Sleeping Beauty

Sleeping Beauty
Berdamai


__ADS_3

Jika ditanya kenapa aku semudah itu memaafkan mereka yang telah mengacaukan hidupku, jawabannya karena aku ingin berdamai dengan masa lalu. Aku lelah terus membenci mereka, rasanya sangat tidak nyaman dan juga membuat tidurku jadi tidak nyenyak. Selain itu, jika sesi memaafkan itu tidak terjadi, aku akan selamanya berada dalam bayang–bayang yang tidak menyenangkan.


Linda, dia sahabat yang ku punya. Kami dulu selalu melewati masa–masa bersama, saling menjaga satu sama lain. Aku tidak naif, aku hanya ingin mencoba berdamai dengan masa lalu agar hidup yang ku jalani kedepannya baik. Aku tidak ingin tersiksa dengan perasaanku sendiri.


Aku berterima kasih pada nenek yang sudah mengadakan pembacaan naskah untukku, nenek memang wanita hebat. Aku ingin menjadi sepertinya jika sudah memiliki keluarga sendiri nanti.


Untuk Kak Kinan, dia adalah kakak terbaik sekaligus terburuk yang pernah ku miliki. Andai saja dia mau jujur padaku jika dia mencintai Angga, aku sudah pasti melepaskan Angga sejak lama. Untuk Angga, kenapa kamu tidak jujur saja padaku sejak awal.


Angga tidak membaca naskah, karena sama seperti Seonghwa. Nenek tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran Angga, ataupun alasan Angga memilih Kak Kinan. Soal Kak Kinan, ayah yang menceritakannya pada nenek.


Rasanya kini suasana hatiku lebih damai, memang benar bukan rencana tuhan itu lebih indah. Soal perasaan cintaku pada Angga, entahlah mungkin saja itu bukan rasa cinta. Sejak awal bertemu dengan Angga, dia itu laki–laki baik. Dia berlaku seperti kakakku, sampai pada akhirnya ada kejadian yang tidak sengaja terjadi di antara kami.


Angga membawaku ke rumahnya, dan aku bertemu kedua orang tuanya. Mereka salah mengira, mereka kira aku kekasih Angga. Pada hari itu juga Angga meresmikan hubungan kami yang awalnya sekedar adik kakak menjadi sepasang kekasih. Mungkin saja saat itu dia terpaksa melakukan hal itu, karena memang situasi yang sulit dan tidak terduga itu. Tapi bodohnya saat itu aku menganggap hal klise itu terjadi pada kami.


Kami sudah bersama selama satu bulan, jadi ku pikir Angga benar–benar sudah jatuh cinta padaku. Pertemuan pertama kami adalah di lapangan basket umum, Linda yang mengajakku ke sana. Kebiasaan seorang gadis saat menyukai lawan jenisnya adalah membuntutinya, Linda menyukai salah satu teman Angga.

__ADS_1


Hal klise terjadi di sana, aku lupa kejadian yang pasti seperti apa. Tapi aku masih ingat dengan jelas, Angga membuatku jatuh tersungkur hingga lututku lecet. Sejak saat itulah kisah kliseku dengan Angga dimulai.


Selama menjadi kekasih Angga, dia sama sekali tidak pernah melakukan hal yang semestinya dilakukan pasangan pada umumnya. Bahkan selama menjalin hubungan, kami belum pernah berciuman. Aku semakin suka padanya, karena aku adalah gadis yang tidak menyukai kontak fisik deng lawan jenis. Karena nenek selalu bilang, melakukan kontak fisik harus bersama dengan orang yang sah. Jadi sebelum menikah, berciuman atau hal lainnya itu dilarang.


Angga juga tidak mau menggandeng tanganku, boodohnya karena hal itu aku semakin jatuh hati padanya. Andai saja dia mau jujur, kejujuran Angga akan menyelamatkan diriku dan kak Kinan. Jika saja Angga jujur sejak awal, kak Kinan tidak akan mendorongku.


Sudahlah, aku ingin melupakannya. Karena disini aku juga bodoh, sudah terlalu naif.


 ~~~


Kami masih ada di pulau dewata, karena pernikahan Angga dan Kinan. Nyonya besar telah berhasil membalik keadaan, meskipun penyelesaiannya adalah saling memaafkan. Awalnya aku tidak setuju, karena bagiku kejahatan yang sudah dilakukan Kinan pada Dea itu sangat kerterlaluan. Tapi melihat senyum Dea untuk pertama kalinya, membuatku sadar jika memang inilah yang terbaik untuknya.


Dea masih tetap Choi Saena, dia masih tetap anak angkat tuan Choi dan juga adik San. Tapi dia juga tetap Dea Asena anak dari tuan Hardi dan istrinya. Mereka sudah saling memaafkan, tapi nyonya besar memutuskan agar Dea tetap menjadi Choi Saena. Ini sebagai bentuk hukuman untuk tuan Hardi.


Hal yang membuatku penasaran saat ini adalah perasaan gadis itu padaku. Apa dia belum memiliki perasaan padaku?

__ADS_1


Haruskah kami mengulang masa–masa bersama lagi? Agar perasaan Dea untukku menumbuh. Tapi itu akan sangat lama.


Bukankah semua orang sudah mengharapkan kebersamaan kami di pelaminan?


Tapi apapun keputusan yang diberikan Saena, aku harus menerimanya.


Aku sedikit khawatir, karena setelah permintaan maafnya padaku tentang amnesia. Dia jadi semkain menjauh dariku, seperti mencoba menghidariku. Sejak kemarin dia terus menempel pada nyonya besar, sehingga tidak ada kesempatan untukku mendekatinya.


Karena itu, hari ini aku harus berhasil menjalankan rencana yang telah ku susun bersama dengan San. Sebelum kembali ke Korea, setidaknya aku harus meyakinkan Saena jika aku tidak mempermasalahkan soal amnesia.


Pesta pernikahan Kinan berlangsung selama tiga hari, tiga malam. Aku heran dengan mereka, apa tidak lelah? Tapi yang memiliki harta memang sudah semestinya bisa berbuat apa saja.


Aku sudah menyiapkan tempat untuk kami berdua, San bertugas menjemput Dea untukku. Tentu Dea akan banyak alasan saat aku yang mengajaknya, dia terlalu lengket dengan keluarganya. Mungkin itu juga karena dia rindu pada mereka, dia juga cukup lama koma.


San sudah banyak mengajarkanku memilih kata yang tepat untuk berbicara dengan Dea. Selain itu aku juga sudah menyiapkan beberapa perbincangan agar tidak ada kecanggungan di antara kami.

__ADS_1


o0o


 


__ADS_2