Suami Ku Pembantu Ku

Suami Ku Pembantu Ku
Ditolak Arya


__ADS_3

Perjalanan pun di lanjutkan, karena hanya tinggal dua jam perjalanan lagi, sudah tidak ada waktu untuk istirahat. Jihan menemani Arya agar Arya tidak kesasar, walaupun Arya sudah menggunakan google maps tetap saja mereka bisa ke sasar.


"Enak," tanya Arya.


"Enak, kau mau?"


"Mana bisa aku lagi nyetir," ucap Arya.


Jihan mengambil beberapa potongan buah dan mengarahkan ke mulut Arya.


"Buka mulut mu," ucap Jihan.


"Eh ini serius," tanya Arya.


"Iya, buka mulut mu," jawab Jihan.


Segera Arya langsung melahap nya.


"Makasih," ucap nya.


"Sama sama, fokus dengan jalan," kata Jihan.


Setelah kurang lebih menempuh 2 jam perjalanan dari terakhir mereka berdua berhenti, akhirnya mobil sampai di sebuah desa kecil, desa yang sangat indah karena pegunungan yang terpampang dengan sangat jelas, sejauh mata memandang banyak hamparan mata yang menyegarkan mata.


"Dimana rumah nenek mu," tanya Arya.


"Sebentar lagi sampai, bagaimana desa ini sangat indah kan," ucap Jihan.


"Iya sangat indah sekali," kata Arya. Sudah sangat lama Arya tidak melihat desa seindah ini.


Sesampainya di rumah nenek mereka berdua langsung turun dari salam mobil. Jihan mengetuk pintu rumah nenek yang kelihatan sepi.


"Nenek," ucap Jihan sambil melihat kearah sekitar.


"Jihan..."


"Nenek.." Mereka berdua berpelukan..


"Kamu sudah baik-baik saja sayang," tanya Elis nenek Jihan.

__ADS_1


"Baik nek, sangat baik sekali," jawab Jihan.


"Dia siapa," tanya Elis.


"Saya Arya nek, beberapa kali kita pernah bertemu waktu saya kecil dulu," jawab Arya.


"Oh iya teman kecil nya Jihan, ayo masuk, kalian datang tidak bilang ya, rumah nenek sedang di renovasi, maaf berantakan," ucap Elis.


"Terus kami tidur dimana nek," tanya Jihan.


"Ada satu kamar, belum di renovasi, kalian bisa tidur di sana, tidak papa kan kalian tidur sekamar, sudah dewasa, sudah tau apa yang tidak boleh dilakukan, jangan ada yang tidur di luar kamar sedang musim penyakit demam berdarah," jawab Elis.


Sontak Jihan dan Arya saling bertatapan mereka berdua kebingungan, tetapi juga tidak ada pilihan lain.


"Istirahat lah dulu, Arya bawa Jihan ke kamar, nenek masak dulu."


"Iya nek," ucap Arya.


Jihan tidak bisa membantu karena kondisi nya sekarang ini walaupun hanya sandiwara saja.


"Tapi yang untung aku ya, tidur sekamar dengan wanita," batin Arya.


"Kau tidur di sofa," ucap Jihan.


"Jihan mana ada sofa di kamar, kau liat apakah ada sofa," kata Arya.


"Ya tidak di kamar di ruang tamu."


"Ah aku mana mau, aku tida ingin terkena penyakit, kau mau aku mati, kau mau bertanggung jawab kalau aku mati," ucap Arya.


"Jadi!!!"


"Ya tidur bersama.. Kau ingat kata nenek kita sudah sama sama dewasa jadi sudah tau apa yang baik apa yang buruk," ucap Arya.


"Arya..."


"Kau mau ganti baju, kamar mandi di dalam kan," ucap Arya.


"Itu, sana jangan ganti sembarangan."

__ADS_1


Arya mengambil pakaian yang ia beli tadi dan membawa nya masuk ke kamar mandi. Selagi Arya berganti baju Jihan meluruskan kaki dan melompat lompat karena kaki nya sudah sangat pegal.


Jihan tidak lama lama karena ia tidak mau Arya melihat semua nya, Arya bisa saja keluar dari kamar mandi secara tiba-tiba.


"Bagaimana beb," tanya Alfi.


"Ah aku sangat bosan, aku ingin tinggal dengan mu, apalagi sekarang aku sudah dengan Arya, alu tau lah Arya bagaimana.."


"Dia tampan Jihan, sangat tampan, gagah lagi. Aku dengar dia bekerja sebagai pelatih Gym, banyangkan berapa gagah nya dia.


Mata Jihan tertuju pada pintu kamar mandi yang terbuka, mata nya terbuka dengan lebar melihat Arya bertelanjang dada, setiap lekuk tubuh Arya terlihat begitu sempurna, dada yang bidang, perut kotak kotak, dengan warna kulit yang kuning langsat. Pemandangan yang sangat indah di mata Jihan.


"Maaf Jihan, baju ku jatuh," ucap Arya sambil berlari mendekati pakaian lainnya.


"Jihan, Jihan kenapa diam," tanya Alfi.


"Kau liat ini." Jihan mematikan sambungan telepon itu.


Diam diam ia memfoto Arya yang sedang memakai baju nya, setelah itu ia langsung mengirimkan nya pada Alfi.


"Arya keluar kamar dulu dong, aku sedang ngobrol masalah wanita yang dengan Alfi," ucap Jihan.


"Oh iya.." Arya yang tidak curiga apa apa memilih langsung keluar kamar.


"Ahkkkk Jihan, aku mau," teriak Alfi.


"Bagaimana Alfi, gila kan dia berotot sekali," ucap Jihan.


"Aku mau menikah dengan nya, fiks langsung aku lamar," kata Alfi.


"Dasar gatal," ucap Jihan.


"Kira kira dia mau tidak ya dengan ku, atau kenapa dia tidak dengan mu saja, dia tampan Jihan, Aldy mah tidak ada apa apa nya, bagus kau menikah dengan nya."


"Iya sih dia sangat tampan, tapi ya kali aku menikah dengan nya, ah tidak mau aku," ucap Jihan.


"Kenapa Jihan, aku kalau jadi kau langsung ambil posisi, pasti dia langsung gas pol," kata Alfi.


"Kau lupa dulu waktu kecil aku pernah di tolak nya, mau di letak dimana wajah ku coba."

__ADS_1


"Hahaha iya aku ingat, itu sebabnya kau sangat membenci nya, udah gitu dia pura-pura lupa dengan kejadian itu," kata Alfi.


__ADS_2