Suami Ku Pembantu Ku

Suami Ku Pembantu Ku
Berbuat mesum


__ADS_3

"Ada nyamuk." Jihan langsung kembali ke posisi nya.


"Apa!! sudah pergi kan," tanya Arya yang sangat terkejut sekali.


"Sudah, kau tenang saja, aku sudah mengusir nya," jawab Jihan.


Jihan bersyukur Arya sama sekali tidak curiga kepada nya, kalau sampai Arya tau dirinya sangat penasaran dengan perut Arya, mau di letak dimana wajahnya.


"Bisa bisa nya di kamar ada nyamuk," kata Arya.


"Mungkin saat kau masuk tadi ia ikut masuk ke dalam, makannya harus berhati-hati."


Untung saja Jihan ratu sandiwara, Arya tidak akan sadar jika Jihan sedang berbohong padanya, sandiwara apapun bisa Jihan lakukan sekarang ini.


Jihan memutuskan untuk membersihkan dirinya, ia membawa pakaian ke kamar mandi, tidak mungkin ia memakai pakaian di kamar, pasti Arya diam diam akan melihat nya.


"Kau bisa kan," tanya Arya.


"Bisa lah," jawab Jihan.


Setelah selesai bersih bersih mereka berdua langsung keluar kamar untuk makan malam.


"Kalian nenek tinggal berdua ya, mendadak nenek harus ke rumah saudara," ucap Elis.


"Jangan lama lama nek," kata Jihan.


"Iya sebelum tengah malam ," ucap Elis.

__ADS_1


Elis pergi meninggalkan mereka berdua. Sedangkan mereka berdua langsung makan malam dengan berbagai macam lauk yang ada.


"Hmmm masakan nenek mu sangat enak sekali," ucap Arya.


"Pasti dong," kata Jihan.


Keduanya makan dengan sangat lahap sekali. Setelah selesai makan, Jihan memutuskan untuk menonton televisi, tak ada yang bisa di lakukan di desa selain menonton televisi. Tak ada jaringan lancar untuk bermain handphone nya.


"Masih tak ada jaringan, paket mu benar-benar habis Jihan," tanya Arya.


"Iya habis, sudah nonton televisi saja," jawab Jihan.


Sebenarnya Jihan tidak kehabisan paket, tetapi karena Arya ingin memberikan kabar pacar nya. Jihan memutuskan untuk berbohong, ia masih dalam misi balas dendam pada Arya.


"Panas ya," ucap Arya.


Arya melepaskan baju yang ia pakai karena Arya sama sekali tidak tahan dengan panas, mana tau jika tidak memakai baju bisa lebih baik.


"Arya.." Jihan langsung menutup mata nya.


"Kenapa," tanya Arya.


"Kenapa kau tidak pakai baju sih, kau sadar tidak kita hanya berdua," jawab Jihan.


"Ya terus, kau tau aku ini guru gym ayah mu loh," ucap Arya.


"Pantas saja, hmmm kau tidak di goda dengan para pria ehem kan," tanya Jihan.

__ADS_1


"Hahaha itu sudah menjadi makanan ku, ya nama nya pekerjaan, pasti ada saja. Yang penting aku tidak menanggapi mereka," jawab Arya sambil duduk di samping Jihan. Arya masih fokus dengan handphone nya. Ia tidak tenang kalau tida memberikan kabar pacar nya, bisa bisa melodi memintanya untuk putus.


Mata Jihan tidak bisa lepas dari tubuh Arya, benar-benar sangat sayang untuk di lewatkan. Ia memang sangat suka melihat tubuh pria seksi seperti Arya, sudah menjadi hobi nya dengan Alfi


Arya sadar jika Jihan sudah mulai curi curi pandang pada nya, sebagai pria normal Arya merasa senang wanita yang mencuri curi pandang padanya, biasa nya para pria tidak normal yang melakukan hal itu.


Saat ini mereka hanya sedang berdua, setan bisa datang tiba tiba. Apalagi keduanya sudah dewasa dan siap untuk ehem. Arya sendiri merasa tertantang dengan Jihan.


"Apa yang kau lihat," tanya Arya sambil menarik Jihan agar lebih dekat pada nya.


"Tidak ada," jawab Jihan yang gerogi sekali.


"Kau ingin pegang ya." Tangan Jihan Arya gerakan ke arah perut nya.


"Arya.." Memang Jihan terkejut tetapi ia tidak melepaskan tangan nya dari sana. Memang keduanya sudah sama sama terbawa hasutan setan.


Ntah keberanian dari mana Arya mulai mendekati bibir Jihan, tanpa pikir panjang bibir mereka berdua sudah saling menyentuh, karena tak ada penolakan dari Jihan, Arya mulai berani mencium lebih dalam, sepertinya setan sudah benar-benar menguasai mereka berdua.


Jihan malah mengalungkan tangan nya pada leher Arya, ia membalas ciuman dari Jihan, seperti nya perasaan lama yang Jihan pendam muncul kembali. Hal itu menjadi penyebab Jihan pasrah saja dengan apa yang Arya lakukan pada nya.


Kebetulan seseorang melewati depan rumah itu, karena lampu yang terang dari dalam rumah, mereka berdua terlihat dari luar.


"Ada yang mesum.." Seseorang itu langsung pergi mencari orang lainnya.


Jihan dan Arya semakin larut. Mereka berdua sampai berbaring di atas sofa sangking menikmati ciuman panas itu.


Saat tangan Arya menyelinap masuk ke dalam pakaian Jihan, Tiba-tiba...

__ADS_1


"Bruak.." Pintu rumah itu di jebol dari luar rumah, hal itu membuat Jihan dan Arya sangat terkejut


__ADS_2