Sistem Avatar Menjadi Kaya

Sistem Avatar Menjadi Kaya
Bab 21. Lindsay Sikorsky.


__ADS_3

Bono nampak menendang apa saja yang ada di hadapannya. Video penangkapan orang suruhannya itu telah beredar di m dia sosial. Hal itulah, membuat nama baik Rozi kembali bahkan semakin melambung.


Para netizen itu memuji bagaimana kegigihan Rozi dalam mempertahankan kelangsungan usahanya. Mereka banyak yang penasaran bagaimana produk yang sempat membuat gempar dunia maya ini dengan dengan berita vitalnya beberapa saat lalu.


Maka dari rasa penasaran itulah, rasa dari produk Rozi semakin di kenal luas oleh masyarakat. Beberapa cabang kedai di berbagai titik strategis yang bekerja sama dengan Rozi menjadi ramai dikunjungi oleh para konsumen.


Salah satu artis yang juga berprofesi sebagai model, pun ikut penasaran. Ia mencatat alamat kedai yang vital di media sosial itu. Lalu mengatakan pada managernya agar memesan produk makanan cepat saji itu, via kurir ojek online.


"Tapi, Non. Anda sudah lama tidak mengkonsumsi makanan penuh lemak itu. Bagaimana nanti dengan berat tubuhmu?" tanya sang manager memastikan.


"Aku hanya makan itu sekali. Aku sangat penasaran. Apalagi, kata netizen pemiliknya itu masih muda dan tampan. Tetapi, aku tidak menemukan biodatanya di google," ucap wanita cantik yang memiliki bibir seksi itu.


"Ah, jadi Nona penasaran dengan pemiliknya ya. Baiklah, mau pesan berapa banyak?" tanya sang manager.


"Pesan lima puluh pcs, Loly! Bagikan kepada seluruh kru," titah wanita yang bernama Lindsay Sikorsky, itu. Artis yang juga merupakan model bertaraf internasional.


Kulitnya yang eksotis, serta rambut gelombangnya yang berwarna coklat gelap. Membuat siapapun yang menatapnya akan terpesona. Apalagi, bentuk tubuhnya yang tinggi langsing. Dengan bentuk tubuh yang sangat proporsional.


Akan tetapi, kelebihan dari Lindsay adalah wanita itu sangat ramah dan bersahaja. Meskipun, ia memiliki kekayaan dari hasil kerja kerasnya selama sepuluh tahun ini.

__ADS_1


Lindsay telah menjadi model, semenjak usianya empat belas tahun. Jadi wajar jika pada saat ini dirinya tinggal menikmati masa kejayaannya dengan pamor yang membuatnya di hormati dan di perhitungkan.


"Baik, Nona."


"Jangan lupa beri tips pada drivernya ya. Karena bawaannya itu tidak sedikit," titah model cantik itu lagi seraya memasang earphone di telinganya. Ia akan mendengarkan lagu favoritnya yang sedang viral di media sosial.


"Puas kau curangi aku! Bagaimana dengan aku!" Suara Lindsay yang cukup merdu sungguh apik ketika mengikuti alunan lagu dari ponselnya.


Tak lama pesanan pun datang.


Loly memberikan tips secara tunai. Sebanyak dua lembar uang berwarna biru.


"Loly, aku akan membuat Vidio. Siapkan semuanya!" titah Lindsay dengan senyum yang tercetak di wajah cantiknya.


Model cantik itu pun membuat video, di saat para kru dan juga dirinya menikmati produk ayam garing tersebut.


"Lindsaylicious, kalian harus coba juga ya. Rasa kriuk dan gurihnya itu gak boong pokoknya. Gak kalah deh sama produk yang berasal dari negerinya paman si Sam!" seru Lindsay dengan cara bicaranya yang lembut dan menggoda.


Video buatan model cantik bermata biru itu pun langsung viral hanya dalam waktu beberapa menit.

__ADS_1


Lindsay tersenyum. "Sebentar lagi kau pasti akan menghubungiku." gumamnya, ketika ia melihat pada sosok yang hanya terlihat belakang punggungnya saja, di layar ponselnya.


Rozi memang tidak pernah upload di media mengenai biodata maupun identitasnya.


Tersebarnya Vidio viral Lindsay itu, membuat produksi ayam garing meningkat drastis hingga sepuluh kali lipat. Rozi sampai menambah karyawan baru untuk membantunya. Sedangkan pemasok ayam potong, kini Rozi mengadakan kerja sama hingga kepada tiga peternak.


Meskipun sudah menjadi bos alias pemimpin perusahaan franchise yang telah memiliki beberapa cabang ini. Rozi sesekali tetap memantau proses pembuatan ayam garing di salah satu kedai utama miliknya. Wanda masih memegang tampuk pimpinan di tempat itu.


Tentu saja kedatangan bos besar membuatnya sangat senang. Pasalnya, Rozi yang sibuk sangat jarang sekali menengok kedai pertama yang melambungkan nama dan usahanya ini.


"Halo Bos. Kenapa tidak mengabari kalau mau datang," sapa Wanda sopan dan penuh hormat. Bagaimana pun awal perkenalan mereka, Rozi tetaplah pemimpinnya.


"Hai, Wan. Aku sengaja ingin membuat kejutan untuk kalian. Oh ya. Kau tau siapa wanita yang membuat VT ini!" tunjuk Rozi seraya menyerahkan ponselnya pada Wanda.


"Saya juga ingin membahas hal ini dengan, anda Bos. Model cantik itu adalah Lindsay," terang Wanda, dengan agak canggung. Apalagi penampilan Rozi pada saat ini semakin keren menurutnya.


"Tunggu, nama itu nampak tak asing."


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2