Skandal Pernikahan Idol

Skandal Pernikahan Idol
Perpisahan


__ADS_3

"Rasanya baru kemarin kebersamaan kita disini?" Ucap Jeco dengan wajahnya yang menyiratkan kesedihan.


"Hei.. jangan begitu... Nanti aku akan selalu menghubungimu bro! Waktuku pasti banyak. Tapi yang semakin sibuk itu kamu. Karirmu semakin menanjak dan waktumu akan semakin sulit dihubungi." Rei tahu Jeco pasti bersedih harus berpisah dengannya. Karena Rei harus melanjutkan kuliah ke London mengambil jurusan manajemen bisnis di Universitas terkenal di sana demi memenuhi keinginan ayahnya.


"Ya.. aku tahu. Aku pasti akan sibuk. Tapi dengan adanya kamu dekat denganku, kita masih bisa bersama kapanpun. Berbeda dengan kalau kita jauh." Ucap Jeco yang tak bisa menyembunyikan rasa kesepian nantinya.


"Carilah pacar! Dan kamu tidak akan kesepian karena aku jauh. Pastinya sekarang kamu akan jadi rebutan para artis cewek dan fans mu yang bertambah banyak. Tapi ingat! Pacari yang benar-benar baik! Jangan asal pacaran!" Rei berbisik lalu setelah itu dia tertawa demi menghibur Jeco.


"Mmmm... sepertinya kamu pun akan melakukan hal sama? Kamu akan mencari pacar di sana bukan?" Jeco membalikkan kalimat yang Rei ucapkan.


"Ya... tergantung. Kalau ada yang cocok kenapa tidak? Bukankah selama ini kita menahan diri untuk tidak berpacaran? Demi karir kita di dunia entertainment ini?" Ucap Rei yang seperti bisa bernafas lega lepas dari dunia entertainment. Karena selama ini karantina, juga persyaratan manajemen artis begitu ketat sehingga kebebasan masa mudanya terbatasi.


Deg


Entah kenapa dada Jeco terasa terhimpit. Pikiran nya tiba-tiba melayang ke sosok bayi yang ditinggalkan di panti waktu itu.


"Bagaimana masa depan aku nanti, kalau ada yang tahu bahwa aku pernah mempunyai anak. Dan suatu hari aku dituntut untuk menikahinya. Padahal aku tidak mencintainya. Kenapa bayangan itu selalu hadir dalam mimpiku." Jeco menatap kosong tanpa menghiraukan Rei yang ada di depannya.


"Hei bro.. kok melamun? Apa kamu diam-diam punya pacar tanpa sepengetahuanku?" Tebak Rei agak heran melihat perubahan Jeco.


"Eh.. gak.. " Aku jadi kepikiran kalau kita berpisah. Aku tidak menyangka bakal secepat ini." Mulai saat ini Jeco harus lebih mandiri. Karena di negeri ginseng tak ada satupun sanak saudaranya. Hanya Rei yang dia punya di negeri asing itu. Seperti Reiwaktu di Indonesia, dia hanya mempunyai Jeco sebagai tempat bergantung.


"Sudahlah.. kita tos dulu. Ini minuman terakhir yang bisa kita minum bersama." Ucap Rei tak mau Jeco terus bersedih akan perpisahan dengannya. Rei tadi membawakan makanan dan minuman ke rumah sakit untuk pamitan pada Jeco sebelum bertolak ke London besok pagi.

__ADS_1


Jeco pun mengangkat kaleng minuman itu dan adu tos dengan Rei.


Srekk


Pintu terdengar digeser. Muncullah manager Lee dari balik pintu.


"Hei... kalian minum tanpa ajak-ajak ya!" Manager Lee mengerucutkan bibirnya pura-pura marah.


"Tenang hyung. . aku bawa banyak." Rei menunjukkan pada kantong plastik yang tadi dibawa.


"Lah.. giliran senang-senang lupa. Giliran susah inget!" Manager Lee tak mau absen kalau acara begini. Ya maklum saja. Keseharian manager Lee berkutat dengan pekerjaan dan masalah. Dia tak pernah ada waktu untuk senang-senang demi menyenangkan banyak orang. Ternyata dibalik kesenangan kalian ada orang yang separuh hidupnya senang menderita.


