Suami Ku Pembantu Ku

Suami Ku Pembantu Ku
Baikan


__ADS_3

Malam ini Arya kembali ke rumah, wajahnya dalam tampak masih kesal, tetapi main bagaimana lagi ia ingin semuanya cepat selesai. Arya langsung masuk ke dalam kamarnya, di dalam kamar Arya melihat sang istri tengah tertidur dengan pulas.


"Sayang.." Arya membangunkan Jihan untuk meminta maaf pada nya, ia tak mau masalah nya semakin berlarut larut.


Jihan membuka matanya secara perlahan, sebenarnya ia sama sekali belum tidur. Pikirkan nya sedang tidak singkron yang membuat nya tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Iya," ucap Jihan.


"Kamu sudah tidur, aku ingin mengatakan sesuatu," kata Arya.


"Ada apa, kamu kembali, bukan nya kamu ingin pergi meninggalkan ku," ucap Jihan.


"Sayang maafkan aku, aku terlalu terbawa emosi, aku ingin menyelesaikan semuanya malam ini, oke aku tidak akan merespon apapun tentang wanita itu. Aku sudah mengubungi nya untuk tidak mengubungi ku lagi, aku sudah memblokir semua tentang nya. Seharusnya aku mengerti apa yang kamu rasakan, bukan malah pergi meninggalkan mu seperti tadi."


Jihan membalik tubuh nya, ia memeluk Arya dengan erat, ia sangat takut kehilangan Arya. Arya yang membuat nya mengerti apa itu cinta, ia seperti itu karena ia sangat takut kehilangan sosok suami seperti Arya.

__ADS_1


"Maafkan aku juga, aku tau aku berlebihan, aku hanya takut kehilangan kamu sayang," ucap Jihan.


"Ya aku mengerti, kita sama sama takut kehilangan," ujar Arya.


Hubungan mereka berdua sudah benar-benar membaik, memang tidak seharusnya mereka berdua bertengkar seperti tadi, pertengkaran Tia menyelesaikan sebuah masalah. Jika dapat di bicarakan baik-baik kenapa tidak.


...


Beberapa telah berlalu, kandungan Jihan sudah semakin membesar, diikuti dengan tubuhnya yang semakin gemuk saja, ya mau bagaimana lagi saat hamil pasti lebih banyak makan dan istirahat.


"Perut ibu hamil semakin gemuk saja," kata Alfi.


"Hahaha kau bisa saja, bagaimana dengan mu," tanya Jihan.


"Aku juga sedang berusaha, setiap malam. Tapi belum mendapatkan hasil, tinggal minggu ini telat datang bulan atau tidak," jawab Alfi.

__ADS_1


"Semoga bisa di segerakan..."


Jihan sendiri sudah mulai begah dengan kandungnya yang semakin membesar, mana tiap hari harus tetap memberikan suaminya pelayanan, dari pada sang suami berbelok pada wanita lain.


Minggu ini memang Alfi sedang berusaha untuk kehamilan nya, ia sangat ingin segera hamil agar bisa menyusul Jihan. Ya walaupun sang suami tidak memaksanya untuk segera hamil.


"Sayang," ucap Akbar.


"Iya ada apa," tanya Alfi.


"Kata kamu kemarin seharusnya kamu datang bulan, tapi tadi pagi masih bisa nya," jawab Akbar.


"Hahaha aku tak tau sayang, ya mana tau sampai minggu depan aku tak datang bulan, kalau begitu artinya aku sedang hamil," kata Alfi.


Akbar tersenyum senang, ia sudah tak sabar mempunyai anak dari buah cintanya bersama dengan Alfi. Ia akan mempunyai seorang cucu dan anak sekaligus, memang terdengar aneh tetapi memang itu yang Akbar inginkan. Pasti rumah nya akan sangat ramai dengan suara anak kecil..

__ADS_1


"Semoga saja segera terjadi," ucap Akbar.


__ADS_2