Setelah mendapatkan karyawan. Rozi mengajak Arga dan Arya untuk belanja perabotan yang akan ia gunakan untuk membuat produk masakan cepat saji tersebut.
Kenapa Rozi memilih usaha seperti ini, lantaran prospeknya semakin bagus. Pemuda ini menggunakan aplikasi jasa taksi online untuk mengantar ketiganya menuju pasar.
Setidaknya membutuhkan waktu setengah hari untuk hunting perabotan dan menghabiskan modal hampir tiga puluh juta. Rozi masih perlu furniture dan juga etalase khusus yang harus di pesan lebih dulu.
Untung Arga dan Arya adalah remaja yang cekatan. Mereka memiliki inisiatif dan kreativitas tinggi. Sehingga, Rozi tidak memerlukan tukang khusus untuk memasang segala peralatan tersebut.
"Bagaimana kalian bisa melakukanya?" tanya Rozi heran campur takjub. Karena tadi dirinya berada di lantai atas untuk membuat perhitungan lebih dulu. Namun, ketika dia turun beberapa perabot telah terpasang. Seperti lemari pendingin, freezer, show case dan juga kompor khusus, beserta meja serta beberapa rak lemari. Mereka hanya tinggal menunggu etalase yang di pesan jadi.
"Kami, hanya melihat tutorialnya di yutube, Bos," jelas Arga yang merubah panggilannya dari Abang menjadi Bos. Dan, hal itu membuat Rozi menggeleng keberatan.
"Kalian memang anak muda yang hebat. Oh iya, panggil Abang saja," titah Rozi sambil memukul pelan bahu Arga. Ia sangat bangga dan bersyukur telah memiliki anak buah yang cekatan dan hebat. Rozi yakin, usahanya akan berjalan lancar.
Rozi pun mulai menerangkan kepada Arga dan Arya kenapa dia mengambil jenis usaha ini dan bagaimana cara mereka memasarkannya. Juga teori mengolah ayam krispi. Mula-mula ia berniat membuat produk tersebut untuk mereka konsumsi lebih dulu. Setidaknya untuk menu makan malam nanti. Karena siang tadi mereka telah melahap nasi padang komplit dengan tunjang dan cumi asam manis pedas.
Tak lupa, Rozi memerintahkan Arya agar mengirimkan makanan lebih dulu kepada ayah mereka dirumah. Kebetulan, ayah Arga punya motor tua yang mati. Karena itu, Rozi membawanya ke bengkel agar mereka berdua dapat menjadikannya sebagai alat transportasi.
"Hari ini, aku akan mengajarkan pada kalian berdua bagaimana cara mengolah produk yang akan kita jual. Sebelum itu, aku ingin kalian belanja ayam potong yang masih segar di pasar sana," tegas Rozi sembari memberikan catatan serta uang kepada Arya dan sang kakak.
Kedua remaja laki-laki yang bersaudara tersebut, segera melaksanakan perintah dari bos mereka. Kebetulan, terdapat pasar sore di kampung sebelah. Arga membeli satu ekor ayam segar, dan juga beberapa barang seperti tepung dan yang lainnya.
Sebenarnya Rozi belum pernah membuat sebelumnya. Bahkan, Rozi juga sudah lupa bagaimana resep ayam krispi buatan sang ibu.
Ketika bekerja dengan Bono, Rozi hanya bertugas sebagai tukang cuci perabotan dan juga tukang buang sampah saja. Dia sama sekali tidak pernah melihat pria itu dan karyawan lainnya membuat ayam.
Namun, satu hal yang pemuda ini ingat. Ayam krispi buatan ibunya sangatlah garing dan renyah. Bahkan. Rozi menelan air liurnya saat mengingat bagaimana rasa dari masakan cepat saji tersebut.
"Ma, bagaimana caramu ketika membuat ayam selezat itu. Sampai para pelanggan harus mengantri ketika ingin menikmatinya." Rozi bergumam dengan pandangan yang menerawang jauh. Mengingat momen beberapa tahun lalu ketika dirinya yang baru pulang sekolah melihat begitu ramai resto milik orang tuanya itu.
Hingga, remaja yang mengenakan pakaian putih biru ini menatap kedua orangtuanya yang sibuk dengan binar penuh kekaguman. Meksipun, kisah bahagia mereka itu tidak berlangsung lama.
"Alzera, aku ingin membuat ayam krispi seenak buatan mama. Apa aku bisa mendapatkan kemampuan seperti itu dengan bantuanmu?"
