Suami Ku Pembantu Ku

Suami Ku Pembantu Ku
Gas..


__ADS_3

Pernikahan yang paling ditunggu pun datang, pernikahan Alfi dengan Akbar. Mereka berdua sudah duduk di depan penghulu, keduanya sudah sangat siap.


"Aku deg deg kan sekali, ini yang pertama untuk ku," batin Alfi.


Alfi sangat deg deg kan tetapi tidak untuk Akbar, ia sudah sangat siap untuk menikah, ia sudah tidak sabar dengan malam pertamanya.


"Jangan memasang wajah seperti itu, santai saja," bisik Jihan.


"Iya aku berusaha untuk santai," bisik Alfi pada Jihan.


Dan dalam hitungan menit mereka berdua sudah resmi menikah, Alfi sudah menjadi istri sah Akbar duda anak satu.


Mereka berdua sama sama bahagia karena menikah dengan cinta, memasang cincin satu sama lain membuat keduanya semakin bahagia.


"Aku mencintaimu.." Akbar mencium wajah istrinya, walaupun usia mereka berbeda cukup jauh tetapi tidak terlihat berbeda, mereka masih sangat cocok sekali.


"Selamat ayah, selamat Alfi," kata Jihan.


"Sayang jangan Alfi dong, dia mamah kamu," kata Akbar.


"Hahaha dia tidak mau yah, katanya jadi canggung."

__ADS_1


"Iya mas, lebih enak seperti ini saja, kami sudah sangat lama bersahabat," ujar Alfi.


"Ya sudah kalau itu mau kamu," ucap Akbar.


Akbar tidak bisa memaksa Alfi, ia paham dengan apa yang Alfi rasakan, mempunyai anak sambung memang bukan hal yang mudah, apalagi anak itu sahabatnya sendiri.


Setelah acara selesai, mereka berempat duduk bersama di lantai dua rumah Alfi, malam ini Arya dan Jihan juga ikut menginap di rumah Alfi.


"Ayah ada yang ingin aku katakan," ucap Jihan.


"Apa itu," tanya Akbar.


"Kamu serius? ayah akan menjadi seorang kakek," tanya Akbar.


"Iya yah, tadi sebelum acara Jihan memeriksa nya. Aku curiga dengan Jihan, Dengan perubahan yang luar biasa tidak mungkin tidak ada apa apa. Dan dugaan ku benar, Jihan sedang hamil," ujar Arya.


"Wah selamat ya sayang, ayah sangat senang mendengarnya, kalian memang hebat, ayah sudah tidak sabar untuk mempunyai cucu," ucap Akbar.


"Jihan selamat ya, kau memang paling jago kalau urusan membuat anak," kata Alfi.


"Selamat juga untuk mu, nanti sebentar lagi," ucap Jihan.

__ADS_1


Alfi langsung sadar dengan apa yang Jihan katakan, jujur itu membuat Alfi sangat takut, ini malam pertamanya menjadi suami Akbar. Ia tidak tau apakah Akbar akan meminta langsung atau tidak, ia berharap tidak karena sebenarnya Alfi belum siap untuk malam pertamanya, walaupun di hatinya juga ada rasa ingin untuk melakukan hal itu.


"Sudah malam istirahat lah," ucap Akbar.


"Iya yah, selamat malam," kata Arya.


"Semangat Alfi." Jihan memberikan kedipan khusus yang hanya Jihan dan Alfi yang mengerti.


Saat ini hanya tinggal Alfi dengan Akbar di ruangan itu, mereka berdua tampak diam karena bingung ingin membahas hal apa. Apalagi Akbar yang sudah jarang seperti ini dengan wanita, biasanya langsung ia embat saja tanpa basa basi, akan tetapi kalau dengan sang istri tidak mungkin ia seperti itu.


"Sayang ke kamar yuk," ucap Akbar.


"Ayo mas," kata Alfi.


"Eehmmm kamu sudah siap untuk malam ini," tanya Akbar.


Pertanyaan Akbar membuat Alfi bingung sekali, antara siap dena tidak. Alfi harus memutuskan dengan cepat.


"Ya aku siap dong." Alfi pasrah dengan dirinya.


"Ayo gas." Akbar menggendong Alfi masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2