
"Kau mau kemana," tanya Jihan.
"Mau bertemu dengan pacar ku lah, aku kan tidak jomblo seperti mu," jawab Arya.
"Kapan? kau harus menemani ku sampai malam," ucap Jihan.
"Tidak bisa, malam ini aku akan pergi dengan pacar ku."
Jihan mengerutkan dahi nya, bisa bisa nya orang yang bekerja dengan nya malah lebih berkuasa, ini tidak bisa dibiarkan, Arya akan semena mena dalam pekerjaan nya.
"Oh iya aku punya ide, kita buat dia tidak betah bekerja disini, aku tak mau dia mengetahui semua rencana ku. Aku yakin kalau dia sudah tidak betah merawat ku, pasti dia akan mengundurkan diri nya," batin Jihan.
"Sekarang temani aku," ucap Jihan.
"Kemana," tanya Arya.
"Kemana saja yang aku mau lah, kau sudah di bayar orang tua ku, jadi jangan banyak tanya," jawab Jihan.
Arya tidak bisa berkata apa-apa karena apa yang Jihan katakan benar. Mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah.
"Pertama aku mau nonton," ucap Jihan.
"Kau yang bayar kan," tanya Arya.
"Iya lah, aku tau kau tidak punya uang, makannya kau bekerja dengan ayah ku," jawab Jihan.
Arya membawa mobil yang memang di sediakan Akbar ke sebuah mall besar di kota ini. Akbar tau pasti Jihan tidak betah di rumah, jadi ia menyediakan mobil agar mereka bisa kemana mana.
"Ayo.."
"Bantu aku turun," ucap Jihan.
"Hmmm ya ya ya.." Arya pun membantu Jihan turun dari dalam mobil.
Ia mendorong kursi roda Jihan dan langsung membawa nya ke lantai paling atas, tempat bioskop berada. Mereka berdua memesan tiket film horor sesuai dengan yang Jihan inginkan.
__ADS_1
"Sepi ya," ucap Jihan.
"Kenapa kau takut," tanya Arya.
"Eh mana ada aku takut," jawab Jihan.
Arya kenal Jihan, dulu saat kecil Jihan sangat penakut, ia cukup terkejut Jihan meminta film horor.
Film pun di mulai mereka berdua fokus nonton dengan memakan popcorn yang Arya beli tadi. Di pertengahan film suasana semakin mencekam, hantu hantu mulai bermunculan yang membuat Jihan sangat takut sekali. Beberapa kali Jihan berteriak dengan keras.
"Hey jangan berteriak," ucap Arya pelan.
"Serem," kata Jihan.
"Ahkkk Arya.." Jihan menarik Arya dan memeluk Arya dengan erat, ia benar-benar sangat ketakutan sekali.
Arya hanya bisa pasrah, memang film terlalu seram, ia tidak bergerak saat Jihan memeluk nya dengan erat. Malahan Arya sedikit seneng, pria mana yang tidak senang mendapatkan pelukan hangat dari wanita cantik seperti Jihan.
Film pun selesai, mereka berdua keluar dari bioskop. Jihan bertingkah seolah-olah tidak ada terjadi apa apa di dalam sana, sebenarnya di dalam hati Jihan, Jihan sangat malu sekali pada Arya, bagaimana bisa ia memeluk Arya dengan sangat erat. Arya seperti pacar nya saat menonton tadi.
"Bisa sendiri," tanya Arya.
"Iya tunggu aku di dekat pintu toilet saja," jawab Jihan.
Di dalam toilet Jihan hanya membasuh wajahnya, ia sangat malu pada Arya, tadi ia hanya berakting saja seperti tidak terjadi apa apa, padahal diri nya sangat malu sekali pada Arya.
"Dia berotot sekali, seperti nya dia rajin ngegym tadi tangan ku tidak sengaja menyentuh perut nya, kotak kotak sekali," batin Jihan.
Setelah merapihkan kembali wajahnya. Jihan keluar dari dalam kamar mandi. Ia mendekat Arya yang sedang menunggu nya.
"Keluar kota," ucap Jihan.
"Ha!!"
"Nenek ku sudah tua, tadi ia meminta ku segera melibat nya, selagi ada kesempatan kenapa tidak," ucap Jihan.
__ADS_1
"Apa sama ayah mu boleh," tanya Arya.
"Aku telepon dulu," jawab Jihan.
Jihan langsung mengubungi Akbar, ia meminta keluar kota agar Arya tidak bisa bertemu dengan melodi dan sudah pasti membuat Arya lelah. Kalau sudah benar-benar lelah, Arya akan mengundurkan diri dan Jihan akan bebas. Rencana yang sangat sempurna.
"Iya Jihan ada apa," tanya Akbar.
"Aku keluar kota ya," ucap Jihan.
"Kemana sayang," tanya Akbar.
"Rumah nenek di desa, selagi ada waktu aku ingin ke sana," jawab Jihan.
"Jika dengan Arya ayah memberikan izin."
"Iya dengan Arya kok, ini Arya di dekat ku." Jihan mencubit Arya agar Arya mengeluarkan suara nya.
"Ahh iya paman, aku akan mengantarkan Jihan," ucap Arya.
"Ya sudah kalau begitu, kalian hati hati ya. Arya nanti paman kirim uang untuk keperluan kamu dan Jihan," kata Akbar.
"Iya paman terimakasih," ucap Arya.
Ntah apa yang Akbar rencanakan sehingga ia dengan mudah memberikan mereka berdua izin pergi bersama.
"Ayo.."
"Berapa hari," tanya Arya.
"Dua hari," jawab Jihan.
Ekspresi wajah Arya langsung berubah seketika, ini yang ia tunggu melihat Arya lelah dengan dirinya.
"Belanja dulu," ucap Jihan.
__ADS_1