"Tentu saja, Bos karena Lindsay adalah artis dan juga model papan atas. Bahkan sudah bertaraf internasional. Anda sangat beruntung, karena Nona Lindsay menyukai produk makanan cepat saji keluaran dari brand kita," ucap Wanda antusias dan terlihat sekali Jika wanita muda ini sangatlah senang.
Rozi masih membuka buka situs yang mengungkap biodata mengenai Lindsay Sikorsky. Di sanalah pemuda ini menemukan sebuah gambar di mana model cantik tersebut tengah memangku seekor anjing chihuahua yang berwarna putih. Pada saat itulah Rozi kembali teringat akan misi pertamanya.
"Jadi dia adalah wanita pemilik anjing chihuahua yang hilang itu? Kebetulan sekali,"gumam Rozi.
"Kita harus mengundangnya, Wanda. Kita harus berterimakasih padanya. Lalu, kita bisa membuat konten dari pertemuan itu. Kita harus bisa memanfaatkan the power of netizen untuk membuat brand kita semakin di atas. Kalau bisa sampai mendunia," tutur Rozi mengutarakan rencananya pada karyawan ketiga yang ia rekrut kala itu.
Wanda pun mengangguk setuju dengan mengulas senyum terbaiknya. Seketika, wanita itu langsung menundukkan wajahnya saat ia sadari bahwa Rozi tengah memperhatikan dirinya.
Rozi baru sadar jika wanita di hadapannya ini semakin cantik dan menarik. Mungkin, karena saat ini Wanda telah memiliki karir tetap sehingga dirinya bisa merawat diri.
Rozi pun tersenyum tipis, ia menggelengkan kepalanya demi menghapus setiap keinginannya di luar rencananya yang ingin menjadi pemuda sukses.
"Anda kenapa Bos?" tanya Wanda heran. Karena melihat Rozi yang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Pria itu juga terlihat menghela napasnya.
"Tidak ada, aku hanya sedikit haus," jawab Rozi mengelak. Ia tak mungkin mengatakan dengan jujur jika dirinya sempat tertarik dengan kecantikan karyawannya ini.
"Baiklah, Bos. Akan saya buatkan, tunggu sebentar." Wanda pun kedalam, tepatnya ke area dapur. Wanita itu dengan cepat membuatkan minum untuk pria yang secara tak sadar telah ia sukai sejak lama. Tepatnya sejak Rozi menyelamatkan dirinya dari para preman.
__ADS_1
"Mumpung Bos lagi di sini, aku harus membuatnya tertarik padaku. Tetapi ... bagaimana caranya?" Wanda berpikir sejenak sebelum membawa minuman dan camilan ke ruang depan.
Wanda mencari cermin dan sekilas melihat penampilannya di depan benda yang mampu memantulkan bayangan dirinya saat ini.
Wanda memutuskan untuk membuka ikatan pada rambut, dan juga membuka satu kancing atas pada bagian bluesnya. Sehingga saat ini penampilannya jadi terlihat lebih modis dan sensual.
Wanda berjalan dengan anggun ke depan. Menuju tempat di mana sang pemilik usaha ini tenaga duduk di sofa dengan santai sambil menatap layar tablet di tangannya dengan serius.
"Silakan, Bos. Hanya tersedia ini di dapur," ucap Wanda dengan senyumnya yang manis dan menawan.
Rozi menoleh dan terkesiap. Penampilan Wanda telah berubah lebih segar dari yang pertama kali tadi ia lihat.
"Terimakasih," ucapnya berusaha tenang.
Sekalipun, hormon kelelakiannya tertarik jika melihat kecantikan dan keindahan. Apalagi, itu semua ada pada karyawan yang juga cukup dekat dengannya. Setidaknya itu menandakan bahwa dirinya masih normal.
Akan tetapi, seumur usianya Rozi belum pernah menjalin hubungan dengan makhluk yang bernama wanita. Kecuali dengan ibunya sendiri. Sehingga pemuda itu nampak kaku. Tidak pandai memuji apalagi merayu.
Padahal dengan modal ketampanan yang pemuda itu miliki saat ini, membuatnya tak perlu melakukan apapun. Para wanita itu pasti akan berbaris untuk memikat hatinya.
__ADS_1
"Jadi kita akan mengundang nona Lindsay kapan, Bos?" tanya Wanda.
Rozi memajukan wajahnya, hingga Wanda merasa kehabisan oksigen seketika.
"Undang saja secepatnya. Dia pasti sangat sibuk. Tapi, aku tau kau bisa diandalkan," ucap Rozi kembali pada posisinya semula.
Pemuda itu tanpa sadar telah membuat hati seorang perempuan berdebar-debar tak karuan.
Undangan telah sampai pada sang model yang cantik dan ramah itu.
Lindsay pun tersenyum penuh kemenangan. Hari ini ia menjalani pekerjaannya dengan hati ruang gembira. "Akhirnya, aku akan segera tau siapa kau sebenarnya wahai tuan pengusaha misterius."
"Lindsay besok malam ikutlah aku ke pesta anak gubernur. Aku ingin kau yang menjadi pasanganku di sana. Kau mau kan?" tanya seorang pria tampan dengan wajahnya yang menunjukkan bahwa dia salah seorang Flamboyan sejati.
"Maaf, Draco. Aku sudah ada janji dengan seorang enterpreneur muda. Kau terlambat," jawab Lindsay seraya melewati pria gagah itu.
"Sial! Kau selalu menolakku!" Pria itu pun mengangkat ponselnya ke dekat telinga.
"Kali ini, culik adik kesayangan. Kita jalankan rencana B." ucap pria itu kepada para orang suruhannya melalui telepon.
__ADS_1
...Bersambung ...