Sleeping Beauty

Sleeping Beauty
Underland


__ADS_3

Aku kembali membuka lembaran baru, dengan menjalankan kegiatan yang sangat diinginkan ayah. Ini adalah jalan yang terbaik untukku, aku sudah memilih jalan yang benar dengan mengorbankan cita–citaku. Tapi aku sungguh tidak menyangka jika pada akhirnya, gadis yang hanya bisa terbaring dan menutup mata itu mengubah hidupku.


Dan bagaimana bisa rasa ibaku lenyap saat mengeksekusi dirinya. Aku memang sempat kesal dengannya, karena dia aku kehilangan cita–cita yang sudah ku genggam. Aku dengan tega menyuntikkan cairan itu, karena aku berpikir setelahnya aku bisa hidup dengan normal.


Tapi pramugari yang saat itu tengah bersamaku malah menamparku dengan keras, sebelum berhasil menancapkan jarum suntik. Dia berkata, “Apa hatimu semiskin itu, apa kau tidak memasukkan sumpahmu sebagai dokter ke hatimu?” Saat itulah aku baru menyadari jika perempuan yang mengenakan seragam pramugari itu adalah Kinanti.


“Aku sudah menukar semua obatnya, kau tahu betapa sulitnya menyamar seperti ini?” Kini nada bicaranya menenang.


Kinanti adalah salah satu kerabat Dea, dia adalah kakak sepupu gadis itu. Aku sempat berkenalan dengannya saat dia sedang menjenguk Dea. Kinan mengetahui hal yang direncanakan pamannya, karena itu dia berusaha menolong Dea.


“Aku tidak bisa membawa Dea seenaknya, tidak ada yang menyayanginya selama ini. Apa kau bisa menjaga Dea untukku?” Dia mengatakannya sambil menangis.


“Andai saja malam itu aku tidak tertidur di depan tv, aku pasti bisa mencegah hal itu.” Kata Kinan lagi, dia semakin terisak. Jadi benar, Dea terjatuh dari balkon rumahnya karena memang ingin mengakhiri hidupnya.


“Jangan salahkan dirimu sendiri.” Aku memberinya sedikit kata penenang.


“Tolong jaga Dea, biarkan dia tetap bersamamu. Beri dia kesempatan hidup!” Dia kembali memohon padaku, kini dengan bersujud.


“Aku juga tidak ingin menjadi pembunuh.” Tentu saja, membunuh Dea sama saja menghukum mati hatiku.


Setelah itu Kinan bangkit, dia menghapus semua air matanya. Dia berbicara tentang manipulasi yang akan dirinya kerjakan. Manipulasi tentang kremasi dan juga penaburan abu.

__ADS_1


Untuk bukti, sang pramugari diminta merekam apa saja yang dilakukan sang dokter melalu hadycam yang dia bawa. Mulai dari proses euthanasia, kremasi, sampai penaburan abu jenazah. Kami bekerja sama dengan pihak yang bertugas mengkremasi, Kinan menyuap mereka.


Semua berjalan dengan lancar, sampai akhirnya Dea bersama denganku. Tapi ayahku memberi penawaran lain, karena beliau mendapat surat ancaman. Jika aku masih menjadi dokter, mereka akan menyebarkan video eksekusi Dea. Mungkin itu hal bagus untukku, karena dengan itu aku bisa mengungkap semua hal kejam yang terjadi pada Dea. Tapi di sisi lain Dea masih hidup, bagaimana jika gadis itu diambil kembali oleh keluarganya? Ini posisi yang cukup sulit. Selain itu keberadaan Dea bisa mengancam hal yang ayahku geluti saat ini. Jika kami tidak berhati–hati, gadis itu bisa menjadi senjata yang tajam. Menghancurkan semua yang sudah ayah pertahankan selama sepuluh tahun.


