
Pagi harinya, mereka berdua masih bersantai di atas tempat tidur, keduanya fokus dengan handphone masing-masing. Jihan masih kesal dengan Arya yang masih belum memberikan nya penjelasan apa apa, ia sudah menunjukkan wajah kesalnya, akan tetapi Arya tidak peka.
"Sayang kamu buka handphone ku," tanya Arya yang baru sadar jika ada sebuah pesan yang sudah terbaca, kalau tidak Jihan siapa lagi.
"Tidak," jawab Jihan.
"Jujur sayang, kamu kan yang membuka pesan ku," tanya Arya sekali lagi, ia sudah mulai terpancing emosi.
"Menurut kamu siapa? Kenapa kamu marah? iya kamu marah? yang seharusnya marah itu aku, apa bagus ada chat dari seorang wanita pada pria beristri, apalagi chat seperti itu," kata Jihan.
"Sayang.." Arya tak jadi marah karena Jihan lebih dulu marah dari nya.
"Apa!! Alasan apa yang akan kamu pakai, jangan bilang kamu masih berhubungan dengan wanita itu," ucap Jihan.
"Sayang jangan seperti ini dong, aku berai bersumpah aku tidak pernah merespon chat darinya, ya mungkin kalau aku respon aku hanya marah padanya," kata Arya, tetapi JIhan tida percaya dengan apa yang Arya katakan, ia akan mencari tau sejauh mana hubungan Arya dengan wanita itu.
__ADS_1
"Sayang..."
"Ada yang ingin kamu jelaskan pada ku," tanya Jihan.
"Hanya itu sayang, aku tidak macam macam padanya, aku berani bersumpah aku tidak ada macam macam dengannya selama aku menikah dengan mu."
Arya mengerutkan dahinya, melihat JIhan yang berubah seperti ini membuat Arya curiga jika Jihan sedang membutuhkan penjelasan, tetapi ia sendiri tida tau apa yang akan ia jelaskan pada JIhan.
"Oh ya sudah kalau memang tidak ada lagi yang mau kamu jelaskan." Jihan masih berusaha untuk menahan emosinya, jangan sampai emosinya meledak sekarang.
"Tidak ada, aku ingin makan bubur ayam, tolong belikan."
"Oke.." Dari pada Jihan semakin marah padanya Arya segera pergi untuk mencari bubur ayam yang istrinya inginkan.
Di tempat lain, sepasang kekasih baru saja selesai melakukan pertempuran hebat, ini hari ketiga mereka menikah dan sudah entah ke berapa kali mereka berdua bertempur, yang pasti Alfi merasa miliknya sudah sakit.
__ADS_1
"Sayang kamu tidak bekerja," tanya Alfi, ia ingin suaminya pergi dari rumah agar tidak minta terus, ALfi bingung bagaimana bisa milik Akbar selalu on walaupun baru di pakai.
"Tidak sayang, aku cuti sampai minggu depan, jadi waktu kita berdua lebih lama lagi," ucap Akbar.
"Aku sangat lelah, milik ku sangat sakit sekarang, jadi aku minta berhenti untuk hari ini ya, besok kita lanjut lagi." Alf mengatakan yang sejujurnya karena ia sudah sangat tidak kuat jika harus melayani suaminya lagi.
"Hahaha iya sayang, aku paham kok, ia aku tidak akan memintanya lagi, ini yang aku suka kalau kamu sudah tidak kuat katakan saja, aku pasti berhenti kok, dan kalau kamu ingin katakan saja aku pasti memberikan mu jatah," ucap Akbar.
"Iya sayang, makasih telah mengerti aku, aku sangat mencintai ayah dari sahabat ku yang sekarang menjadi suami ku."
"Hahaha tinggal bilang aku mencintai suami ku saja repot sekali," ucap Akbar.
"Iya sayang, aku mencintaimu kamu," kata Alfi.
Akbar memeluk Alfi dengan erat, mempunyai istri muda memang sangat luar biasa, Akbar saja sampai ketagihan tidak berhenti berhenti.
__ADS_1