Sleeping Beauty

Sleeping Beauty
Masa Lalu


__ADS_3

Saat kamu serius dengan masa depan, ada saja masa lalu yang datang dan berusaha membuat masa depan yang telah tertata rapi jadi kembali berantakan. Haruskah dia kembali setelah beberapa tahun yang lalu mematahkan hatiku? Kenapa dia kembali dan mengacaukan semuanya?


Padahal aku sudah mendapatkan bunga untuk diberikan pada Dea, kenapa yang datang malah Yeji? Wanita itu kembali, bagaimana bisa kami bertemu kembali di tempat ini? Apa Dea melihatnya? Tentu saja dia pasti melihat bunga yang kuperoleh direbut Yeji. Apa dia marah padaku?


Hongjoong memberiku kabar jika Dea pulang diantar oleh Yeosang, beruntungnya dia bertemu dengan kedua bawahanku saat kabur dariku. Entah apa yang akan ku jelaskan pada San nanti, aku sudah membuat adik kesayangannya menangis.


Saat ini aku masih terjebak bersama Yeji, Hongjoong tahu dan dia membiarkan kami berdua. Tentu kami harus berhati-hati dengan Yeji, dia adalah adik dari salah satu anggota naga putih. Dulu orangtua kami berdua pernah memiliki kesepakatan, akan menjodohkan kami berdua. Awalnya aku menolak, tapi setelah bertemu degan Yeji, keputusanku berubah. Karena sikap Yeji yang terbilang sangat baik.


Tapi tak kusangka ternyata dia mendekatiku demi bisa mendekati Joonyoung.


Beruntungnya aku mengetahui itu saat sebelum kami melaksanakan pertunangan. Joonyoung, entah kemana dia pergi, dia merasa bersalah dengan apa yang terjadi padaku dan Yeji. Karena itulah, kami naga merah hanya beranggotakan delapan orang.


“Apa kamu tahu dimana Joonyoung berada sekarang?” Aku mencoba bertanya pada Yeji, mungkin saja dia tahu.


“Kenapa kamu menanyakan orang yang bahkan mungkin telah ditelan bumi.” Sepertinya Yeji juga kesulitan mencari Joonyoung.


“Apa kau masih tidak mau mengakuinya? Kau kabur ke Indonesia karena lari dari patah hatimu oppa.” Apa yang dikatakan Yeji memang benar. Tapi karena hal itu aku jadi bisa mewujudkan impianku. Di sekolah khusus itulah aku berkenalan dengan Yeji, kami cukup dekat. Aku dan Joonyoung juga sangat dekat. Sampai pada akhirnya hal itu terjadi, aku memutuskan untuk meninggalkan hal sia-sia yang telah kulakukan. Bertahan di sekolah itu hanya demi Yeji.


Aku meninggalkan Korea dan membuka lembaran baru di Indonesia, sampai khirnya aku menemukan sesuatu yang memang sangat ingin ku lakukan.


“Apa kau tahu, Leedo menghubungiku, dia bilang jika kau telah kembali.” Kata Yeji.


“Apa kamu kembali untukku?” Aku sedikit heran mengatakannya.

__ADS_1


“Tentu saja.” Dia tersenyum menatapku.


Sejujurnya, perasaanku pada Yeji sudah lama menghilang. Sejak saat aku memutuskan berangkat ke Indonesia. Aku sudah membuang jauh-jauh perasaan itu, aku ingin melihat Yeji bersama dengan laki-laki yang dia cintai.


Joonyoung, remaja itu malah merelakan Yeji untukku, aku tahu sebenarnya dia sangat menyukai Yeji. Bisa terlihat dari cara dia memandang dan sikapnya saat memperlakukan Yeji. Tentu aku sebagai yang tertua, harus mengalah pada yang muda. Untuk mendapatkan seorang wanita yang sama bagi kami caranya bukan dengan berkompetisi, tapi dengan membiarkan wanita itu memilih satu di antara kami. Tentu saja sangat berat melepaskan Yeji, aku juga sempat ingin marah pada Joonyoung.