Ayah adalah seorang tokoh masyarakat yang sangat taat dan dianggap penting. Tapi semua orang tidak tahu jika ayahku buka orang yang suci, di balik itu beliau adalah seorang penguasa kegelapan. Itu alasanku menolak keinginan ayah.


Sejak awal ayah memang ingin aku menggantikannya menjadi raja dunia bawah. Dan akhirnya karena takdir yang menyebalkan ini hal itu terwujud.


Aku dengan terpaksa membuat pilihan, meninggalkan dunia kedokteran dan menekuni hal yang diinginkan Ayah.


Awalnya aku menjadi malaikat penolong berjubah putih, kini aku menjadi malaikat maut yang memakai mantel dan topi hitam. Karena seorang gadis, aku mulai menguasai dunia bawah.


 ~~~


“Semua berjalan dengan baik, apa terjadi sesuatu pada tuan Park?” Kata salah satu dari mereka.


“Tidak, saya mulai saat ini secara resmi menggantikannya.” Benar atau tidak, aku langsung memberikan keterangan seperti itu pada mereka.


“Wah ada apa ini? Apa yang membuatmu berubah pikiran?” Kata orang yang satunya lagi.


“Aku pikir kau akan sama seperti San, dia tidak akan pernah mau menggantikanku.” Kata laki–laki yang duduk tidak jauh dariku.

__ADS_1


“Sudahlah, bagaimanapun mereka itu masih remaja. Mereka butuh kebebasan untuk mencari jati diri. Lagipula Seonghwa adalah yang tertua dari anak kita semua.” Kata laki–laki yang wajahnya mirip dengan Hongjoong.


“Aku yakin anak kita nantinya juga akan sama seperti Seonghwa.” Kini laki–laki yang memiliki paras sama dengan Yeosang angkat bicara.


“Yunho hanya beda satu tahun dengan Seonghwa, seharusnya dia sudah menggantikanku.” Laki–laki itu berkata disertai hembusan nafas.


“Apa kau pikir hanya anakmu saja? Mingi juga. Dia sangat keras kepala sekali ingin menjadi idol.” Pria itu mengatakannya disertai kepalanya yang langsung menunduk.


Yang memulai perbincangan tadi adalah ayah dari Jongho, kemudian yang bertanya alasanku berubah pikiran adalah ayah Wooyoung. Sama dengan ayahku, mereka yang menjadi bawahan ayahku juga memiliki seorang putra. Kami semua pernah jadi murid di sebuah sekolah khusus, sekolah khusus untuk para anak mafia. Sekolah itu hanya berlangsung selama satu tahu, terjadi setelah aku lulus SMA. Bisa jadi yang terjadi padaku saat ini adalah karma yang harus ku tanggung, karena sudah kabur meninggalkan sekolah pilihan ayahku.


Park Seong Hwa adalah nama lengkapku, sekaligus juga nama asliku. Tapi aku lebih suka menggunakan nama Tryanda, itu membuatku lebih hidup. Tryanda adalah nama pilihanku sendiri, karena kabur dari rumah dengan identitas asli tidak akan membuahkan hasil. Aku mempelajari pemalsuan identitas di sekolah itu.


“Tapi sungguh aku sangat terkejut dengan kehadiranmu.” Kata ayah Jongho.


“Setelah ini aku akan bertanya pada ayahmu, aku juga ingin Hongjoong kembali ke Korea.” Kata ayah Hongjoong.


Ku dengar anak mereka juga kabur, tak kusangka mereka semua mengikuti jejakku.


Jongho, Yeosang dan San kabur ke indonesia sama sepertiku. Yunho kabur ke China, dia ingin mencoba sesuatu yang baru. Hongjoong bersama Wooyoung kabur ke Amerika, sedangkan Mingi dia kabur ke Seoul menjadi trainee di sebuah agensi yang lumayan besar. Tentu mereka juga mengubah identitas mereka masing–masing sama sepertiku.


Tidak jauh dari ini, sudah pasti aku juga akan mengubah identitas milik Dea.

__ADS_1


o0o


 


__ADS_2