan hancur. Pasti kau membuat topeng itu dengan make up tebal kan. Dasar buluk!


"Hei, gadis manis. Kenapa kamu susah-susah membela dia. Lebih baik kau jauh-jauh darinya, sebelum kuman dan parasit dalam tubuhnya itu berpindah ke badanmu. Kamu gak mau kan, kulitmu yang mulus itu nanti jadi korengan. Dia itu pernah jadi pemulung yang kerjanya mengorek-ngorek sampah. Parahnya lagi, dia jadikan profesinya itu sebagai kamuflase untuk menutupi identitas sebenarnya sebagai ... pencuri!" sarkas Tora kembali melempar tuduhan keji pada Rozi.


Rozi lantas memberikan tatapan tajam tak terima kepada Tora. Kedua buku tangannya sudah mengepal erat di samping badan. Namun, Rozi masih menahan dirinya untuk tidak meladeni tingkah laku Tora yang terlihat macam orang bodoh saja.


"Kau jangan keterlaluan, Tora! Semua tuduhanmu tidak pernah terbukti. Apa kau masih penasaran karena belum bisa membuatku mati? Apa yang kau takutkan, hingga selalu mencari cara untuk menyingkirkan keberadaanku, Tora?" sarkas Rozi dengan lantang.


Bono dan Tora pun sekilas terkesiap kaget. Sejak kapan Rozi berani membela dirinya? Bahkan anak itu akan selalu tergagap dan hampir menangis ketika mendapat tekanan dari Tora? Pikir Bono. Pria itu merasa tak percaya terhadap perubahan yang ia lihat pada sosok mantan anak buahnya ini.


"Heh, Rozi! Maling mana ada yang mau ngaku! Elu udah dari keturunan tukang tipu dan tukang mencuri. Jadi, mau berkelit kayak apa lagi? Udah orang tua Lu bangkrut, rumah kalian juga di sita oleh bank. Itu semua karena demi menutupi kejahatan. Terus, kita di sini harus percaya ucapan Lu, gitu? Sekali maling ya tetap aja Maling! Jangan-jangan ... style keren Lu ini juga boleh hasil ngambil di jemuran orang kan!" tuding Tora lagi semakin menjadi.


Padahal Arya si remaja enam belas tahun itu pun nampak muak melihat perbuatan Tora yang di nilainya sok berkuasa. Bocah lelaki itu hanya bisa memberi tatapan nyalangnya saja. Dimana, hal itu membuat Tora semakin naik pitam.


Karena, baginya di saat penampilan Rozi sudah good looking. Agak susah untuk mendorong opini publik agar ikut membenci sosok p muda di hadapannya ini. Tidak seperti beberapa waktu lalu di mana keadaan Rozi masih sangat dekil dan buluk.


"Aku tidak pernah mencuri. Aku ku bangkitkan kembali usaha mendiang kedua orang tuaku nanti. Akan ku tunjukkan pada semuanya, terutama padamu ... bahwa apa yang telah kau tuduhkan itu adakah sebuah kebohongan!" kecam Rozi. Ingin sekali tangannya merobek mulut Tora, namun sekuat tenaga di tahannya karena pemuda itu tak mau buat masalah di toko orang.

__ADS_1


"Halah, ngeles aja terus. Nih paman gue korbannya kan! Apa jangan-jangan, duit usaha lu itu dari uang paman gue yang lu ambil! Kurang ajar, Lu! Maling!" Tora pun maju dengan kepalan yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya. Lalu diangkat lengannya itu ke atas dengan sekuat tenaga, hendak memukul tepat di bawah dagu Rozi.


Akan tetapi, Rozi yang sekarang bukanlah dirinya yang dulu. Maka dengan cepat roji menangkis serangan dari pukulan yang hendak diarahkan ke wajahnya. Rozi yang sekarang adalah pemuda kuat yang memiliki refleks tubuh yang sangat cepat.


Ketika, tangannya ingin melempar balik serangan, iba-tiba Rozi mendengar perintah sistem.


[ Jangan memukul, Tuan! ]


[ Ini adalah misi ketiga untuk anda! ]


[ Jika anda mampu mengelak tiga kali pukulan vital dari Tora, maka sistem akan memberi hadiah koin emas yang senilai seratus juta! ]


Bisikan dari sistem, sontak menghentikan gerakan tangan Rozi.


"Oke. Aku pasti bisa menyelesaikan misi ini."


Tora yang melihat gerakan mundur Rozi ini pun menjadi, besar kepala. Pemuda ini kembali mengarahkan serangannya dan ....

__ADS_1


Siiiaatt!


...Bersambung ...


__ADS_2