Sistem Avatar Menjadi Kaya

Sistem Avatar Menjadi Kaya
Bab. 17. Kembali Bertemu Tora.


__ADS_3

[ Anda hebat, Tuan. ]


"Hebat bagaimana, maksudmu, Al?" heran Rozi akan pujian dari sistem.


[ Anda dapat memikat wanita secantik Alenia untuk kemudian bergabung dengan bisnis anda. Apakah anda tidak tau, jika wanita itu adalah orang yang hebat dan juga jenius dalam bidangnya? ]


"Tentu saja aku tidak tau. Kau pikir aku ini cenayang?" geram Rozi. Terkadang, sistem itu suka menyebalkan juga.


[ Lihatlah ke layar. Saya akan menampilkan jejak digital tentang Alenia Casandra. ]


Alzera pun menampilkan berbagai informasi mengenai Alinea. Hal itu semakin membuat kedua mata Rozi berbinar. Bukan, lantaran terpukau akan kecantikan wanita itu. Akan tetapi, Rozi sedang terbayang akan kesuksesannya di masa depan.


[ Banyak pria yang menyukainya. Akan tetapi sosok Alenia dingin terhadap laki-laki. Wanita itu, seakan sengaja membatasi dirinya. Sepanjang usianya hanya di habiskan dengan bekerja dan mengurus beberapa anjing peliharaannya. ]


"Aku tidak peduli mengenai track record percintaannya. Aku hanya peduli, bagaimana dia nanti akan membantuku memajukan bisnis ini. Aku, ingin produk Ayam Garing Lezatos, setara dengan produk makanan yang berasal dari western itu!" ujar Rozi dengan tatapan mata penuh ambisi.


[ Mulai tukarkan koin anda dengan uang lalu bayar kios yang kemarin dan perbaiki. ]


Saran Alzera menyentak Rozi untuk segera bergerak cepat.


"Baiklah Al. Buka statusku sekarang!"


[ Nama : Rozi Dekheel.


Umur : 19 tahun.


Jenis kelamin : Laki-laki.


Kepintaran : 90


Kemampuan: Pelari cepat. Pemilik elemen batu dan besi.


Pilar : Rescue dan Medical.


Kecepatan : 75.


Kekuatan : 75.


Ketampanan : 80.


Sisa koin : 120. 000.


Inventaris : Sertifikat rumah, sertifikat ruko dan tiga ponsel.

__ADS_1


Sisa uang dalam Doku setelah di belanjakan :







]







Maka sistem mengeluarkan panel dan Rozi dapat melakukan keinginannya di sana. Dengan mengklik menu untuk menukarkan koin dengan jumlah uang yang ia butuhkan.


"Panelmu, bahkan lebih keren dari mesin ATM," ucap Rozi yang secara tak langsung tengah memuji sistem.


Tring!


[ Anda telah berhasil menukarkan 100 koin dengan uang sebanyak 1M. Secara otomatis uang tersebut telah masuk ke dalam rekening anda. ]


Penjelasan dari sistem membuat lengkungan senyum Rozi hampir menyentuh telinganya. Pemuda ini akan membeli kios tersebut dengan harga di bawah pasaran sesuai kesepakatan mereka. Karena, bangunan tersebut masih memerlukan banyak biaya untuk perbaikan.


Sang pemilik kios yang ternyata tengah terbaring lemah di rumah sakit. Sangat senang karena akhirnya ada orang yang mau membeli kios usang miliknya itu.


"Tiga ratus lima puluh juta!"


"Terimakasih, Nak. Kau adalah pertolongan dari semesta. Sehingga, saya bisa membayar biaya operasi dengan uang hasil penjualan kios itu. Tolong, sekalian urus administrasinya ya," pinta pria tua sang pemilik kios dengan bergetar. Rozi melihat usia pria itu takkan lama lagi. Menurutnya percuma jika pria itu harus menghabiskan uang untuk biaya operasi. Karena itu, Rozi tak jadi membayar biaya operasi, tapi hanya biaya perawatan saja yang tak sampai 25 juta.


"Apa yang ingin anda lakukan saat ini, katakanlah jika itu adalah harapan terakhir anda?" tanya Rozi menelisik.


"Saya, ingin melihat anak-anak berkumpul di sini." Pria tua itu berkata dengan kesan sedih yang tertahan.

__ADS_1


"Memangnya dimana mereka?"


"Luar kota." Pria tua itu pun menjelaskan di mana saja. Melihat kesempatan pria ini yang tak memiliki banyak waktu lagi. Rozi pun memutuskan untuk menggunakan uang-uang itu untuk menjemput ketiga anaknya dengan pesawat.


Sayang pria tua itu tidak memiliki memory yang utuh tentang alamat maupun nomer telepon mereka semua. Hingga, Rozi menggunakan kuasa kacamata spy di luar misi.


