
Manager Lee duduk dengan beribu kekhawatiran. Bagaimana tidak, di saat yang sama dia harus bicara dengan yang punya rumah produksi yang menaungi artis-artis manajemen nya. Nota bene bos besarnya.
Satu masalah saja sudah membuat pikiran manager Lee pusing tujuh keliling. Apalagi ditambah masalah Jeco yang kini harus lebih lama di rumah sakit karena luka di tulang, juga gangguan pencernaan akibat terlalu ketat diet.
Setengah jam berlalu, manajeger Lee masih duduk menunggu di ruangan kerja milik perusahaan rumah produksi entertainment itu dengan jantung tak menentu dan keringat dingin yang mulai membasahi sebagian kemejanya.
Orang yang ditunggu belum muncul, entah apa yang membuatnya datang terlambat tidak seperti biasanya.
Klek
Pintu ruangan pun terbuka, dan pandangan manager Lee menoleh ke arah pintu.
"Sudah lama menunggu?" Tanya Park Soo melihat ke arah manager.
"Belum bos." Bohong manager Lee karena tak mau dimarahin di hadapan bos, bos harus selalu benar.
"Syukurlah." Park soo pun mendaratkan pantatnya di kursi kebesaran nya dengan santai.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Park soo melihat pada manager Lee yang terlihat gugup dan pucat.
Park soo menggigit ballpoint nya seperti kebiasaannya selama ini sambil menatap serius lurus ke arah depan dimana manager Lee agak rikuh.
"Maaf bos... saya.. mau bicara mengenai Rei." Manager Lee memulai bicara dengan hati-hati agar sang bos tidak tersinggung.
"Kenapa dengan Rei?" Park Soo masih dengan ekspresi yang sama melihat pada manager Lee.
__ADS_1
"Mmm.. maaf bos, sebelumnya Reu sudah bicara sama saya mengenai kontrak nya. Dia ingin mengundurkan diri dari rumah produksi kita dengan alasan karena keluarganya menginginkan dia sebagai penerus bisnis keluarganya. Dan Rei berniat untuk melanjutkan kuliahnya ke luar negeri." Ucap Manager yang Lee sudah siap-siap kena semprot sang bos.
"Mmm... aku sudah tahu. Tadi aku sudah bertemu dengan ayahnya Rei." Jawab Park Soo dengan ekspresi tenang tidak sesuai dengan sangkaan manager Lee.
Sejenak pandangan Manager Lee terhenti melihat Park Soo. Waktu seolah berhenti berputar. Dia masih tidak percaya kalau bosnya itu sudah tahu masalah Rej dengan cepat. Itu benar-benar membuat hatinya plong. Kalau melihat ekspresi sang bos, sepertinya tidak terlihat masalah.
"Jadi bos sudah tahu?" Tanya manager Lee membuka lebar matanya dan sedikit memajukan badannya ke depan ingin memastikan sekali lagi bahwa Park Soo sudah mengetahui masalah Rei.
"Iya. Bahkan ayahnya Rei menawarkan padaku untuk bantuan modal investasi. Ya buatku tidak masalah kalau dia mau mengundurkan diri. Tapi masih ada kontrak yang tak bisa seutuhnya dia lepas, seperti kontrak iklan dia dengan perusahaan kosmetik. Aku pikir itu tidak akan menyita waktu Rei kok. Setelah pemotretan dan syuting iklan dia bisa pergi dari kita." Jawab Park Soo santai.
Bagai ditiup angin segar, manager Lee merasa lega. Satu masalah selesai dengan mudah tanpa drama. Tinggal satu lagi tentang Jeco. Manager Lee masih terdiam belum membuka mulut untuk melanjutkan bicaranya. Dia hanya mengangguk-ngangguk atas permasalahan Rei, dan bingung atas masalah Jeco.
"Apa ada yang masih ingin kamu bicarakan?" Park Soo agak menyipitkan mata melihat manager Lee masih terdiam di depannya dengan wajah bingung.
"Maaf bos.. tentang Jeco." Manager Lee agak sungkan untuk bicara.
"Mmm.. Jeco dirawat bos." Jawab Manager Lee agak gagap.
