Suami Ku Pembantu Ku

Suami Ku Pembantu Ku
Menggoda


__ADS_3

"Bagaimana," tanya Alfi.


"Aman," jawab Jihan sambil duduk dengan tenang.


"Kau pulang begitu cepat," ucap Alfi.


"Ya ada masalah, kalau tidak ada masalah, aku tidak akan kembali dengan cepat," kata Jihan.


"Hahaha kenapa beb, kau sedang ada masalah dengan Arya?"


"Aku dan Arya sudah menikah," ucap Jihan.


"Apa!!!" Alfi terkejut mendengarnya.


"Iya aku sudah menikah," ucap Jihan.


"Bagaimana... Bagaimana bisa," tanya Alfi.


Alfi masih tidak menyangka jika Jihan menikah dengan Arya, ia tau Jihan tidak suka dengan Arya.


"Begini, aku dan Arya tinggal di rumah nenek ku berdua, cuaca di sana itu panas jadi Arya buka baju, nah aku sebagai wanita tidak mungkin dong tidak bergairah melihat Arya, kau tau Arya bagaimana. Dia seperti nya juga terbawa suasana, terus kami berdua berciuman, lagi enak enaknya eh malah di Gerebek warga, terpaksa deh menikah," jelas Jihan yang membuat Alfi tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha bisa bisanya kau begitu," ucap Alfi.


"Lagi sial, sekarang aku sudah menikah dengan nya dan dia malah seriuss dengan pernikahan kami," ucap Jihan.


"Bagus dong tidur tandanya dia bertanggungjawab," kata Alfi.


"Iya benar bertanggungjawab, tapi kan ahhh. ntalah," ucap Jihan.


"Hahaha sudah lah Terima saja dia, dulu kan kau suka dengan nya, tidak mungkin kan perasaan itu sudah mati," tanya Alfi.


"Tidak tau, dia sekarang lagi bertemu dengan pacar nya untuk putus," jawab Jihan.


Di tempat lain memang Arya sedang bersama dengan Melodi, mereka berdua sedang bermasalah karena Arya meminta untuk putus setelah Arya menghilang tanpa memberikan Melodi kabar.


"Kamu bisa bisanya ya, dimana hati kamu," ucap Melodi.


"Maaf Melodi, aku memang sudah tidak bisa bersama dengan mu lagi, kamu tau aku tidak memberikan mu kabar karena apa. Aku liburan dengan wanita lain, aku selingkuh dari mu karena sifat mu yang begitu posesif pada ku. Terimakasih untuk selama ini, aku pergi sekarang."


Arya bangkit dari tempat nya, tetapi tangan Melodi menahan tangan Arya

__ADS_1


"Tidak, aku tidak mau, kamu jangan macam macam Arya," ucap Melodi.


"Semuanya sudah berakhir Melodi, maafkan aku ya, aku harap kamu bahagia dengan Pria lain." Sebenarnya Arya sendiri sudah tidak betah dengan Melodi, seperti yang ia katakan Melodi memang sangat posesif padanya dan ini kesempatannya untuk memutuskan Melodi.


Arya pun benar-benar pergi meninggalkan Melodi sendiri. Melodi sangat membenci Arya karena telah mencampakkan dirinya begitu saja.


Kembali pada Johan Jihan dan Alfi, mereka berdua masih betah bersama sama, memang mereka berdua kalau sudah mengobrol bisa sampai lupa waktu, apalagi Jihan yang sudah lama tidak mengobrol dengan Alfi, ada banyak yang ingin Ian ceritakan pada Alfi.


"Tunggu dulu jadi kau sudah di unboxing oleh Arya," tanya Alfi.


"Ya belum lah, sakit tidak ya, aku yakin tidak lama lagi dia pasti minta," jawab Jihan.


"Sakit lah, kau ada ada saja, aku yakin pasti punya Arya jumbo," kata Alfi.


"Itu lah, aku takut kalau dia minta jatah, aku belum bisa melakukan hal itu, tapi kalau dia bertelanjang dada, tubuh ku terasa bergetar, dia benar benar sangat seksi," ucap Jihan.


"Hahaha dia memang sangat seksi, otot perut nya, ahh buat aku meleleh," kata Alfi.


"Ih dia suami ku kau yang meleleh," ucap Jihan.


"Kita bagi bagi suami bagaimana, malam ini xia dengan ku, aku siap kok melayani nya."


"Enak saja, kau cari suami sendiri," kata Jihan.


"Hmmmm nanti aku pikirkan," kata Jihan.


"Bagaimana dengan Kevin, dia pergi begitu saja," tanya Alfi.


"Sudah tidak ada menghubungi ku lagi, tapi dia tidak kalah tampan loh Alfi, kau mau tidak dengan nya," tanya Jihan.


"Tidak ah, dia itu cerewet aku tidak mau," jawab Alfi.


Arya sudah tau jika Jihan ada di rumah Alfi, karena hari sudah malam Arya memutuskan untuk langsung menjemput Jihan.


"Arya ke sini," ucap Jihan.


"Iya aku tidak masalah, nanti biarkan saja dia masuk ke rumah, aku ingin melihatnya langsung," kata Alfi.


"Hahaha awas nafsu melihat suami orang," ujar Jihan.


Tak lama Arya pun sampai di rumah Alfi, ia berjalan mendekati Jihan dan Alfi yang masih mengobrol bersama.

__ADS_1


"Ayo pulang," ucap Arya.


"Nanti ah, masih asik asiknya, sini bergabung dengan kami," kata Jihan.


"Halo Arya, apa kabar," tanya Alfi.


"Baik," jawab Arya.


Arya duduk tepat di samping Jihan, ia tidak tau apa yang sedang mereka berdua bahas, berada di tengah tengah wanita yang sedang bergosip memang terasa sangat aneh.


"Panas," tanya Jihan.


"Tidak papa aku buka jaket," tanya Arya, ia memang merasa panas dan gerah.


"Tidak papa, santai saja," jawab Jihan.


Arya pun melepaskan jaketnya, terlihat dengan jelas otot lengannya karena ia menggunakan baju kaus tanpa lengan. Mata Alfi langsung terpanas ke arah sana. Jihan hanya tertawa kecil melihat Alfi, dirinya sudah kenyang melihat hal seperti ini.


"Bagaimana sudah putus," tanya Jihan.


"Sudah lah, aku kalau berkata putus ya putus," jawab Arya.


"Ciee sudah putus dengan pacarnya demi Jihan, jadi kapan kalian akan punya momongan ni," ujar Alfi.


"Kapan kapan," jawab Jihan.


"Hahaha kenapa begitu, ah kalian ini, harusnya selagi muda cepat punya anak, nanti kalian bisa melahirkan ke rumah sakit ku dengan gratis tanpa bayar," kata Alfi.


"Enak kau berkata aku yang menjalani, sudah aku pulang dulu sudah malam," ucap Jihan.


"Sudah malam atau ingin membuat anak," tanya Jihan.


"Membuat anak, puas kau. Ayo Arya bantu aku," ucap Jihan.


"Oh iya iya ayoo.."


Mereka berdua pun pulang ke rumah, sesampainya di rumah karena sudah malam mereka langsung masuk ke dalam kamar.


"Mandi lah dulu," ucap Arya.


"Tidak mau kau saja dulu," kata Jihan.

__ADS_1


"Tidak ah, kau saja dulu, atau mandi bareng bareng," tanya Arya.


__ADS_2