Sleeping Beauty

Sleeping Beauty
Keluarga Choi


__ADS_3

Seperti yang biasa ku lakukan, selepas pertemuan aku mengunjungi Dea. Awalnya dia berada di rumahku, tapi hari ini ayah memindahkannya ke rumah keluarga Choi. Aku tidak tahu jika ayah akan secepat ini bergerak, bahkan beliau bilang jika Dea akan menjadi adik angkat San. Dia juga sudah berganti nama Dea menjadi Choi Saena, aku tahu nama Dea masih sama seperti nama aslinya. Aku tadi sudah protes pada ayah, tapi beliau bilang itu tidak masalah. Keluarga San mampu menjaga Dea.


Ku dengar San juga sama sepertiku, dia menjadi seorang dokter muda yang handal. Tapi aku tidak tahu di daerah mana dia bertugas, aku hanya tahu Yeosang. Zidan adalah Yeosang, ayahku bilang jika Yeosang ikut pulang saat mendengar aku pulang. Sejujurnya aku lebih setuju jika Dea menjadi adik Yeosang, tapi kata ayah itu terlalu beresiko.


“Jadi karena gadis ini kau mau pulang? Sepertinya aku juga harus memberi kabar pada San. Jika dia memiliki seorang adik.” Suara tuan Choi membuatku memusatkan perhatian padanya. Beliau berjalan mendekat ke arahku yang sedang duduk di sisi ranjang Dea.


“Maaf sudah merepotkan anda.” Mungkin kata maaf ini masih kurang.


“Tidak sama sekali, kau tahu kan ibu San sangat ingin memiliki anak perempuan.” Kata tuan Choi.


“Aku akan membersihkan tubuhnya, kalian para lelaki lebih baik menunggu di luar!” Nyonya Choi masuk ke dalam kamar dengan handuk dan sebuah baskom berisi air.


“Seonghwa hyung!” Aku dan tuan Choi sedikit terkejut melihat sosok di depan kami. Seorang lelaki dengan mantel putih dan stetoskop yang tergantung di lehernya.


“Ini sebuah keajaiban, aku harap San juga mau kembali sepertimu Yeosang!” Kata tuan Choi dengan senyum simpulnya. Yeosang hanya tersenyum merespon ucapan tuan Choi.


“Tuan Park memintaku menjadi dokter untuk Dea.” Yeosang menuturkan alasan kedatangannya.


“Apa? Kenapa bukan San? Aku juga ingin dia pulang!” Kata tuan Choi.


“Tuan Park bilang akan lebih baik jika saya juga bisa bekerja bersama dengan San.” Penuturan Yeosang membuat senyum tuan Choi mengembang.


“Baiklah, aku akan segera memintanya pulang. Selamat reuni.” Kata tuan Choi, beliau meninggalkan kami berdua.


