Suami Ku Pembantu Ku

Suami Ku Pembantu Ku
Keputusan yang tepat


__ADS_3

Arya membahas apa yang ia dan Jihan rencanakan tadi, ia ingin agar Jihan bisa berjalan normal dan segera mengakhiri sandiwara ini, ia sudah tidak tega melihat Akbar terus di bohongi oleh anak sendiri. Semoga rencananya dengan Jihan berjalan dengan lancar tanpa pngacau.


"Ya sudah kalau Jihan mau, ayah sudah beberapa kali mengajak JIhan untuk berobat tetapi Jihan tidak mau, nah karena sama kamu mau, bawa saja kemana Jihan inginkan, mungkin dengan bersama dengan Arya, Jihan bisa segera sembuh."


"Iya yah, aku pastian pasti tidak sampai satu bulan Jihan sudah bisa berjalan, aku yakin Jihan memiliki harapan besar untuk berjalan normal seperti biasanya," kata Arya.


Mau tidak mau Arya jadi ikut dengan sandiwara yang Jihan buat, ya mau bagaimana lagi mungkin sudah menjadi jalan takdirnya.


Hari ini Arya pulang ke rumahnya untuk membicarakan pernikahan dirinya dengan Jihan, sampai sekarang keluarganya belum tau tentang hubungannya dengan Jihan, Arya tidak khawatir akan keluarganya, mereka pasti mendukung apa yang ia lakukan.


Di dalam kamar sudah pasti Jihan curhat dengan bestie nya, dari malam pertama nya sampai dengan Arya yang tau sandiwaranya. Sangat gatal kalau tidak curhat dengan sang Bestie.


"Hahaha bagaimana bisa JIhan, jadi sekarang sudah berlubang dong," tanya Alfi.


"Sudah besar lubangnya, mana tu burung besar sekali, gila sakit sekali Alfi, bukan hanya tubuhnya saja yang berotot tapi juniornya juga, saat masuk terasa di jebol batang kayu, tapi itu awalnya, sudah 10 menit, rasanya jadi sangat enak, aku sampai gemetar terbang ke langit, mungkin karena dia rajin ngegym yang membuatnya bertahan sampai lama."


Alfi hanya menengguk air ludah nya sendiri mendengar semua penjelasan dari Jihan, ia sangat kesal Jihan bercerita begitu detail padanya, ia kan jadi ingin merasakan apa yang Jihan rasakan.


"Jihan mau coba,,, boleh ya," kata Alfi.


"Eh enak saja, kau cari junior pribadi mu lah," ucap Jihan yang sudah pasti tidak terima kalau Arya juga main dengan Alfi.


"Kau pulak nya, kenapa kau cerita begitu detail sekali," kata Alfi.


"Hahaha maaf maaf, ya namanya mau curhat sama," ucap Jihan.


"Lalu setelah itu kalian seperti biasa," tanya Alfi.


"Ya seperti biasa, tapi sebelumnya kan aku ketauan kalau aku sebenarnya tidak lumpuh," jawab Jihan.

__ADS_1


"Ha!! jadi bagaimana," tanya Alfi.


"Ya karena aku ketahuan, dia tidak akan memberitahu siapapun asalkan aku memberikan nya jatah, ya mau tidak mau aku memberikan nya, ya walaupun aku tidak menyesal juga sih, kau bayangkan saja tubuh berotot Arya dengan kegagalannya bermain dengan sangat ganasnya, kau hanya bisa berteriak merasakan keganasan nya."


"Ahkkk Jihan.." Alfi berteriak dengan sangat keras.


"Hahaha sabar sabar," ucap Jihan yang tertawa dengan bahagia.


Ternyata menikah tidak seburuk yang ia pikirkan, baru beberapa hari menjadi istri Arya Jihan sudah mulai merasakan kebahagiaan.


''Nanati malam aku ke rumah mu," ucap Alfi.


"Oke, aku tunggu," kata Jihan.


Setelah curhat pada sang bestie, Jihan mengganti sprei tempat tidur yang sudah ada bekas darah kesuciannya, Jihan mengambil foto darah itu sebagai kenang kenangannya.


Sore harinya, Arya kembali ke rumah Jihan dengan restu dari keluarganya. Yang mereka tau Jihan sedang lumpuh, jadi bisa dikatakan mereka menerima Jihan apa adanya.


"Arya kau mengejutkan ku, aku sedang mengobati anu ku dengan salep," jawab Jihan.


"Aku bantu," ucap Arya.


"Tidak terimakasih Arya, sudah selesai, bukannya menyembuhkan kau malah membuatnya semakin sakit lagi," kata Jihan.


"Jihan aku sudah mendapatkan restu dari keluarga ku, setelah semua urusan persiapan pernikahan selesai, aku akan langsung menikahi mu dengan resmi," ucap Arya.


"Syukurlah, aku jadi tenang kalau sewaktu waktu aku hamil," kata Jihan.


"Kau tau dari Aldy ke rumah mu untuk meminta balikan dengan mu, dia memang pria yang tidak tau diri, bisa bisanya setelah meninggalkan mu dia meminta mu untuk kembali dengan mu."

__ADS_1


"Apa!! memang pria sialan, aku sudah capek capek sandiwara lumpuh, eh dia malah minta kembali dengan ku."


"Untung saja aku sudah menikah dengan mu," kata Jihan.


"Jadi beruntung nih menikah dengan ku," tanya Arya.


"Ya aku akui kau lebih better dari nya, aku masih mending menikah dengan mu dari pada dengannya, tapi kalau dia meminta kembali dengan ku, itu tandanya aku wanita yang membuat pria tergila gila pada ku, walaupun aku sedang lumpuh."


"Hmmm ya ya ya, kau memiliki karisma. Kenapa dulu aku menolak mu ya," ucap Arya.


"Jadi kau ingat kalau aku pernah menembak mu," tanya Jihan.


"Ya aku ingat lah, aku hanya pura pura tidak ingat saja agar kau tidak marah pada ku, eh ternyata kau membenci ku," jawab Arya.


''Dasar, sekarang saja minta minta jatah," ucap Jihan.


"Jihan boleh kali jatah lagi, udah mau malam ini," goda Arya.


"Tidak bisa, Alfi kan berkunjung nenti malam."


"Lah kan nanti malam, ini kan baru mau malam, masih ada waktu Jihan," kata Arya.


"Arya kau tidak sadar kalau kau main itu lama, ya mana sempat Arya, besok saja lah," ucap Jihan.


"Hahaha secar tidak langsung kau mengakui jika aku itu kuat," kata Arya yang sangat bangga pada dirinya sendiri.


Jihan pun memutuskan untuk mandi agar saat Alfi datang dirinya sudah rapi dan wangi, ia juga meminta Arya untuk merapihkan kamar, dan Arya nurut saja apa yang Jihan katakan, ia menumpang tinggal di rumah Jihan dan sudah menjadi kewajibannya untuk membantu Jihan merapihkan kamar.


Jihan sendiri sangat senang Arya mau melakukan apa yang ia katakan, salah satu tipe suami Jihan adalah Arya, bukan hanya mau enaknya saja tetapi mau membantu juga, ia merasa beruntung bisa menikah dengan Arya tidak dengan Aldy. Kalau dengan Aldy, Jihan sudah tau bagaimana hidup nya nanti, itu sebabnya ia bersikeras menolak perjodohan mereka.

__ADS_1


"Untung saja aku menikah dengan Arya, sudah tampan, gagah, kuat, dan nurut lagi, jadi suka,'' batin Jihan sambil tersenyum bahagia.


__ADS_2