
San segera mengajakku ke ruang kerja ayahnya, dia ingin menyampaikan hasil dari penyelidikan yang dia lakukan. Aku kemarin dengan terpaksa mempengaruhinya agar menyelidiki keluarga Dea.
“Jadi orang suruhanku bilang jika-”
“Orang suruhan? Apa kau menyuruh orang?” Aku memotong dengan pertanyaan.
“Yaak apa kau lupa, aku ini calon kakak iparmu?!”
“Baiklah, jadi apa yang orang itu katakan?” Aku mengalah karena ingin segera mendengar kebenaran itu.
Dea adalah anak tunggal, ayahnya adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan farmasi. Dari catatn yang ada, Dea pernah bekerja di sebuah perusahaan yang juga bergerak di bidang farmasi. Dan mengejutkannya perusahaan itu adalah saingan perusahaan ayahnya sendiri. Aku curiga, mungkinkah gadis itu digunakan sebagai alat oleh keluarganya sendiri.
“Lalu bagaimana dengan sepupunya?” Aku menghentikan cerita San.
“Sabarlah, dengarkan aku dulu.” San terlihat sangat bersemangat kali ini.
Perusahaan tempat Dea bekerja dulu ternyata memproduksi obat–obatan terlarang secara ilegal. Mereka menjualnya ke pihak naga putih.
“Bukankah pihak naga putih itu musuh bebuyutan kita? Wow apa ini sebuah kebetulan yang sering disebut takdir? Dengan ini kita bisa menjebak mereka, salah satu kelemahan pihak naga putih adalah obat terlarang.” San terlihat sangat bersemangat. Apa yang dikatakan San memang benar, ini kesempatan kami menjebak mereka. Membalaskan dendam naga merah.
“Hal itu akan menjadi pembahasan kita berdelapan, sekarang fokus saja bercerita tentang Dea.” San mengangguki permintaanku dan melanjutkan ceritanya.
Dea memiliki dua saudara sepupu, laki–laki dan perempuan bernama Kino dan Kinan. Mereka berdua saat ini menetap di rumah Dea, saudara sepupu Dea yang bernama Kino pernah kuliah di Amerika. Mengejutkannya Kino mengenal Wooyoung dengan nama Alex, bahkan Wooyoung pernah berkunjung ke rumah Dea bersama dengan Kino.
“Apa kau bilang? Wooyoung?”
“Dengarkan dulu sampai habis, kau bisa protes nanti setelah ceritanya selesai. Aku akan lupa jika kau potong terus!” Omel San.
DAAK!
__ADS_1
Sebuah benda keras membentur pintu ruangan tempat kami, sepertinya suara itu berasal dari luar. Gawat, apa ada orang yang mendengar pembicaraan kami.
San juga sama terkejutnya denganku, dia memberiku isyarat agar tetap diam sambil mengendap ke arah pintu. Saat pintu itu terbuka, muncul sosok Yeosang yang memamerkan giginya.
“Maafkan aku, aku hanya ingin mengambil milikku yang tertinggal.” Dia masuk dan mengambil jubah dokter miliknya yang tersampir di sandaran sofa. Setelah Yeosang pergi, San memulai kembali ceritanya.
Kino baru bergabung dengan pihak naga putih, sepertinya itu berhubungan dengan Dea.
“Yeosang pernah bilang padaku jika ada yang berusaha mencelakai Dea di rumah sakit.” Aku mengangguki apa yang San katakan.
“Menurut mata–mata yang ku kirim, Kino jatuh cinta pada Dea. Tapi dia itu pria psycho, kau ingat pria serba hitam yang kau hadapi dimalam itu-”
“Apa yang kau maksud, pria yang menyerang Dea?” Potongku.
“Dia adalah Kino.” Aku menatap San dengan tajam, bagaimana bisa dia mempercayai keterangan mata–matanya itu. Rasanya itu seperti tidak masuk akal.
“Wooyoung, dia mata–mataku.” Aku menunda kepergianku.