"Maaf, aku harus menggunakan ini untuk membantunya, Al."


Setelah mendapatkan alamat beserta nomer telepon. Rozi pun mengirim sejumlah uang agar mereka segera datang. Masing-masing anak mendapat sekitar 100 juta. Namun tidak dengan anak yang terakhir.


"Dasar anak tidak tau di untung. Untuk menemui orang tua sendiri saja harus di sosok duit dulu!" geram Rozi. Dirinya kini berdiri di depan mesin ATM untuk melakukan transaksi. Mengirim sejumlah uang sesuai kesepakatan dari anak-anaknya pak tua yang malang itu.


Ketika anak laki-laki pak tua sudah berkumpul. Mereka tersenyum semringah karena ada orang asing yang memerintahkan mereka untuk datang dengan memberikan banyak uang.


Tak lama, pak tua pun menghembuskan napasnya. Rozi memberikan sisa penjualan kepada putra pak tua yang keadaanya paling miskin. Bahkan, anak itulah yang telah ditunjuk dua kakak yang lain untuk memakamkan ayah mereka.


"Jangan khawatir. Ini, ada uang. Urus makam ayahmu dan hiduplah dengan layak!" ucap Rozi, seraya memberikan uang seharga 120 juta ke tangan putra bungsu pria tua itu. Karena si bungsu hanya menerima uang 5 juta sebagai tiket ke tempat ini.


Pria itu telah berbuat baik meskipun tidak sedang dalam sebuah misi. Rozi hanya mengikuti kata hatinya saja. Tanpa, iming-iming sebuah reward.


Ternyata, kebaikannya berimbas pada kelancaran usaha. Setelah memiliki cabang kedua, produk Ayam Garing Lezatos, milik Rozi semakin naik daun dan viral. Semua kalangan bahkan menyukainya.


Karena, produk ayam garingnya bahkan lebih enak dari brand ternama yang terkenal di seluruh negeri. Hingga pada akhirnya, Rozi telah memiliki beberapa cabang karena ada beberapa pengusaha menengah yang juga bekerja sama dengan usaha franchise miliknya.


"Bos, cabang milik pribadi anda sudah ada dua. Sementara, franchise ada empat, yang tersebar di sekitar kita ini. Apa anda tidak kepikiran untuk membeli mobil? Daripada kesana-kemari, menggunakan jasa sebuah aplikasi. Setidaknya, anda butuh kendaraan karena anda juga semakin sibuk sekarang. Relasi anda juga semakin banyak. Karena, kendaraan juga mampu menjelaskan identitas seorang pebisnis," tutur Alenia. Wanita itu ikut memangil bos pada Rozi seperti karyawannya yang lain.


Bahkan, kini Rozi memiliki sebuah bangunan yang ia gunakan sebagai kantor pusat. Rozi pun memilih Alenia sebagai asistennya.


Sementara Wanda dan juga Duo A, telah ia berikan posisi di beberapa cabang itu. Rozi mempercayai kinerja mereka yang jujur dan disiplin.


Pada saat inilah, Rozi memiliki keinginan untuk membeli sebuah kendaraan pribadi. Pemuda itu berniat untuk membeli mobil.


Rozi pergi di temani Alenia untuk melihat deretan Pajero sport di sebuah showroom. Tak disangka Rozi kembali bertemu dengan Tora dan kawan-kawannya.


"Sialan. Gue ketemu sama tuh anak songong lagi!" Tora bergumam ketika dirinya melihat Rozi berjalan ke arah deretan mobil-mobil mewah itu. Tora memegangi kepalan tangannya yang sudah gatal untuk membalas segala perbuatan Rozi padanya.


"Lu kenapa, Bro? Jadi gak tuker tambah mobilnya?" tegur salah satu kawan Tora yang heran saat melihat raut wajahnya.


"Arah jam 12. Itu dia orang yang udah bikin gue tinggal selama dua bulan di rumah sakit," jelas Tora seraya menahan kesal.


"Maksud lu, cowok yang kayak artis China itu!" tunjuk salah satu kawan Rozi. Membuat Tora semakin geram dengan kedua mata yang melotot lantaran, wanita yang berada di sebelah Rozi adalah sosok yang sangat cantik.


Tora, sangat kaget karena Alenia adalah wanita yang sangat cantik juga mobil yang Rozi pilih adalah keluaran terbaru. Sementara dirinya hanya mampu membeli mobil kijang biasa. Tora, yang telah mendengar kabar keberhasilan Rozi kembali mencari celah untuk menghina pemuda yang sangat ia benci.

__ADS_1


"Bangga banget lu ya, sukses dari mencuri resep paman gua!" tuding Tora pada Rozi di depan orang banyak.


__ADS_2