Sleeping Beauty

Sleeping Beauty
Amnesia


__ADS_3

Saat pertama membuka mata yang kulihat adalah wajah tampan seorang laki–laki. Kemudian ada sepasang suami istri, mereka menatapku dengan raut gembira. Mereka belum mengatakan apapun, hanya saja mereka terlihat sangat bahagia melihatku terbangun. Banyak pertanyaan berputar di otakku tentang siapa mereka dan bagaimana aku bisa ada bersama mereka. Apa mungkin aku terlempar ke duni paralel? Atau aku terbangun di masa depan? Bisa saja aku koma selama seribu tahun, seperti yang terjadi pada gadis dalam dongeng putri tidur.


Tapi ternyata tidak selama itu, aku hanya tidak sadarkan diri selama satu tahun. Setelah aku cukup pulih, mereka mulai mengajakku berinteraksi. Kedua pasangan suami istri itu adalah tuan dan nyonya Choi, sedangkan pria tampan yang pertama kali kulihat saat sadar adalah anak mereka. Nama pria itu adalah Choi San, dia kakakku sekaligus dokter yang merawatku selama ini.


“Saena–ya, apa kau benar–benar tidak ingat pada eomma?” Nyonya Choi menatapku dengan penuh kehawatiran. Aku hanya bisa menggeleng, bukan tidak ingat, tapi aku memang sama sekali tidak mengenal mereka. Muncul pertanyaan di benakku, kemana ayah dan mama? kemana Angga tunanganku? Sebenarnya aku berada dimana saat ini?


Seorang laki–laki masuk ke dalam kamar, dia sangat tinggi dan juga tampan. Nyonya Choi tersenyum padanya, senyumnya penuh dengan arti.


“Apa kamu ingat dia?” Nyonya Choi bertanya padaku sambil tangannya menarik lengan laki–laki tampan itu. Aku menggelengkan kepala, sama seperti sebelumnya.


“Saena sama sekali belum bicara sejak sadar, apa ada masalah dengan pita suaranya?” Nyonya Choi terlihat sangat khawatir. Sebenarnya tidak ada masalah dengan pita suaraku, aku bisa bicara dengan normal. Tentu aku melakukannya saat aku sendirian, setiap malam terhitung selama tiga hari sejak aku sadar, aku selalu berbicara pada diriku sendiri.


Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mulai berkomunikasi dengan mereka.


“Sebenarnya tidak ada masalah dengan pita suara saya.” Nyonya Choi dan laki–laki tampan itu nampak terkejut.


“Saena–ya, kau membuat eomma takut.” Nyonya Choi memelukku.


“Maafkan saya, hanya saja ada hal yang membuat saya bingung untuk mengatakannya.”

__ADS_1


“Apa itu? Katakan pada eomma. Dan kenapa gaya bicara anak gadis eomma jadi seformal ini?” Nyonya Choi menatapku dengan heran.


“Apa anda yakin jika saya ini adalah anak anda? apa anda yakin saya ini Choi Saena?”


“Tentu saja kau anakku, kenapa pertanyaanmu seperti itu?” Keterkejutan tercetak jelas di wajah nyonya Choi.


“Maafkan saya, tapi saya sama sekali tidak mengenal anda.” Aku memang tidak mengenal nyonya Choi.


“Seonghwa, apa kau ingat dia. Dia ini kekasihmu, kalian sudah menjalin hubungan selama empat tahun.” Nyonya Choi menempatkan laki–laki tampan tadi agar dia duduk di dekatku. Aku memperhatikan wajahnya dengan seksama, jelas dia bukan Angga. Aku menggelengkan kepalaku, nyonya Choi terlihat lemas.


“Sepertinya Saena mengalami amnesia.” Bagaimana bisa laki–laki tampan itu dengan sembarangan memvonisku terkena amnesia. Aku tidak amnesia, aku masih dengan jelas mengingat nama ayah dan mamaku. Nama kedua kakak sepupuku, nama tunanganku dan juga penyebab diriku sampai koma.


