
"Sayang dimana mereka," tanya Alfi.
"Mereka siapa," tanya Akbar.
"Jihan dengan Arya, sejak kita keluar mereka belum ada terlihat."
"Oh mereka berdua, mungkin saja sudah pulang, mereka pasti tidak ingin menganggu kita berdua," kata Akbar.
"Hahaha begitu ya, Jihan Jihan," ucap Alfi.
Setelah selesai makan Alfi langsung menghubungi Jihan untuk tau dimana Jihan berada.
Jihan yang sedang bersantai langsung mengangkat panggilan dari Alfi. Jihan sebenarnya juga ingin menghubungi Alfi sejak tadi, tetapi ia takut mengganggu Alfi dan ayahnya.
"Dimana kau Jihan, kenapa tidak terlihat sejak tadi," tanya Alfi.
"Aku sudah di rumah, aku tidak ingin menganggu kalian berdua," jawab Jihan.
"Hahaha kau bisa saja, kami tidak terganggu kok," ucap Alfi.
"Bagaimana malam tadi, sukses," tanya Jihan.
"Sangat sukses lah, sakit banget tau."
__ADS_1
"Hahaha rasakan lah, apa ayah ku seusai dengan yang kamu inginkan," tanya Jihan.
"Sangat sesuai, tubuh yang gagah, anunya mantap banget, terus dia sangat romantis tau, tapi mainnya lama dan sedikit kasar," jawab Alfi.
"Kau memang ya Alfi, puas puaskan lah sebelum kau hamil, kalau kau sudah hamil, jangan harap bisa bermain seperti sebelumnya, sekarang aku saja tidak boleh seperti itu sampai kehamilan ku masuk ke trimester kedua," kata Jihan,
"Iya dong aku puasin, sudah 2 ronde. Aku nanti saja deh hamil nya, setelah kau melahirkan saja," ucap Alfi.
"Ya ya ya terserah kau."
"Jihan tempat kau berasal sangat keren," kata Alfi.
"Sudah ah, jangan di bahas geli tau," ucap Jihan.
"Hahaha, dulu kau bahas secara gamblang."
"Ya ya.. Yasudah, aku ingin istirahat capek sekali," kata Alfi.
"Iya selamat istirahat." Jihan mematikan sambungan telepon itu.
Sesaat Jihan mematikan sambungan telepon itu, ia melihat handphone Arya berbunyi seperti ada pesan yang masuk. Karena Arya sedang tidur Jihan pun melihat nya.
"Apa ya sandi handphone nya, aku tidak pernah tau," kata Jihan.
__ADS_1
Arya memang rutin mengganti sandi handphone nya, ia sangat menjaga privasi nya.
Jihan masukan tanggal pernikahan mereka berdua dan ternyata Sandi nya benar. Jihan tersenyum senang karena hal itu.
"Sayang, kamu kenapa menikah dengan nya."
Jihan melotot membaca pesan itu pesan yang berasal dari melodi, Jihan ingin membangunkan Arya tetapi tidak jadi, ia ingin membuat Sandiwara deng melodi.
Yang terlihat baru pesan pertama dari Melodi, ia tidak tau apakah sebelumnya Arya merespon melodi atau tidak, ada sedikit kecurigaan Jihan pada Arya, mana mungkin hubungan yang sudah bertahun-tahun lamanya bisa putus dengan cepat. Pasti masih ada samting di antara mereka berdua.
"Karena dia mengandung anak ku," Jihan membalas pesan itu.
"Aku bisa mengandung anak mu, kenapa tidak dengan ku saja," kata Melodi.
"Sial wanita ini," ucap Jihan yang semakin kesal.
"Emang kita pernah berhubungan," tanya Jihan.
"Kamu lupa di vila itu," jawab Melodi.
Dengan jawaban itu membuat Jihan malas membalas pesan itu lagi, ia memfoto pesan itu sebagai bukti dan tidak lupa menghapus beberapa percakapan, hanya tersisa pesan pertama dari Melodi tadi.
Jihan sangat sedih saat tau bukan ia yang pertama. Tetapi Arya pernah berkata jika ia pertama kali melakukan hal itu dengan Jihan, sekarang Melodi mengatakan mereka pernah melakukan nya di vila. Jihan jadi bingung siapa yang harus ia percaya.
__ADS_1
"Dia mengatakan ayah suka jajan, jangan jangan dia juga suka lagi, mainnya juga sangat jago seperti sudah berpengalaman. Apa jangan jangan dia berbohong pada ku," batin Jihan.
Jihan akan meminta penjelasan dari Arya nanti setelah Arya bangun, ia ingin melihat bagaimana respon Arya saat ada pesan dari Melodi yg terbaca, apakah Arya akan langsung menuduhnya yang membaca pesan itu atau tidak.