Sepeninggal tuan Choi, aku dan Yeosang membicarakan beberapa hal.


 ~~~


Di lorong rumah sakit yang cukup sepi terlihat sepasang suami istri yang sedang berdebat, aku bisa mendengar percakapan mereka. Jangan salahkan aku jika saat ini aku tengah mencuri dengar apa yang mereka bicarakan. Pasalnya jalanku terblokir karena mereka, aku jadi harus bersembunyi karena mereka juga.

__ADS_1


Mereka sedang membicarakan hal tentang gadis yang saat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawabku, dalam segi perawatan kesehatan.


“Ini adalah sebuah peluang, kematiannya akan terlihat alami jika seperti ini!” Kata sang wanita.


“Apa kau yakin? Bukankah ini terlalu berlebihan?” Sang laki–laki terlihat heran.


“Untuk apa kita terus mengurus dia, dia saja tidak berguna. Dia hanya bisa mempermalukan kita!” Tanganku mengepal keras, bagaimana bisa seorang ibu berperilaku seperti itu? Aku mulai melangkah ingin menegur mereka, tapi langkahku terhenti saat elevator di belakangku menyuarakan dentingan. Yeosang muncul dari dalam sana, aku langsung menariknya.


“Aku akan menraktirmu nanti! mari kita selesaikan tugas hari ini!” Aku berkata dengan penuh semangat dan sedikit meninggikan suara. Aku sengaja melakukannya agar dua pasangan suami istri tadi segera mengakhiri kegiatan mereka. Sejak tadi aku bersembunyi di antara dinding penyekat yang ada tepat di depan pintu elevator.


Aku dan Yeosang berjalan sambil sedikit berbincang, beruntungnya Yeosang bisa langsung masuk dalam percakapan kami dan sama sekali tidak merasa heran denganku. Kami berdua berhasil melewati dua pasangan suami istri tersebut, kami juga sempat menyapa keduanya dengan ramah.


Jika mengingat hal itu, aku jadi ingin tahu alasan mereka menyingkirkan putri mereka sendiri. Apa Dea bukan putri kandung mereka? Karena mana ada orang tua yang tega membunuh anak mereka sendiri.


Setelah hari itu, teror yang mengancam Dea pun dimulai.


“Kau tidak mau menciumnya hyung? Siapa tahu dia akan bangun jika kau cium.” Ku lihat Yeosang sudah berdiri tepat di sebelahku.


“Apa dengan adanya dia di sini itu pertanda jika kau memiliki perasaan padanya?” Sepertinya Yeosang sama sekali tidak mendengarkanku. Tapi pertanyaan yang dia ajukan membuatku terdiam, mata ini fokus menatap gadis yang tengah terbaring di depan kami.


“Tapi dia punya tunangan.” Yeosang menunjuk cincin yang terpasang di jari manis pada salah satu tangan Dea. Aku meraih tangan gadis itu dan mulai melepaskan cincinnya.


“Apa yang kau lakukan!” Yeosang terkejut dengan respon yang kuberikan.


“Sepertinya cincin ini akan menyebabkan masalah saat pemiliknya bangun nanti.”


“Masalah untuknya atau untukmu?” Dengan cepat Yeosang menyahut.


“Apa itu? Kenapa sejak tadi kau membuat diriku seolah menjadi penjahat disini?” Jujur aku sedikit kesal dengan kata–kata yang keluar dari mulut Yeosang.

__ADS_1


“Baiklah aku memahami keadaannya, tapi apa kau tidak penasaran dengan motif mereka?”


“Yang ku tahu orang tuanya sendiri yang menghendaki hal ini.”


Aku ingin berhenti berurusan dengan orang tua Dea, tapi di sisi lain aku juga penasaran dengan alasan terbuangnya Dea.


 ~~~


Aku, Yeosang dan tuan Choi menanti kedatangan San di ruang tamu. Tuan Choi bilang jika San akan pulang hari ini juga, kami sedikit membahas topik kebersamaan kami saat masih satu tempat pendidikan dulu.


“Ayah mana ibu? Bayinya laki–laki atau perempuan?” Kami bertiga melihat sosok San yang masih berdiri di ambang pintu. Suaranya cukup lantang, tapi yang aneh langkah kakinya sama sekali tidak terdengar. Atau ini karena kami bertiga terlalu larut dalam perbincangan hingga tidak sadar jika ada yang membuka pintu.


Tuan Choi mengajak kami beserta San menuju kamar tempat Dea berada.


“Siapa gadis itu?” San menunjuk Dea.


“Calon istri Seonghwa, sekaligus adik angkatmu.” Kata tuan Choi, itu sukses membuat San terbelalak. Aku juga sebenarnya ingin protes, tapi sepertinya waktu kurang mendukung.


“Mulai hari ini dia menjadi bagian dari keluarga Choi. Namanya Choi Saena dan tugasmu adalah memantau kondisinya sampai dia sadar.” Tuan Choi mengatakannya dengan cepat, berusaha mendahului San yang sepertinya akan protes.


“Bisakah kau ikut denganku sebentar?” Tuan Choi mengajak Yeosang pergi bersamanya.


“Jelaskan padaku Hyung, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa dia...” San tidak mampu melanjutkan kata–katanya.


“Ceritanya panjang, apa kau mau mendengarnya sekarang?” Ku lihat San mengangguk, tapi sayangnya ponselku berbunyi. Itu panggilan dari ayah, aku berpamitan pada San sambil memamerkan layar ponselku padanya.


Ayah memintaku untuk segera pulang, ada satu hal yang ingin beliau sampaikan menyangkut tentang Dea. Apa mungkin ayah bergerak menyelidiki apa yang terjadi dengan gadis itu? Atau ayah memiliki rencana yang mungkin akan membuatku kembali protes dan tidak setuju dengan rencana beliau.


o0o

__ADS_1


 


__ADS_2