San menjelaskan jika Wooyoung sangat kenal dekat dengan Kino, bahkan mereka bisa disebut sahabat. Cerita tidak berhenti disitu, ayah San memiliki hubungan bisnis yang baik dengan ayah Dea.
“Sepertinya kamu bisa menggunakan hal itu untuk melindungi Dea, mengingat orang tua gadis itu lebih mencintai aset mereka.” Aku tersenyum menanggapi ocehan San.
~~~
Setelah membuatku tersipu, Seonghwa dengan santai meninggalkanku. Dia bilang akan menemui San yang setiap harinya berada di ruangan tuan Choi. Aku bertanya–tanya, apa ini ada hubungannya dengan nama Angga yang tidak sengaja kusebut?
Setelah Seonghwa pulang datanglah Wooyoung, dari saat itu kecurigaanku muncul. Aku mencuri dengar pembicaraan Wooyoung dan San.
Dalam ceritanya, Wooyoung menjadi suruhan kedua pria yang kuanggap baik selama ini. Tanpa ku sadari mereka menyelidikiku secara diam–diam. Bahkan mereka juga menyelidiki kedua sepupuku.
__ADS_1
Andai saja Yeosang tadi tidak datang, pasti aku sudah mendengarkan perbincangan mereka sampai habis.
Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Apa aku sedang diculik? Apa orang tua dan sepupuku sedang kebingungan mencariku saat ini? Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak bisa hidup seperti ini. Percuma hidup seperti putri, tapi nyatanya bersama orang yang tidak tepat.
Tapi aku juga patut berterima kasih pada Seonghwa, San dan Wooyoung. Berkat mereka aku jadi mengerti alasan Linda dan Kakaknya menjebakku. Awalnya aku memang tidak mengerti kenapa mereka melakukan itu. Yang aku tahu, Linda merasa iri dengan diriku dan kakaknya merasa direndahkan karena ku tolak. Tak disangka ternyata sangkaan itu salah besar, ternyata mereka menyingkirkanku karena aku tidak sengaja tercyduk tengah membaca sebuah catatan aneh.
Naga merah dan naga putih, apa mereka sedang membicarakan sebuah organisasi?
“Saena–ya, kau sedang apa disini?” Ku lihat Yeosang mulai duduk di sebelahku. Apa dia akan mengintrogasiku, bodohnya aku tadi tidak langsung masuk ke kamarku. Kenapa aku malah duduk di bangku taman ini?
“Jadi apa kamu mendengar sesuatu yang tidak kamu mengerti?” Yeosang tersenyum dengan lembut, oh ayolah jangan memaksaku jujur padamu dengan wajah manismu itu.
“Jadi kamu ingin aku bohong atau jujur?” Aku masih mengulur, juga menimbang–nimbang apakah aku akan jujur pada Yeosang.
“Kau harus jujur padaku, aku ini sahabat calon suamimu.” Aku tersenyum meresponnya, tersenyum karena aku sudah menemukan pertanyaan yang bagus untuk Yeosang.
“Apa itu naga putih dan juga naga merah?”
“Aku tahu suatu saat ini akan terbongkar, maka aku akan menjelaskannya dengan jujur padamu. Tapi berjanjilah untuk tidak terkejut.” Kata Yeosang sebelum memulai cerita.
Naga putih menguasai wilayah bagian utara dan naga merah menguasai bagian selatan. Aku tidak bisa menangkap semua penjelasan yang diberikan Yeosang, intinya kedua naga tersebut adalah sebutan untuk organisasi mafia. Naga putih dan naga merah awalnya memiliki hubungan yang harmonis, tapi pada akhirnya mereka terpecah karena salah satunya ada yang berkhianat. Naga putih menjebak naga merah saat mereka melakukan sebuah pertukaran rahasia.
“Apa ada yang ingin kamu ketahui lagi?” Aku menggelengkan kepala untuk merespon pertanyaan Yeosang.
Aku berada di pihak naga merah, mereka tadi menyebut kak Kino berada di pihak naga putih. Apakah yang terjadi padaku ini ada hubungannya dengan kedua kubu itu?
o0o
__ADS_1