Sistem Avatar Menjadi Kaya

Sistem Avatar Menjadi Kaya
Bab. 14. AYAM GARING LEZATOS.


__ADS_3

"Berapa reward yang ku dapatkan Al?" tanya Rozi pada sistem di kepalanya.


[Reward anda kali ini, masih dengan koin senilai seratus juta. Dengan beberapa perangkat lunak seperti CCTV dan ponsel baru untuk para karyawan anda. ]


"Wah, kedaiku canggih sekali punya CCTV. Baiklah, ponselnya aku simpan dulu di inventaris. Karena, aku akan memberikan itu sebagai reward di bulan pertama mereka bekerja. Jadi, aku ingin melihat dulu bagaimana dedikasi mereka terhadap usahaku ini," tutur Rozi.


Sistem pun menyimpan beberapa barang tersebut. Rozi telah menjalin kerja sama dengan Pak Igon. Karena dirinya telah memberikan modal untuk pria tua itu kembali membuka bisnis peternakannya.


"Gunakan uang ini sebagai modal. Bapak pasti tau kemana harus mencari ayam potong yang bagus dan berkualitas. Saya, mengandalkan Bapak," ucap pemuda itu seraya meletakkan uang senilai lima belas juta ke tangan Pak tua Igon.


Pak Igon sangat senang dan merasa mendapat berkat karena telah bertemu dengan penerus dari relasi bisnisnya yang sangat baik dulu.


"Kau baik sekali, Nak. Sudah menyembuhkan cucuku, sekarang memberi modal untuk usahaku. Kau sungguh, mewarisi sifat dermawan dari kedua orang tuamu, Nak. Mereka di sana ... pasti bangga kepadamu," ucap Igon lirih seraya mengusap kepala Rozi. Dengan mata yang sudah mendung karena membendung air mata.


Pemuda itu merasa dadanya seketika hangat mendapat usapan yang sudah tak ia rasakan di kepalanya. Karena biasanya yang melakukannya adalah sang papa.


Tak lama, Rozi pun pamit pulang. Karena, pemuda itu ingin secepatnya membuka usaha tersebut.


Keesokan harinya, Igon telah mengirim ayam potong sebanyak tiga puluh ekor. Sebab, Rozi akan membuat banyak ayam krispi.


Rozi memerintahkan pada duo A untuk memasang pamflet pembukaan yang menarik dengan tulisan buy 1get 2 free. Rozi ingin lebih memperkenalkan lebih dulu produknya kepada masyarakat.


Spanduk dan beberapa banner telah terpasang. Kedai milik Rozi telah tapi dan nampak sempurna. Kedai pemula itu telah di dukung beberapa perangkat canggih. Meskipun, terletak di dekat perkampungan, namun terlihat berkelas dan mahal. Meskipun, harga yang akan di lempar cukup terjangkau dengan kantung rakyat menengah kebawah sekalipun.


"Sistem bagaimana statusku sekarang? Kenapa aku merasa lebih baik dalam berpikir dan juga berbicara?" tanya Rozi yang heran. Apalagi, Wanda beberapa hari ini terlihat salah tingkah jika dirinya bicara cukup dekat dan hanya berupa saja.


Padahal, Rozi hanya ingin bertukar pikiran. Wanda bukan hanya ia anggap sebagai kasir. Tetapi, juga penasihat dalam setiap rencana usahanya. Gadis itu memiliki pemikiran yang lebih kekinian. Karena, Rozi juga harus memikirkan bagaimana desain dari kotak serta bungkus dari produknya nanti. Juga slogan yang akan ia letakkan di depan kedainya.


[ Baik Tuan. ]


[ Status anda saat ini adalah ...


Nama : Rozi Dekheel.


Umur : 19 tahun.


Jenis kelamin : Laki-laki.


Kepintaran : 75

__ADS_1


Kemampuan: Pelari cepat. Pemilik elemen batu dan besi.


Pilar : Rescue dan Medical.


Kecepatan : 75.


Kekuatan : 75.


Ketampanan : 75.


Sisa koin : 20. 000.


Inventaris : Sertifikat rumah, sertifikat ruko dan tiga ponsel.


Membeli perlengkapan etalase seharga : 5. 000. 000.


Memberi modal kepada pak Igon : 15. 000.000.


Belanja perlengkapan serta kebutuhan dagang : 40. 000.000.


Jumlah sisa uang dalam Doku : 102. 500. 000. ]


Bos Rozi. Kenapa dia senyum-senyum sendiri. Seperti sedang bicara dengan orang lain. Tapi, tidak ada siapapun di ruang tengah.


Wanda hanya bisa bergumam dalam hati. Melempar segala kebingungannya dengan pertanyaan yang hanya dapat ia putar dalam kepalanya saja.


