Sleeping Beauty

Sleeping Beauty
Lapangan Basket


__ADS_3

Melihat diri sendiri menangis di dalam mimpi. Lalu air mata berkucuran meski tubuh dan otak masih dalam keadaan beristirahat. Dan saat terbangun perasaan masih saja diliputi kesedihan. Bahkan meneruskan tangisan sampai sesenggukan. Rasanya menyesakkan.


Ada yang bilang jika bermimpi sampai menangis itu tandanya dalam beberapa hari orang tersebut akan menghadapi kesulitan.


Jadi apa mimpi bisa jadi sebuah ramalan?


Sepertinya tidak untuk Dea. Karena selama ini gadis itu sudah mengalami beberapa kesulitan dalam hidupnya. Jika di depan nanti memang ada kesulitan lagi, bukankah jalan yang dilalui setiap manusia memang berliku? Tapi tuhan tidak akan memberikan manusia itu kesulitan di luar batas kemampuannya.


Faktor memori atau kenangan berpengaruh terhadap mimpi setiap orang.


Mimpi itu sebenarnya terbentuk dari sebagian kenangan setiap orang. Jadi mimpi itu adalah luapan emosi nyata sang pemilik mimpi.


Orang yang sering menangis dalam tidur memiliki trauma yang sangat menyedihkan. Kehilangan anggota keluarga misalnya. Seperti halnya yang terjadi pada Dea. Gadis itu sepertinya mengalami trauma yang mendalam atas apa yang sudah keluarganya lakukan. Sepertinya gadis itu harus melakukan konsultasi dengan psikolog. Apa lagi dengan adanya keinginan gadis itu untuk mengakhiri hidupnya.


Tapi sepertinya semua itu tidak perlu dirisaukan lagi. Karena sudah ada Seonghwa yang menghapus kenangan sedih milik Dea. Dan juga ada ketujuh pemuda rekan sekaligus bawahan dari Seonghwa yang akan selalu setia.


Tentang naga merah dan naga putih. Kedua belah pihak sudah menyuarakan perdamaian. Bagaimanapun keduanya berada di bawah naungan yang sama. Kelompok Naga sebenarnya terbagi menjadi empat seperti arah mata angin. Jika naga merah dan naga putih menguasai bagian selatan dan utara. Yang bagian timur dikuasai naga perak dan Barat kekuasaan untuk naga emas. Sebutannya adalah perkumpulan empat naga. Pemimpin tertinggi adalah sang naga hitam. Para anggota naga hitam adalah para lelaki berumur. Eden, Wheesung, Penomeco dan beberapa orang lagi. Kabarnya mereka itu bersaudara.


Sudahlah, tidak usah fokus pada kelompok mafia. Yang seharusnya disorot bukankah Saena dan Seonghwa?

__ADS_1


Kenyataan dalam kehidupan memang seperti itu. Orang yang mengalami koma sangat lama tentu saat sadar tidak akan seperti di film atau cerita. Mereka akan cenderung memiliki masalah dengan berat badan, gangguan saluran pencernaan. Maaf, kandung kemih juga pasti mengalami gangguan.


Kita percepat saja satu minggu setelah mereka berdua benar-benar pulih.


Saena menatap Seonghwa yang saat ini duduk di sebelahnya. Benar juga, bukankah Seonghwa dalam mimpinya saat koma perilaku karakternya sangat keluar garis. Seonghwa adalah pria lembut yang pendiam. Lembutnya di sini dalam konteks cara dia bicara pada wanita itu baik. Dia juga murah senyum dan ramah. Tapi akan terlihat berbeda saat dia sedang mengurus naga merah.


Wajahnya akan berubah menjadi datar, matanya akan menajam. Rahang kokohnya yang tersembunyi akan sangat kentara sekali saat itu.


Saena penasaran dengan jalan cerita mimpi Seonghwa. Apa sama seperti dirinya? Atau sangat berbeda jauh?


Soal mimpi Saena kemarin. Mungkin saja jika itu nyata, Saena berniat ingin mengakhiri hidupnya lagi. Itu adalah hal pertama yang muncul di benak Saena. Hati Saena sakit jika mengingatnya, matanya juga memanas.


