Sistem Avatar Menjadi Kaya

Sistem Avatar Menjadi Kaya
Bab. 20. Kebakaran Jenggot.


__ADS_3

"Apa yang ku dapatkan ... karena telah menyelesaikan misi ini?" tagih Rozi pada sistem.


[ Selamat, Tuan! Anda mendapatkan kemampuan tiga bahasa asing. Inggris, Korea dan Jepang. ]


"Apa?"


Zepp!


"Argh!"


Rozi memegangi kepalanya ketika berbagai informasi bahasa itu masuk memenuhi otaknya.


"Sakit!" protes Rozi.


[ Hanya sedikit. Jadi lakik jangan lemah! ]


"Hei! Bukan masalah itu, Al! Tapi kau tidak mengatakan apapun soal ini!" protes Rozi tidak terima di kata lemah oleh Alzera.


Dulu mungkin iya, tapi sekarang ... tidak lagi. Rozi hanya menahan diri karena perintah dari sistem.


Tentunya, karena hal itu ia mendapat berbagai Reward yang semakin memudahkan usahanya.


[ Satu lagi Tuan bersiaplah. Anda akan menerima kemampuan berbisnis, pengusaha sejati. ]


"Baiklah."


Zepp!


"Ah!" Kali ini Rozi mampu menahan rasa sakit itu, demi sebuah informasi yang masuk ke dalam kepalanya, karena tadi Alzera telah memperingatinya lebih dulu. Keringat dingin bercucuran dan napasnya terengah-engah.


"Kenapa sesakit ini. Berbeda ketika aku menggunakan kemampuan Avatar?" tanya Rozi heran.


[ Tentu saja karena informasi yang sistem berikan tertanam selamanya di kepala anda. Sementara kemampuan Avatar hanya di saat anda menggunakannya saja. ]


"Lalu, untuk apa bahasa asing itu? Aku tidak ada rencana ke luar negeri," heran Rozi.


[ Suatu saat. Anda pasti membutuhkannya. Karena seorang pengusaha harus bisa membawa dirinya dimana pun nanti berada. ]


Rozi pun mengangguk tanda mengerti pada saat Alzera menjelaskan manfaat kemampuan serta perbedaannya ketika merasuk ke dalam kepalanya.


Beberapa hari kemudian.


Setelah Rozi memindai lokasi pengambilan Vidio para penjahat cyber itu, melalui CCTV miliknya, serta menelusuri siapa akun yang pertama kali menyebarkan Vidio tersebut.


"Kami ikut, Bos!" tawar Arga dan Arya. Dua kakak beradik ini bersikeras ingin ikut. Meskipun Rozi telah melarang. Karena dirinya akan menggunakan tenaga dari para komplotan preman yang telah ia bayar.


"Jangan mengotori tangan kalian. Aku membutuhkan kehadiranmu dan juga adikmu itu untuk mengurus bisnis. Biarlah, untuk hal-hal kotor semacam ini, para komplotan preman bayaran yang akan menyelesaikannya," jelas Rozi.


Mau tak mau, Arga dan Arya pun menurut. Mereka sebenarnya juga geram terhadap para penjahat itu, tapi perintah dari bos tentu tidak boleh di langgar.


Rozi telah membantu mereka berdua merubah nasib. Kini, dengan hasil gaji bekerja dengannya. Duo A bisa membawa ayah mereka berobat ke rumah sakit. Sehingga, orangtuanya itu dapat menjalani berbagai terapi.

__ADS_1


Para preman bayaran telah membawa tersangka penyebar video ke tempat yang Rozi siapkan. Pemuda itu tak ingin melakukan apapun terhadap mereka. Meskipun, kalau menuruti apa kata hatinya ia ingin sekali, melubangi kepala empat orang tersangka ini.


Rozi melangkah mendekat pada jawaban tersangka yang telah diikat tangan dan kakinya menyatu pada sebuah batang pohon besar. Mereka berempat juga telah di sumpal mulutnya. Wajah mereka sebagian lebam karena telah di pukuli oleh para preman. Sebab, para kawanan tersangka ini sempat melawan pada saat penangkapan.