Karena itulah, aku meninggalkan Korea untuk mengakhiri drama itu. Tak kusangkan mereka juga ikut melarikan diri.


“Apa wisuda di sekolah itu sama dengan wisuda disekolah lainnya?” Aku bertanya karena kudengar Yeji melanjutkan sekolahnya sampai kahir.


“Pesta kelulusannya terbilang cukup unik.” Yeji hanya menjawab demikian.


 ~~~


Tok! Tok! Tok!


Tangisanku terhenti, anehnya air mataku kering sendiri. Ini sebuah keberuntungan, aku tidak perlu repot-repot menutupi jika aku baru saja menangis. Bukan malu, hanya saja aku tidak suka saat mereka menanyakan sebabku menangis.


“Apa kau sudah bangun?” Suara laki-laki dari balik pintu, tapi tunggu sepertinya itu bukan suara Kak Kino. Aku segera membuka pintu, yang saat ini ada di hadapanku malah wajah yang sama sekali belum ku kenali.


“Ikut aku, kau harus sarapan.” Kata laki-laki itu.


Di ruang makan, tepatnya di meja makan, duduk empat orang pemuda. Yang pasti aku sama sekali tidak mengenal wajah mereka, salah satu dari mereka juga bukan orang yang menjemputku kemarin. Lalu kemana kak Kino?

__ADS_1


“Apa benar kamu ini Choi Saena? Adik angkat San?” Salah satu dari mereka bertanya, dia duduk di ujung meja. Sepertinya dia pemimpinnya. “Iya benar.” Jawabku.


“Kenalkan, aku Hwanwoong. Aku pimpinan naga putih, sama seperti calon suamimu.” Tentu saja dia pasti sudah tahu jika aku calon istri Seonghwa.


“Dimana Kino?” Aku ingin tahu alasan Kak Kino mencariku.


“Apa yang kau maksud Ravn?” Suaranya sangat besar, aku sedikit terkejut karena pemuda berpipi chuby itu memiliki suara yang sangat berlainan dengan wajahnya. wajahnya seperti bayi menurutku. Aku menganggukkan kepala.


“Sayang sekali, sebenarnya kami membawamu kesini bukan karena Kino.” Kini pemuda bermata sipit yang angkat bicara.


“Sebaiknya kita makan saja dulu, jangan membuatnya bingung. Biarkan dia sarapan dengan tenang.” Kata pemuda yang sepertinya paling muda di antara kelima pemuda lainnya. Dan dia tadi pemuda yang menjemputku.


“Kenapa kalian seperti ini? Diawal pertemuan bukankah seharusnya kita memperkenalkan diri?” Kini pemuda yang sejak tadi diam juga ikut angkat bicara. Entah kenapa melihat wajahnya mengingatkanku pada Yunho, hanya saja dia lebih tirus dari Yunho.


“Dia Leedo.” Tunjuk sang leader pada pemuda yang wajahnya seperti bayi. “Lalu ini Seoho.” Kali ini leader menujuk pemuda bermata sipit. “Dia Xion.” Leader menunjuk dia yang sepertinya paling muda. “Yang terakhir, dia adalah Keonhee.” Leader menunjuk pemuda yang menurutku memiliki kemiripan dengan Yunho. Jujur saja nama mereka susah untuk dilafalkan, untung saja wajah mereka bisa langsung kuingat.


Apa benar aku dibawa kesini bukan karena kak Kino mencariku? Lalu untuk apa?


Apa ini ada hubungannya dengan perseteruan antara naga merah dan putih?


Jika benar, akan lebih baik jika aku kabur saja. Aku sempat berpikir jika Kak Kino sengaja melakukan ini, karena masih memiliki perasaan padaku. Tapi ternyata ini bukan rencana Kak Kino, lalu apa aku harus kabur dari tempat ini?


o0o

__ADS_1


 


__ADS_2