
Tak Alfi tiba di rumah Jihan, dengan membawa berbagai macam makanan ia berjalan masuk menuju kamar Jihan. Ini bukan kali pertama Alfi main ke rumah Jihan, bahkan ia sudah sering menginap di rumah Jihan.
"Selamat malam," ucap Alfi.
"Malam masuk, Jihan sedang di ruang ganti," kata Arya.
Alfi tersenyum melihat Arya yang sedang beberes, pantas saja Jihan mau ehem dengan Arya kalau Arya saja begini, siapa yang tidak suka mendapatkan pria seperti Arya.
"Andai suami ku seperti Arya, sudah pasti aku akan memberikan apa yang dia mau," batin Alfi.
"Hey apa yang kau lakukan," tanya Jihan.
"Menunggu mu lah, masih tanya lagi," jawab Alfi.
"Ah aku tau apa yang kau pikirkan," kata Jihan.
"Hahaha kau tau saja apa yang aku pikirkan," ucap Alfi.
Mereka berdua duduk di sofa kamar, sedangkan Arya yang malas bergabung dengan mereka, memilih berbaring di atas ranjang.
"Apa ini," tanya Jihan.
"Biasa, makanan kesukaan mu, itu suami mu tidak kau tawarin," tanya Alfi.
"Tidak usah, nanti dia banyak makan jadi tidak sixpack lagi," jawab Jihan.
"Hahaha kau jahat, mana tau dia inginkan, bagaimana malam pertama mu, ceritakan langsung pada ku," kata Alfi.
"Tapi tadi sudah, nanti kau jadi ingin lagi lebih baik tidak usah," ucap Jihan.
"Kau puas," tanya Alfi.
"Ya jelas lah, nanti malam aku main lagi, hahaha biar saja aku cepat hamil," jawab Jihan.
"Buat Video," ucap Alfi.
"Oke siap," kata Jihan.
Dua sahabat ini memang sangat aneh sekali, mereka berdua sudah aneh sejak pertama berteman belasan tahun lalu.
"Arya mau tidak," tanya Jihan.
__ADS_1
"Apa itu," tanya Arya sambil mendekati mereka berdua, kebetulan ia sedang lapar.
"Makanan lah, pakai tanya lagi," jawab Jihan.
"Aku tau, tapi apa? jangan sampai aku berlemak karena makanan itu."
"Tenang aku membawa makanan sehat untuk mu Arya, khusus untuk mu, aku tau kau tidak makan makanan yang kami makan," kata Alfi.
"Tu teman ku perhatian pada mu, dia rich, kaya raya bisa kau manfaatkan," ucap Jihan.
"Hahhaha kau bisa saja Jihan, tapi tidak papa kalau aku menjadi Madu mu."
"Enak saja," ucap Jihan.
"Kalian memang lah." Arya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka berdua.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, sudah sangat malam sekali dan sudah waktunya untuk Alfi pulang ke rumah. Mereka berdua terlalu asik mengobrol sampai lupa waktu.
''Menginap saja," ucap Jihan.
"Di kamar mu aku mau," ucap Alfi.
"Enak saja kau, tidak mungkin lah," kata Jihan.
"Dengan ayah ku saja bagaimana, ayah ku masih 43 tahun, masih muda, kau bisa tidur dengannya."
"Jadi hot daddy ayah mu dong, kau ada ada saja lah," ucap Alfi.
"Hahaha ya sudah hati hati, lusa kita bertemu lagi," kata Jihan.
"Iya, bye JIhan, bye Arya, sampai jumpa lagi," ucap Alfi dan pergi meninggalkan kamar Jihan.
''Alfi.." Akbar berjalan mendekat.
"Iya paman.."
"Kamu baru mau pulang, ini sudah malam, kenapa tidak menginap saja," tanya Akbar.
"Hehehe tidak paman, tidak papa aku pulang malam, kan aku tinggal sendiri," jawab Alfi.
"Tidak begitu Alfi, kamu kan wanita bahaya kalau pulang malam malam, sekarang kamu pulang dengan siapa," tanya Akbar.
__ADS_1
"Sendiri, bawa mobil," jawab Alfi.
"Ayo dengan paman saja," ucap Akbar.
"Aku bawa mobil paman," kata Alfi.
"Nanti paman naik taksi, sudah ayo ini sudah lain tengah malam," ucap Akbar.
"Paman ini sudah tengah malam, mana ada taksi," kata Alfi.
"Oh iya ya, nanti paman minta jemput supir, sudah ayo, kamu sudah paman anggap anak sendiri," ucap Akbar.
Alfi pun mau di antar pulang Akbar, ia juga takut kalau pulang sendiri, tadi ia hanya mencoba berani saja, ada yang mau mengantarkan nya kenapa tidak, lagi pula ia tidak meminta dan memaksa.
Di perjalanan pulang hujan deras datang, Alfi merasa beruntung di antara pulang Akbar, kalau tidak pasti ia akan terjebak hujan lebat seperti ini.
"Beruntung paman mengantarkan mu," ucap Akbar.
"Iya paman, terimakasih ya paman," kata Alfi.
Tak lama mereka berdua pun sampai di rumah Alfi, rumah yang sangat mewah tetapi Alfi hanya tinggal sendiri.
"Ayo dulu paman," ucap Alfi.
"Tidak papa ni," tanya Akbar.
"Ya tidak papa dong paman, seperti dengan siapa saja."
Saat berjalan masuk ke dalam rumah Akbar mendapatkan penggilingan dari supir yang akan menjemputnya.
"Apa!! putus bagaimana bisa?"
"Tidak tau tuan, seperti nya karena hujan deras, beberapa bagian jalan sama sekali tidak bisa di lewati, kalau mau cari jalan lain seperti nya tidak bisa."
"Ya sudah, aku cari hotel saja." Akbar mematikan sambungan telepon itu.
"Ada apa paman," tanya Alfi.
"Jembatan yang kita lewati tadi putus, jadi supir tidak bisa menjemput paman," jawab Akbar.
"Jadi bagaimana paman?"
__ADS_1
"Paman pinjam mobil mu ya, paman cari hotel saja."
"Hmm menginap di sini saja paman," ucap Alfi.