[ Bisa, Tuan. ]
"Bagaimana caranya!" Rozi sampai meluruskan duduknya ketika mendengar jawaban dari sistem.
[ Gunakan Avatar. ]
__ADS_1
"Benar juga. Cepat buka main menu!"
[ Baik! ]
Alzera yang merupakan sistem pendamping Rozi untuk mendapatkan kekayaannya. Menampilkan panel berwarna kebiruan, di hadapan pemuda tampan ini.
Kemudian, Rozi menyentuh panel tersebut dan terus mencari hingga ia menemukan Avatar yang di cari.
"Mungkin, aku bisa menggunakan Avatar koki."
[ Benar, Tuan. ]
"Kalau begitu, aku akan membelinya," ucap Rozi seraya membuka tabel harga. Dan, hal itu sontak membuat kedua matanya terbelalak.
"Tiga puluh juta!" pekik Rozi. Untung saja di dalam bangunan itu hanya ada dirinya. Karena kedua anak buahnya itu belum kembali. Karenanya, Rozi memanfaatkan waktunya untuk berkomunikasi dengan sistem.
[ Masukkan dalam daftar modal. Karena ilmu itu mahal, Tuan. ]
Penjelasan Alzera membuat pemuda berambut pendek ini mengangguk tanda mengerti.
"Baiklah, aku akan membelinya. Tapi, tunggu dulu! Ketika aku membeli Avatar dewa binatang seharga Tujuh puluh juta ... kenapa kau tidak memotongnya dari koin yang ku punya?" heran Rozi. Tidak mungkin sistem lupa, begitulah pikirnya.
"Kenapa kau tidak menjelaskan pada saat itu?"
[ Anda tidak bertanya. ]
"Benar juga. Lalu kenapa kau berikan reward sebanyak itu pada misi pertama dan lebih sedikit pada saat misi kedua?"
[ Karena anda butuh modal besar, Tuan. ]
"Jadi, begitu."
[ Seterusnya, sistem akan memberikan reward yang bisa membuat usaha anda berkembang pesat. ]
[ Semua itu tergantung anda. Gunakan setiap kesempatan sebaik-baiknya. ]
Rozi terlihat mengangguk lagi. Semenjak kecerdasannya bertambah, maka Rozi dapat membuka peluang bisnis dan merancang apa saja yang akan ia lakukan ke depan.
Sebelum kedua anak buahnya pulang. Rozi langsung mengaktifkan Avatar koki tersebut. Pada saat itu juga, dirinya seperti menerima informasi yang banyak di kepalanya. Cara berpikir dan bergeraknya sesuai dengan avatar yang ia pilih.
__ADS_1
Karenanya, pada saat Arga dan Arya telah kembali dari pasar. Rozi langsung mengeksekusi barang-barang tersebut. Meracik bumbu sesuai apa yang ada di dalam kepalanya.
Kedua anak jejak agung melihat bagaimana aksi dari bos mereka meracik makanan cepat saji tersebut. Bahkan hasilnya sangat di luar dugaan. Mereka bertiga menikmati makanan yang baru saja dibuat oleh Rozi.
" Ini, lezat sekali, Bos!" puji Arya.
"Saya yakin, produk kita ini akan sangat laris di pasaran. Apalagi jika anda mau menjualnya dengan harga yang terjangkau," ucap Arga. Dan, Rozi sangat menyetujui jalan pikiran remaja tersebut.
"Kita bisa buat motto Rasa Selangit Harga Irit. Bagaimana, menurut kalian?" tanya Rozi meminta pendapat dari kedua karyawan yang ternyata cukup pintar ini.
"Kami setuju!" sahut keduanya kompak. Mereka bertiga pun tertawa.
"Kalau begini aku tinggal mencari pekerja wanita yang akan menjadi kasir," ucap Rozi.
"Kami tidak bisa membantu, Bos. Karena kami tidak memiliki kenalan wanita yang pintar dan cantik," sahur Arga.
"Kau benar, setidaknya kasir itu harus perempuan muda yang memiliki paras dan penampilan menarik. Itu adalah salah satu, image dari bisnis apapun itu," terang Rozi kembali.
Sepulangnya Arga dan Arya.
Sistem dalam kepalanya berkata.
[ Bersiaplah, Tuan. ]
"Untuk apa?"
[ Misi ketiga. ]
"Secepat ini?"
[ Karena anda akan mendapatkan pilar Rescue selain reward besar. ]
"Benarkah!"
"Misi apa, Al?"
[ Tunggu saja. ]
...Bersambung ...
__ADS_1
...Bersambung ...