Dengan sebuah tablet di tangannya. Wanda yang merangkap sebagai asisten itu mencatat segala keperluan dan rencana yang telah ia bicarakan dengan Rozi beberapa saat lalu.


Pagi ini, mereka pun akhirnya membuka kedai. Rozi telah bekerja keras membuat ayam-ayam garing itu bersama kedua karyawannya. Siapa lagi kalau bukan duo A. Rozi menggunakan Avatar koki membuat ia belajar cepat membuat produk makanan cepat saji itu. Kini, segala kemampuan memasak telah di setting dalam kepalanya. Sehingga, Rozi tak perlu lagi menggunakan Avatar itu terus menerus. Karena hal itu tentu saja akan membuang koinnya.


Dua A bahkan sengaja menjadi maskot yang menggunakan kostum ayam. Mereka berdua bermaksud akan menarik perhatian anak-anak. Sehingga, mahluk kecil itu akan membawa ibu mereka mencicipi produk yang mereka sediakan.


Sebuah slogan : AYAM GARING LEZATOS.


RASA SELANGIT HARGA IRIT.


BELI SATU GRATIS DUA.


Tulisan yang akan menarik minat konsumen. Serta desain dari logo produk mereka juga menentukan daya tarik pembeli.

__ADS_1


Terbukti, dalam waktu kurang dari satu jam. Para calon konsumen ini berduyun-duyun telah memenuhi kedai hingga ruangan tersebut penuh sesak.


"Al, keluarkan tabel olshop. Aku ingin membeli beberapa tenda dan juga kursi. Kau lihatkan para konsumen sangat banyak," bisik Rozi pada sistem.


[ Baik Tuan. Tabel di buka. ]


Maka terpampanglah di hadapan Rozi sebuah tabel olshop. Pemuda itu pun mencari barang yang ia perlukan. Setelah ketemu klik ambil lau bayar.


"Murah, hanya sekitar delapan juta." Rozi berkata dengan senyum puas.


Dalam sekejap, mobil bak terbuka datang dengan beberapa orang pria bertubuh kekar turun. Mereka segera memasang tenda serta kursi dan meja dengan cepat. Semua telah tersusun rapi dan estetik. Para konsumen pun berteriak senang.


"Al, aku juga butuh pelayan tambahan. Apakah ada jasa aplikasi yang menyediakan kebutuhan ku ini?" tanya Rozi yang nampak kebingungan karena kedua karyawannya sudah kelimpungan. Sementara, dirinya bertugas menggoreng ayam.


[ Tentu saja ada Tuan. ]


Sistem pun menampilkan tabel dan terpampanglah deretan para pelayan pria dan wanita dengan harga sewa mereka.


"Wah ini keren. Baiklah aku sewa empat orang. Dia pria dan dua wanita." Rozi pun mengklik tombol hijau. Dalam waktu seperlima menit. Para pelayan sewaan seharga dua juta itu telah datang.


Rozi tersenyum senang.


Hari promosi usahanya berjalan di luar dugaan. Ternyata tanggapan masyarakat begitu antusias. Dalam waktu cepat, kedainya telah viral di media sosial.


Selama beberapa bulan usaha kedai ayam garing, Rozi lancar jaya. Kemudian, pemuda ini berniat mencari pekerja yang bisa ikut mengatur bisnisnya. Rozi ingin membuka cabang usaha franchisenya ini dengan modal yang telah ia miliki sekarang.


"Saya akan merekrut kawan-kawan saya yang memang membutuhkan pekerjaan. Jika Bos setuju," ucap Arga mengusulkan agar Rozi mengambil para pekerja dari kalangan pemuda pengangguran.


Arga merekrut beberapa temannya untuk membantu di cabang kedua. Sementara, Wanda menghubungi salah satu teman kuliahnya dulu.


"Salah satu temanku, akan datang kesini besok, Bos," ucap Wanda dengan wajah menunduk. Hal itu membuat Rozi mengerutkan keningnya. Karena, wanita di hadapannya ini semakin lama bersikap aneh. Akan tetapi, Rozi yang tengah sibuk dengan rencana usahanya berusaha abai akan hal itu.


"Wanda, aku ingin mencari lokasi ruko yang baru. Kau jaga kedai ini selama aku pergi!" titah Rozi yang kemudian hanya diberi anggukkan kepala oleh Wanda. Meski begitu, gadis muda itu menatap terus punggung Rozi yang menjauh darinya.


Rozi yang sedang berjalan-jalan mencari alamat ruko yang akan di sewakan, kebetulan melihat sosok wanita yang tak asing dalam ingatannya.


"Wanita itu, bukannya si pemilik anjing Siberian Husky? Kenapa dia menangis di pinggir trotoar?"


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2