Skandal Pernikahan Idol

Skandal Pernikahan Idol
Waspada.


__ADS_3

Semua mata kaum hawa menatap pada Johan. Di sekolah Ana, mulai terjadi keributan di antara anak-anak. Pasalnya mulai hari itu Ana dikawal bodyguard yang ganteng seperti oppa-oppa Korea. Maklumlah anak-anak sekarang banyak pecinta para oppa. Lak-laki yang keluar dari layar drakor.


Begitu masuk kelas, Ana hanya menatap kosong pada kursi yang biasa ditempati Jeco. Ada perasaan kehilangan menyelimuti hatinya. Laki-laki yang menjadi idola kaum hawa itu kini sudah pergi meninggalkan sekolah untuk mengejar cita-cita nya.


Ana mulai bisa bernafas lega. Selain ada bodyguardnya Anita tak terlihat di kelasnya juga. Entah apa yang sudah terjadi dengan Anita.


Pelajaran pun sudah dimulai. Pengawal Ana setia menunggu di belakang bangku yang Ana tempati. Kedua orang tua Ana telah meminta izin pada pihak sekolah untuk mengawal Ana. Meski Ana tidak mengadukan masalahnya pada kedua orang tuanya, tapi dia tetap mendapatkan laporan bahwa Ana sering diganggu oleh geng Anita.


Para gadis di kelas mulai gelisah karena kehadiran pengawal Ana yang membuat mereka susah konsentrasi dalam belajar. Melihat laki-laki dengan berjas hitam, tampan juga gagah seperti pemandangan seorang artis di dalam kelas.


"Sudah.. sudah kalian konsentrasi ke depan!" Seorang guru menegur para murid agar tidak berisik dan fokus ke depan.


Selama pelajaran berlangsung, kertas-kertas berisi surat cinta mulai berjalan estafet menuju meja Joha. Dengan cool nya Johan hanya melipat dan memasukkan ke dalam kantong jas nya.


Ana melirik ke arah Johan. Johan hanya menatap anak majikannya dengan tatapan mata dingin.


Bel Istirahat pun terdengar nyaring. Anak-anak tentu sangat senang mendengar suara terindah itu memanggil.


"Ana.. bolehkah aku berfoto dengan dia?" Beberapa anak perempuan mulai mendekati Ana. Padahal sebelumnya mereka selalu acuh pada Ana.


Ana menoleh ke belakang. Johan hanya menggelengkan kepala, isyarat 'tidak boleh'


Wajah-wajah kecewa terlihat jelas begitu jawaban Ana mengatakan tidak boleh.


"Ana.. apakah kamu mau pergi ke kantin?" Teman perempuan yang lain tak putus harap untuk mendapatkan simpati.


Ana kembali menoleh pada Johan. Johan mengangguk.

__ADS_1


"Ayo." Ana senang sekali akhirnya ada teman yang bisa mengajaknya ke kantin. Karena selama ini dia akan pergi sendiri dan pulang sendiri.


Beberapa anak perempuan mendadak sok akrab. Mereka berebut ingin dekat Ana dan menggandengnya. Johan mengikuti langkah Ana dari belakang.


"Ana.. apa yang akan kamu pesan? Biar kita-kita yang ambilkan." Salah satu perempuan teman Ana menawarkan untuk membawakan pesanan Ana.


"Tidak usah! Saya akan membawakannya." Dengan tegas Johan menolak penawaran teman Ana. Wajah kaum hawa seperti terhipnotis, mulut dan mata mereka terbuka lebar begitu Johan bicara.


"Ah... gantengnya.. " Anak-anak Abg itu seperti mabuk kepayang melihat sikap Johan.


"Nona mau pesan apa?" Johan mendekati Ana. Ana ikut terkesiap juga ditanya Johan. Semua mata perempuan yang ada di sana langsung mengikuti wajah Johan. Mereka seperti tersihir dengan pesona Johan yang terus saja menarik mereka untuk menatapnya.


