Suami Ku Pembantu Ku

Suami Ku Pembantu Ku
Tertangkap basah


__ADS_3

"Ah itu masa lalu Jihan, kau lihat otot-otot nya itu bagaimana mungkin kau bisa menolak pesona nya," ucap Alfi.


"Hahaha Alfi Alfi, aku mah biasa saja, memang dia sangat tampan dan sangat hot, tetapi aku yakin jodoh ku lebih dari itu," kata Jihan dengan sangat percaya diri.


"Hmmm semoga saja, ya sudah aku ada rapat, kalau kau tidak mau denah nya, aku mau dengan nya, aku kan Rich pasti dia mau dengan ku."


"Ngarep, sana bekerja, habis uang mu jadi miskin kau," ucap Jihan sambil mematikan sambungan telepon itu.


Beberapa kali Jihan ngezoom foto Arya, Jihan akui pesona Arya dari dulu sampai dengan sekarang tidak pernah pudar, sangat mempesona nya. Tatapi kalau untuk menjalin hubungan kembali, Jihan masih mikir dua kali apalagi Arya sudah mempunyai kekasih yang sangat ia benci.


"Arya kamu sedang apa," tanya Elis.


"Cari jaringan nek, sulit sekali ya," jawab Arya.

__ADS_1


"Hahaha di sini memang sulit jaringan, harus ke tempat yang lebih tinggi dulu. Di kota pasti kamu sudah sering bermain handphone, sesekali di desa jauhi handphone, nikmati pemandangan indah di sini."


"Ya nek, aku hanya ingin memberikan kabar keluarga ku, tapi lain kali juga tidak masalah," kata Arya yang sebenarnya ingin memberikan kabar Melody.


Arya pun kembali masuk ke dalam kamar. Ia melihat Jihan sudah selesai mengubungi teman nya.


"Sudah siap," tanya Arya.


"Menurut mu," jawab Jihan.


"Kartu SIMcard mu pakai apa? jangan bilang yang B, di sini B tidak ada, kalau mau ke tempat yang tidak tinggi lah, kalau aku pakai yang A, untuk sekedar WA dan telepon mah masih bisa," jawab Jihan.


"Hotspot aku, aku ingin mengubungi Melodi, nanti dia mencari ku, mana malam ini aku ada janji dengan nya."

__ADS_1


"Hahaha maaf Arya, paket ku habis, makanya aku berhenti mengubungi teman ku, sudah nikmati saja hari hari mu," ucap Jihan sambil tertawa.


Arya tau Jihan sedang berbohong tetapi dirinya tidak bisa apa apa. Arya memilih merebahkan dirinya di atas ranjang untuk istirahat.


Jihan sebenarnya juga ingin istirahat, tetapi tidak mungkin ia berbaring di samping Arya, ia memiliki rasa gengsi yang sangat besar. Kalau di kamar neneknya pasti tidak akan boleh, Elis memiliki kebiasaan yang membuat nya harus tidur sendiri.


Karena tidak ada pilihan lain, Jihan juga merebahkan diri nya di samping Arya, walaupun sebenarnya mudah untuk naik ke atas ranjang, tetapi karena ada Arya, Jihan berpura-pura untuk kesulitan.


Segera Arya membantu Jihan, ia sama sekali tidak memiliki kecurigaan apa apa pada Jihan, ratu sandiwara memang sangat baik menjalankan sandiwara nya.


Tak lama karena sama sama kelelahan mereka berdua pun tertidur dengan lelap. Mereka berdua dipisahkan dengan sebuah batal guling agar tidak saling berpelukan.


Malam hari nya, Jihan bangun lebih cepat dari pada Arya, ia baru sadar jika mereka berdua tidur sudah terlalu lama. Jihan langsung duduk dan mengambil handphone nya. Tetapi mata nya salah fokus dengan perut Arya yang terekspos karena celana nya turun dan bajunya naik ke atas.

__ADS_1


Jihan mendekati nya, karena sangat penasaran bagaimana bisa perut Arya sebagus ini walaupun sedang tidur.


"Apa yang kau lakukan," tanya Arya yang membuat Jihan terkejut.


__ADS_2