Suami Ku Pembantu Ku

Suami Ku Pembantu Ku
Menikah


__ADS_3

Arya dan Jihan tertangkap berbuat mesum di rumah ini, mereka berdua langsung di sidang di rumah itu oleh ketua adat setempat, Elis juga di panggil pulang untuk membuat keputusan lebih lanjut lagi.


"Arya, Jihan kalian ada ada saja," ucap Elis.


"Maaf nek.." Mereka berdua hanya bisa menundukkan kepala mereka, ya bisa di katakan mereka berdua memang berbuat mesum, keduanya kebablasan karena terhasut setan pedesaan.


"Halo, Akbar anak mu," ucap Elis.


"Hmmm nikahkan saja mereka berdua," kata Akbar.


"Kau sudah tau," tanya Elis.


"Sudah ada yang memberitahu ku, ya sudah nikahkan saja mereka berdua, aku kenal Arya aku setuju Jihan menikah dengan Arya."


"Ya sudah kalau begitu."


Elis mematikan sambungan telepon itu.


"Bagaimana nek?."


"Kata orang tua Jihan mereka berdua harus menikah," ucap Elis.


"Nenek." Jihan dan Arya sangat terkejut mendengar hal itu, mereka berdua tidak mungkin menikah.

__ADS_1


"Tidak ada pilihan lain, kalian sudah berbuat mesum dan kalian harus menikah."


Karena sudah tidak bisa apa apa lagi, mereka berdua pun menikah. Menikah dengan alah kadar nya saja, mau bagaimana lagi semua yang ini adalah buah dari perbuatan mereka berdua.


Setelah menikah semua orang pun bubar. Termasuk nenek yang kecewa, ia memutuskan untuk menginap di rumah orang lain.


"Ahkkk aku sudah menikah, aku sudah tidak gadis lagi," ucap Jihan.


"Sudah untuk apa kau seperti itu, semuanya sudah terjadi dan ini karena ulah kita sendiri," kata Arya.


"Padahal kita hanya berciuman saja, kenapa mereka sangat baper sekali sih," ucap Jihan.


"Jihan ini di desa bukan di kota, sudah Terima saja yang sudah terjadi. Kau enak sudah mendapatkan restu dari ayah mu, bagaimana dengan ku, aku mempunyai pacar yang sudah pasti hubungan kami akan kandas, lalu keluarga ku pasti akan marah kalau aku menikah tanpa meminta izin."


"Ya aku sudah bertanggungjawab menikahi mu, aku menerima semua nya, mungkin memang ini jalan takdir ku. Setelah kita kembali ke kota kita akan menikah secara negera. Kau harus hidup dengan ku, maupun susah atau senang," ucap Arya.


"Arya..."


"Ayo tidur sudah malam, sekarang tidur seranjang sudah bukan masalah," ucap Arya sambil menggendong Jihan ke kamar.


Di tempat lain.


"Bagaimana lancar mah," tanya Akbar.

__ADS_1


"Lancar Akbar, mereka sudah menikah, walaupun awal caranya tidak baik tetapi kalau tidak begitu Jihan tidak akan mau menikah."


"Hahaha iya mah, aku memang sudah memilih Arya menjadi menantu ku, Arya pasti bisa mendidik Jihan."


"Ya sudah, mamah tidur di dulu, mereka berdua tidur bersama," kata Elis.


"Iyah mah.." Akbar mematikan sambungan telepon itu.


Semuanya berjalan dengan sangat lancar, Akbar sangat senang akhirnya Jihan menikah dengan pria pilihannya, walaupun bukan dengan Aldy pilihan pertama nya, menurutnya Arya lebih baik dari pada Aldy yang meninggalkan Jihan saat Jihan sedang terpuruk.


"Arya pakai baju lah, ini udah pakai AC kamar," ucap Jihan.


"Halah tadi aku cium mau, sekarang giliran aku tidak pakai baju sibuk," kata Arya.


Arya mendekati Jihan dan memeluk Jihan dengan erat.


"Arya...."


"Buat anak yuk," ucap Arya..


"Arya Arya Arya... Aku tidak mau," teriak Jihan.


"Hey diam, atau sebuah sosis masuk ke dalam mulut mu."

__ADS_1


__ADS_2