Rozi mendekat pada salah satu tersangka pembuat dan penyebar Vidio hoax yang sempat menjatuhkan omset usahanya dan mencemarkan nama baik perusahaannya itu. Pemuda ini menahan bogemannya untuk tetap di samping tubuh. Sekuat tenaga menahan emosi yang sempat hampir meledak itu.


Rozi mengangkat tangannya untuk, mencengkeram rambut salah satu tersangka, lalu menarik hingga wajah pria itu mendongak.


"Buka sumpalan pada mulutnya!" titah Rozi kepada salah satu preman bayarannya. Juga, termasuk tiga kawan Tora yang juga membantu pengungkapan identitas para tersangka ini.


Pada saat itu, Rozi pun telah dapat membaca Kepada siapa tersangka utama pantas dinobatkan.


"Baik, Bos!" jawab sang preman, sehingga menciptakan senyum getir di wajah Rozi.


Dengan uang. Panggilan serta perlakuan kalian berubah seketika padaku. Uang dan kekuasaan memang mampu mengubah perangai serta hati manusia. Sungguh miris dan ironis. Dulu tanpa uang aku kalian caci, maki dan juga sakiti. Kini, dengan uang aku bisa membeli kepatuhan kalian.


Ya, begitu hebatnya pengaruh uang dan kekuasaan bukan?


Entahlah, uang yang menjadi budakmu atau sebaliknya.


Rozi mendapatkan semua ini pun tak semudah yang ia kira. Meskipun ada sistem yang memang terkadang memberi berbagai kemudahan padanya.


Setelah sumpalan di buka, pria itu pun merengek memohon ampunan pada Rozi.


"Tolong lepaskan saya. Saya melakukan ini karena terpaksa," ucap pria itu dengan derai air mata. Sebab, pria itu melihat ada aura dahsyat yang terpancar dari wajah Rozi. Aura yang belum pernah ia lihat sebelumnya, namun itu sangat membuat ciut nyalinya. Pemuda dihadapannya ini pasti mampu melakukan apapun tanpa bantuan para preman sekalipun.


Ya, Rozi hanya dengan satu tangannya saja, sebenarnya mampu memecahkan seluruh tulang para tersangka kejahatan ini. Hanya saja, Rozi lebih suka menahan dirinya. Ia tak mau menggunakan kekuatan yang ia miliki untuk menghabisi lawan yang sudah lemah.


Kau hebat dan kuat bukan karena mampu membunuh dan menghancurkan musuh-musuhmu. Akan tetapi, ketika kau mampu mengalahkan ego dan napsu dalam dirimu.


"Siapa yang telah menyuruh kalian? Jawab dengan jujur!" tegas Rozi penuh penekanan.


"Huks, jika saya katakan maka keluarga saja akan dihabisi," jawab pria itu.


Jawaban yang sudah di duga oleh Rozi. Hingga, pemuda itu kembali tersenyum getir.


"Tanpa kalian menjawab pun, apa kau yakin jika keluargamu di sana akan baik-baik saja? Ketika ... kalian memutuskan bersekutu atau berkerja dengan orang-orang jahat, maka nyawa kalian beserta keluarga tak ada lagi harganya. Lain kali, pikirkan baik-baik caramu mencari rejeki untuk keluargamu!" tegas Rozi lagi.


"Sekarang, ikuti arahanku maka setelah ini kalian akan bebas!" Rozi pun menjentikkan jarinya pada para preman tersebut, dan mereka pun mulai mengerjakan apa yang telah Rozi perintah sebelumnya.


"Ayo, katakan dengan jujur, siapa yang telah menyuruh kalian untuk membuat Vidio pencemaran nama baik itu! Cepat katakan dengan jujur!" hardik preman tersebut, sementara kawan yang lainnya mengarahkan kamera ponsel dengan Vidio streaming.


Ya, Rozi sengaja membuat Vidio agar semua netizen tau bahwa memang ada yang berniat jahat terhadap usahanya.


Nama baik kedai ayam garing lezatos telah kembali. Bahkan pagi ini, Rozi telah mendapat ratusan proposal pengajuan untuk pembukaan cabang franchise yang baru.


Senyum kini terkembang sempurna di wajah tampan yang semakin rupawan itu. Bahkan, banyak para customer yang memujinya di laman media sosial mereka. Tak jarang, jika Rozi mengunjungi salah satu outlet maka para konsumen yang kebanyakan anak milenial ini akan minta foto dengannya.