"Mmm.. aku baso dan jus jeruk dingin." Ucap Ana tersenyum dengan memperlihatkan barisan giginya yang memakai kawat. Untuk sebagian orang tertawa Ana terlihat mengerikan. Entah kenapa Ana orang kaya tapi penampilannya sangat cupu sekali.


"Baik." Johan melangkah ke kantin untuk memesan bakso dan jus jeruk pesanan Ana.


Tak lama kemudian Johan datang dengan pesanan Ana.


"Mohon teman-teman Ana minggir dulu! Ana mau makan. Saya harap kalian tenang!" Johan ingin menyingkirkan beberapa teman Ana yang sudah mengganggu kenyamanan Ana.


"B.baik.. " Mereka satu persatu menyingkir dari Ana dan memesan makanan.


"Apa tidak berlebihan Jo, papah menyuruhmu mengawalku?Aku jadi pusat perhatian gara-gara kamu." Ana agak merasa risih gara-gara kehadiran Johan.


"Saya akan mengusir mereka jika nona tidak nyaman." Johan ikut memesan makanan yang sama dengan Ana. Mereka mulai menikmati suap demi suap baso yang telah dipesan dengan kuah yang masih mengepul.


Para anak lelaki kini berkumpul, mereka merasa tersaingi dengan kehadiran bodyguard muda yang tampan yang mengawal Hana. Perhatian kaum hawa sekarang sedang terfokus pada Johan. Bahkan pacar-pacar mereka pun ikut naksir berat pada lelaki matang yang ada di depan Ana.

__ADS_1


"Aku tak nyaman karena kamu Jo. Besok aku tak mau dikawal!" Protes Ana yang melihat tatapan sinis dari para lelaki yang berada di kantin.


Johan tidak menanggapi apapun. Dia hanya bekerja berdasarkan perintah sang majikan.


"Aku tak mau mereka mendekati ku karena kamu." Ana selama ini tidak mempunyai teman. Tapi sejak Johan mengawalnya tiba-tiba teman-teman wanita di kelasnya mendadak sok akrab.


"Hei.. kamu dengar apa yang aku bicarakan?" Hana menatap Johan yang lebih dulu selesai makan dan sekarang sedang melakukan tugasnya bersiaga dengan bersedekap tangan di atas dadanya.


"Dengar." Jawab Johan singkat.


"Pokoknya besok aku tak mau dikawal!" Ana berdiri meninggalkan meja entah mau pergi kemana. Johan pun berdiri mengikutinya.


"Aku mau ke toilet? Apa kamu mau ikut juga?" Ana menoleh ke belakang.


"Saya akan waspada di depan pintu." Ucap Johan. Dia harus sabar mengawal Ana. Berbeda ketika dia mengawal para pejabat atau para pengusaha. Dia tidak dituntut untuk banyak bicara. Tapi mengawal anak abg butuh kesabaran ekstra.


"Ih.. " Ana menghentakkan kakinya kesal.


"Eh... kemana tuh oppa Jo? Dia pergi lho!" Beberapa teman-teman Ana yang sedang makan seperti kehilangan induk ketika Johan pergi dari kantin.


"Maaf anda minggir!" Johan menyuruh beberapa anak murid yang berada di toilet wanita untuk memberi jalan. Mereka yang belum tahu keberadaan Johan sebagai pengawal Ana melayangkan protes


"Hei.. meski kamu ganteng.. toilet pria ada di sebelah sana! Bukan disini. Kamu mau mengintip kami ya?" Suara cempreng dari perempuan yang sedang berdandan di cermin toilet memprotes kehadiran Johan.


Johan berdiri tepat berdiri di depan pintu dengan gagahnya layaknya seorang pengawal.


"Sssstt.. " Wanita yang disebelahnya mengedipkan mata. Jangan sampai wanita yang disebelahnya bermasalah dengan Ana. Kebetulan Astrid geng Anita tahu betul apa yang telah terjadi dengan Anita paska mengganggu Ana. Selain di skors Anita pun dipenjarakan oleh orang tua Ana karena telah ketahuan memasukan obat laknat ke botol minuman Ana waktu itu.

__ADS_1


__ADS_2