“Saena-ya, ada apa?” Suara dan juga tatapan Seonghwa membuyarkan lamunan Saena. Saena tersenyum lalu menggelengkan kepala, sebelum akhirnya dia memalingkan wajahnya dari Seonghwa. Gadis itu kini menatap lurus ke depan.


Tangan Saena masih setia digenggam Seonghwa. “Jangan pernah merasa sendirian.” Seonghwa berkata sambil menatap cicin yang terpasang di tangan Saena. Saena pun juga mengikuti arah pandang Seonghwa. Hati Saena menghangat. Senyumnya mengembang, sepertinya Seonghwa berhasil membalikkan perasaan Saena.


“Kamu bilang saat itu aku pingsan, bagaimana bisa kamu tertarik pada gadis yang pingsan?” Saena memulai argumen.


“Aku sempat menggendongmu, tapi beberapa saat kemudian ada Angga. Dia datang merebutmu dariku.” Mendengar pengakuan Seonghwa membuat kedua semu di pipi Saena memerah. Karena diingatan gadis itu, Angga lah yang menggendongnya dan menungguinya sampai siuman.

__ADS_1


“Aku akan menceritakannya secara lengkap, kenapa aku suka padamu.” Kata Seonghwa sebelum akhirnya dia mulai bercerita.


Sore itu lapangan basket dipenuhi anak muda. Karena yang sedang berlatih adalah para pemuda tampan dan keren.


“Sebelum itu, apa kamu ingat punggung laki-laki yang kamu tabrak?” Seonghwa memotong ceritanya dengan sebuah pertanyaan yang dia lemparkan ke Saena.


Saena mencoba memutar kembali ingatannya. Dan akhirnya gadis itu mengingatnya. Saat itu dia tengah mencoba memasukkan bola basket ke dalam ring. Bersama dengan Linda dan temannya yang lain, di lapangan yang sama. Saena mundur dan terus mundur mengikuti Linda yang juga terus mundur. Kedua gadis itu rupanya tengah mengukur jarak lempar yang tepat. Tapi mereka tidak tahu jika ada orang di belakang mereka.


Saena terkejut saat punggungnya menyentuh sesuatu yang sangat kokoh. Ternyata itu adalah punggung seorang laki-laki. Begitu laki-laki itu berbalik, Saena langsung saja meminta maaf. Sedangkan laki-laki yang ditabrak, ya itu Seonghwa. Dia jadi terus memperhatikan Saena.


“Tapi aku sempat kecewa, karena ternyata kamu bukan mahasiswi.”


Pernyataan Seonghwa membuat Saena mengingat kembali saat-saat itu. Lapangannya memang untuk umum. Tapi yang mengisinya sore itu rata-rata mahasiswa yang universitasnya sama seperti Angga.


Kemudian Seonghwa kembali bercerita.


Tabrakan punggung antar punggung terjadi sebelum pertandingan dimulai. Tepatnya saat tribun belum diisi penonton. Ternyata dulu terjadi sengketa antara tim Seonghwa dan Angga. Karena itu mereka melakukan pertandingan. Dan yang menang bisa memakai lapangan dengan bebas. Yang kalah harus mencari lapangan lain untuk berlatih.


Saat pertandingan itulah. Saena terkena bola sampai pingsan. Seonghwa langsung berlari ke arah gadis yang wajahnya dia kenali itu. Pemuda itu langsung menggendong Saena begitu saja. Tapi tidak disangka Angga menghadang dan merebut gadis dalam gendongannya. Tidak ada yang menang ataupu kalah, karena Angga meninggalkan lapangan tanpa kembali. Tidak ada pemain cadangan juga.

__ADS_1


Karena itulah Seonghwa masih bisa ke lapangan itu dan bertemu lagi dengan Saena. Tapi Saena malah menganggapnya aneh. Tapi itu salah Seonghwa sendiri. Dia memperhatikan Saena dengan terlalu terang-terangan.


“Maaf aku menggangu kalian. Hyung ayahmu datang. Beliau ingin menyampaikan sesuatu.” Kata Yeosang. Pemuda itu yang membuat Senghwa menghentikan ceritanya.


__ADS_2