“Ah sudahlah lupakan, maafkan eomma terlalu memaksamu untuk mengingat. Tenang saja, eomma akan membantumu mengingat semuanya.”


 ~~~


Kadang aku bingung dengan ingatanku sendiri, tapi kadang aku juga meragukan kenyataan yang kujalani saat ini. Choi Saena adalah gadis yang sangat beruntung, semua orang menyayanginya. Keluarga Choi Saena sangat kaya raya, mungkin bisa disebut kaya tujuh turunan. Rumah yang megah bak di dalam komik, baju yang bagus dan mahal dari merek ternama, hidangan makanan yang lezat. Hidup yang kujalani saat ini sangat berbeda dengan diriku sebagai Dea.


Mungkinkah aku masih koma dan berada di alam mimpi? Apa seperti itu? Atau memang benar aku ini Choi Saena? Lalu selama ini Dea Asena adalah aku yang hidup di alam mimpi selama koma. Kenapa aku jadi bingung dengan ingatanku sendiri? Ini memang lucu, tapi kenyataannya aku memang benar–benar berada di sini sekarang.

__ADS_1


Choi Saena adalah gadis yang ceria dan penuh dengan semangat, dia adalah anak perempuan kesayangan nyonya Choi. Saena sangat menyukai Seonghwa, nyonya Choi sering mendengarkan Saena mencurahkan isi hatinya tentang Seonghwa. Yang pasti hidup Choi Saena sangat sempurna, sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan kehidupan Dea.


Kegiatanku setiap hari hanya itu–itu saja, tidak jauh berbeda dengan kehidupan Dea. Tapi disini ada yang berbeda, sangat jauh berbeda. Jika sebagai Dea aku selalu sarapan dan melakukan segalanya sendiri, sebagai Saena aku selalu ditemani banyak orang. Pagi setelah bangun dan mandi, aku akan sarapan bersama keluarga besar Choi yang terdiri dari nyonya Choi, tuan Choi, San oppa dan satu orang lagi. Kang Yeosang, dia teman baik San oppa dan juga Seonghwa. Dia juga seorang dokter handal yang selama ini menemani San oppa merawatku saat koma.


Setelah sarapan nyonya Choi akan menemaniku di taman, kami duduk dan beliau menceritakan tentang Saena padaku.


Pada hari itu Saena sangat bahagia mendengar kabar jika Seonghwa akan pulang. Saena diantar supir pribadinya pergi ke bandara, tapi ironis. Mereka mengalami kecelakaan lalu lintas di tengah perjalanan menuju bandara. Itu cerita versi Saena, dia mengalami pendarahan dan luka yang cukup serius di bagian kepala.


Ada saatnya aku hanya bersama San dan Yeosang, San adalah kakak yang menyebalkan bagiku. Dia selalu mengomel ini dan itu, berbeda dengan Yeosang yang memiliki sikap manis. Bagiku Yeosang adalah kakak yang sangat ideal. San juga kekanakan, bisa–bisanya dia bilang seperti ini, “Bagaimana bisa Seonghwa hyung suka padamu, tapi setidaknya jika kalian menikah maka Seonghwa akan memanggilku hyung.”


Namun ada satu hal yang ku suka dari San, dia selalu bisa membuatku tertawa, meskipun dia bilang ‘tidak’ tapi pada kahirnya dia melakukannya.


Seonghwa calon tunangan Saena, dia memiliki tubuh yang tinggi. Kulitnya putih, aku sangat sulit menggambarkannya. Karena menurutku dia itu sudah sangat tampan. Bagaimana ini? Bagaimana jika aku jadi bertunangan dengan Seonghwa? Bagaimana nasib Saena? Aku sedikit merasa bersalah karena telah mengacaukan kehidupan Saena. Jika saat ini aku benar–benar berada di dunia paralel dan menjalani kehidupan sebagai Choi Saena, lalu ke mana Choi Saena yang asli?


Aku tidak mau menjadi jahat dan merebut Seonghwa dari Saena, lalu menjalani hidup dengan penuh penyesalan. Di samping itu aku juga masih ingin tahu identitas orang yang mencelakaiku malam itu.


Ah iya, ada satu benda yang hilang dari jari manisku, cincin pertunanganku dengan Angga. Apa cincin itu lepas saat aku jatuh?


o0o

__ADS_1


 


 


__ADS_2