"Dirawat? Kok bisa? Memangnya dia sakit apa?" Nada Park Soo meninggi begitu mendengar Jeco dirawat. Dia rupanya baru tahu bahwa salah satu artisnya sedang sakit. Bahkan harus masuk ke rumah sakit. Biasanya kalau sakit biasa ada klinik dan dokter jaga di mes artis yang siap 24 jam melayani para artis-artis nya.
"Mmm.. kekurangan nutrisi sama jatuh bos." Manager Lee langsung menunduk tak berani menatap wajah bosnya yang kemungkinan dia bakal kaget. Diremasnya celana jins bagian lututnya agar dia merasa ada pegangan untuk menahan ketakutannya.
"Apa???" Suara melengking Park Soo seperti peluit ditiup saja. Benar saja. Suara Park Soo yang melengking membuat gendang telinga manager Lee berdenging kesakitan. Dan hal itu bukan kali ini saja manager Lee mendengar marahnya Park Soo. Sekian tahun dia bekerja, dia sudah hafal betul kebiasaan bos besarnya itu jika marah.
Bahkan orang yang sedang di luar ruangan pun ikut terperanjat karena kaget. Kalau sudah begini urusannya pasti bakal panjang dan membabi buta kepada siapapun yang akan ditemui Park Soo nantinya.
__ADS_1
Mereka tahu sang bos punya kebiasaan buruk seperti itu. Makanya tak ada yang berani macam-macam dengan pemilik perusahaan itu kalau tak ingin berakhir di pemecatan.
"Maaf bos... " Manager Lee semakin tertunduk ketakutan.
"Bodoh kamu ya!" Park Soo menggebrak meja kerjanya dengan keras sehingga manager Lee melonjak kaget bukan kepalang.
"Kamu tahu... sudah berapa lama kamu bekerja hah? Kenapa sampai Jeco sakit? Apa kamu lalai mengurus dia hah?" Tegur Park Soo tidak terima kalau salah satu artis yang diandalkannya sampai kenapa-kenapa.
"Maaf bos, karena tuntutan drama yang baru, Jeco jadi diet ketat ditambah jadwalnya terlalu padat sehingga dia kelelahan. Jadi dia tidak bisa menjaga keseimbangannya sampai terjatuh di rumah sakit." Jawab manager Lee menerangkan duduk permasalahan yang menjadi penyebab Jeco sakit.
"Kamu kan bisa kasih infus disini jika dia merasa kelelahan. Itu kan sudah biasa dilakukan sama artis-artis yang sedang diet. Kamu bodoh apa goblok sih?" Park Soo masih belum bisa menerima alasan Manager Lee.
"Iya bos. Karena Jeco sering pulang larut, dia biasa langsung tidur. Dan keesokan harinya dia harus pergi bekerja tepat waktu sehingga tak ada waktu untuk perawatan di sini." Jawab manager Lee mencoba membela diri agar sang bos mau mengerti.
"Ya sudah.. kamu urus beberapa pekerjaan yang mesti di cancel! Dan kamu cari dokter dan perawat yang bisa membuat Jeco lebih baik dan cepat sembuh. Kalau tidak, kita akan rugi karena teguran klien." Park Soo akhirnya harus mencari solusi untuk Jeco yang mesti istirahat dulu dari pekerjaannya.
"Baik bos. Saya permisi dulu." Manager Lee berdiri ingin menyudahi pembicaraannya dengan sang bos agar tidak kena semprot lebih lama.
"Hei.. tunggu! Aku ingatkan ya! Jika ada masalah lagi dengan Jeco, maka kamu sendiri yang tanggung akibatnya. Jangan sampai kelalaian kamu membuat artis-artis ku celaka." Ancam Park Soo pada manager Lee.
"Baik bos! Saya mengerti." Jawab Manager Lee mengangguk patuh.
Setelah diizinkan keluar, manager Lee pun keluar dari ruangan bos besarnya dengan langkah lunglai.
"Bagaimana hyung? Apa Hyung kena marah?" Rej yang sudah ada di luar ruangan menunggu keputusan, menghampiri manager Lee.
__ADS_1
"Selamat kamu di acc. Aku kena marah bukan karena kamu." Jawab Manager Lee dengan wajah lipatan kertas.