Contohnya manager Lee. Dia sudah lupa bagaimana dengan kehidupan pribadinya demi mengurus pribadi-pribadi sang artis asuhannya. Dialah pejuang yang menghantarkan kesuksesan para artis ke karir lebih tinggi dengan Cuan melimpah. Padahal dirinya mungkin hanya dibayar beberapa saja. Tapi karena dia senang melakukan itu, tanpa terasa dia menikmati penderitaan nya sendiri.


Manager Lee tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia duduk lalu mengambil minuman itu seolah itu benda berharga yang sudah lama diimpikannya.


Glek


Glek


"Sst... kalian ya.. baru juga lihat segini sudah heran. Kalau mau minum denganku sediakan stok yang banyak. Aku mati rasa dan bebal dengan minuman." Ungkap manager Lee yang baru memberitahukan sisi buruknya pada kedua orang yang ada di depannya.


Jeco dan Rei melongo. Lalu saling bersitatap saling bertanya dengan bahasa isyarat.

__ADS_1


"Hei.. kalian. Khususnya kamu Rei. Kalau kamu sudah kaya dan sukses jangan pernah lupain aku! Meski aku sudah banting tulang seperti ini, anehnya aku tidak kaya-kaya. Jadi ingat! Kalau uangmu berlebihan, jangan sungkan untuk memberikannya padaku yang masih miskin ini. Jangan mentang-mentang kalian sukses, kalian lupa bahwa uang yang selama ini kalian hasilkan itu darimana." Manager Lee seperti mendapatkan celah untuk mengucapkan uneg-uneg nya pada dua orang yang memang sudah kaya dari orok.


"Yah.. hyung...Baru juga mau ditinggal sudah ngungkit-ngungkit duit!" Rei mencebikkan bibirnya lalu kembali meneguk minuman yang masih di genggamannya.


Jeco malah mengambil cemilan untuk menemani acara minumnya kali ini. Tak baik juga kalau minum tanpa mengisi perut dengan makanan.


"Jadi bro kamu bertolak kapan ke London?" Tanya Jeco sambil menyuapkan camilan itu ke dalam mulut nya.


"Rencana besok. Ayahku sudah menyiapkan segalanya di sana. Aku juga butuh adaptasi sebelum perkuliahan masuk. Jadi aku pergi lebih awal untuk penyesuaian." Rei ikut mengambil. cemilan lalu membuka pembungkus nya menikmati isi dari camilan itu.


"Ya.. aku doakan semoga kuliah kamu lancar disana." Ucap Jeco yang mau tidak mau harus suport atas pilihan sahabatnya itu.


"Ma kasih bro! Aku juga doakan karirmu juga semakin jaya." Rei membalas doa sahabatnya yang sebentar lagi akan berpisah.


"Lah.. kalian kaya mau ditinggal kemana saja! Kalian kan masih bisa bertemu. Apalagi nanti kamu bisa syuting di sana juga kalau mau." Manager Lee yang tahu jadwal Jeco merasa lucu saja melihat dua sahabat itu seperti akan berpisah dan tak akan bertemu lagi.


"Hyung... " Keduanya melebarkan mata pada sang manager.


"Iya iya.. aku tahu. Persahabatan kalian bukan rahasia." Manager Lee malah mengambil lagi minuman kaleng yang ada di kantong plastik dan membuka penutup nya untuk kembali minum


"Pelan-pelan hyung...! Ingat hyung besok harus kerja. Tak boleh sampai mabok berat!" Ucap Rei menepuk bahunya.


"Iya iya aku tahu." Manager Lee mengangguk- paham akan tugasnya.

__ADS_1


"Oke bro aku cabut dulu ya! Sudah malam. Kamu istirahat dan cepet sembuh sebelum bos besar bertindak jauh. Kasihan manager Lee kalau sampai kena semprot bos." Rei berdiri lalu berpelukan dengan Jeco lalu berganti pada manager Lee untuk segera pulang.


"Hyung Terima kasih. Dan mohon maaf." Rei memeluk manager Lee sambil mengatakan kata tulusnya. Dia sudah menganggap manager Lee bagian dari keluarganya. Dia sangat berat harus berpisah dari orang-orang yang selama ini telah membantunya.


__ADS_2