Memeriksa proposal pengajuan telah menjadi pekerjaan Rozi setiap hari. Pemuda tampan ini harus memperhatikan dan membaca dengan seksama. Dirinya tak mau jika nanti sampai salah pilih apalagi sampai salah orang dalam menjalin kerja sama.


Kemampuannya dalam melihat lahan bisnis semakin terasah. Rozi pandai melihat peluang dengan cermat.

__ADS_1


Masalah tentu saja tak luput dari kesuksesan seseorang. Kendala pada saat menjalankan bisnis pasti akan tetap ada. Apalagi, Rozi berkutat di bisnis makanan cepat saji.


Setelah masalah pasokan ayam selesai.


Kini Rozi di hadapi dengan masalah pasokan bumbu dan juga tepung.


"Bos, apa kita harus kedesa-desa, demi mencari pemasok?"


"Ide bagus Ar. Akhirnya, kamu lama-kelamaan paham cara kerja kita," puji Rozi.


Kali ini bukan hal yang mudah bagi Rozi bersaing mendapatkan bahan baku bumbu dan tepung.


Akan tetapi, Rozi tetap tak patah arang.


"Saya akan tinggal beberapa hari disini. Saya juga akan membantu bapak bertani," ucap Rozi pada salah satu petani.


"Terserah kamu, Nak. Saya sudah punya pengepul. Saya tidak akan bisa dengan mudah menjual hasil kebun dengan orang asing."


Mendengar penjelasan dari sang petani membuat semangat Rozi benar-benar menciut. Akan tetapi, ucapan dari istri sang petani sekan mengembalikan nyawanya yang hampir terbang.


"Nak. Kau tidak akan bisa mendapatkan bumbu dalam bentuk bulat. Tetapi, kau bisa mendapatkan bumbu dalam bentuk halus."


Wanita itu pun memberitahukan pada Rozi alamat para pengusaha kecil yang memproduksi bumbu kering dan bumbu halus basah.


Mereka adalah UKM ( usaha kecil menengah )


Tanpa banyak berpikir lagi, Rozi pun mendatangi mereka.


"Ternyata, lebih mudah begini. Bahkan kita tak usah memikirkan lagi cara untuk menghaluskan bumbu. Ah ... kenapa tidak terpikirkan?" ucap Arga ketika mereka beristirahat di warung kopi pinggiran kampung.


"Karena, untuk mendapatkan sebuah jawaban dari kebingungan itu. Kita harus mencari jalan terlebih dahulu sebelum mencapai ke tempat yang kita butuhkan. Tak akan ada solusi tanpa kerja keras dalam mencari jalan keluar. Kita tidak akan mencapai mimpi jika hanya berpangku tangan. Bahkan, setelah semua berhasil dengan jerih payah, rasanya akan lebih nikmat," tutur Rozi.


"Anda kenapa dewasa sekali kalau sudah memberi nasihat. Seperti bukan anak muda. Tapi, saya melihat anda seperti orang dewasa yang sudah banyak makan asam garam kehidupan," puji Arga.


Rozi pun tergelak. Hingga deretan giginya yang putih nampak jelas.


"Tak perlu dewasa untuk merasakan asam garam kehidupan," ucapnya.


Usaha, Rozi semakin lancar dengan Keja keras yang di imbangi dengan kemampuan bisnis yang Rozi miliki. Pemuda itu menjadi jenius dan pandai melihat peluang yang ada.


Setiap pengajuan maka akan Rozi pilih apakah tempat atau lokasi ye sebutan strategis atau tidak. Semakin maju, karena Rozi telah membuka belasan cabang yang baru.


Karena kasus yang viral di media sosial justru membuat brandnya semakin melambung dan terkenal. Rozi, bahkan mendapat tawaran kerja sama dari pengusaha franchise terbesar di negara ini.


Pemilik brand ayam krispi terkenal itu, menawarkan hal yang sangat Rozi nantikan. Akan tetapi, Rozi yakin tanpa mendompleng nama besar mereka, ia pun bisa berada di urutan teratas, sebagai pengusaha produk yang merakyat.


Sementara itu di tempat lain, ada beberapa orang yang kebakaran jenggot dengan keberhasilan Rozi.


"Bocah sialan!"


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2