
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
itut.. itut... itut...
Bobo... itut bobo Piuuuh..
El yang terus bernyanyi sambil berjoged membuat siapapun tertawa melihatnya, tak ada rasa takut atau apapun itu saat ia di marahi oleh Lintang padahal kakak sepupunya sudah menangis histeris tak mau berbagi ketek dengan El.
Tapi apa yang di lakukan bocah itu?
El masih santai tak terpengaruh oleh omelan Lintang dalam pelukan Tuan besar Rahardian.
"Aduh Phiuuuuuuu, Phiu sayang Lilin kan? kita macup culuga beldua kan? nda ajak sapa-sapa lagi?" tanyanya yang terus terisak sedih, air mata yang mengalir di wajah tampan bungsu Lee Rahardian di hapus oleh bibir Phiunya.
El Ituut ughaaaa..
"Anak kecil bisa diem Ndaaaaaaaaa?" teriak Lintang kesal.
Amih langsung menarik tangan cucunya saat El justru ingin mendekat, Lintang memang tak mungkin memukul atau yang lainnya hanya saja ia pasti akan semakin murka jika di hampiri.
"Udah diem sini, nanti El di telen," ujar Amih sambil terkekeh.
Yiyin Ma'm??
"Iya, nanti kamu di cincang," timpal Angkasa yang tutup mulutnya oleh Fajar.
__ADS_1
Satu persatu semua mencoba merayu Lintang tapi tak ada yang berhasil dan ini semua tentu karena RaXel Rahardian Wijaya. Ia masih saja berceloteh tak jelas sambil berjoged tak punya rasa bersalah dan dosa karna sudah mrmbuat kuncen akhirat murka.
Anan angis yaaaa, ntal didit ulel
"Biarin! ntal ulel nya macupin juga ke nelaka sama El," sahut Lintang masih saja jengkel.
Pusing mendengar anak itu terus menangis, Phiu Samudera pun membawanya ke kamar agar tangisnya reda dan cepat tidur mengingat ini waktu nya istirahat. Pria baya itupun lelah terlebih pinggangnya pun sakit sebab terus menerus menggendong Lintang.
.
.
.
Amih, Apih, dan Embun masih di ruang tengah sebab anak anak sudah masuk ke kamar mereka di temani oleh Ayah Keanu, begitu pun dengan El yang di tuntun oleh Sean, Abang tersayangnya.
"Aamiin, Pih," sahut Amih dan Embun berbarengan. Harapan yang sama bagi mereka tentunya juga Sang nyonya besar Lee yang mendamba anak lagi untuk adik Lintang.
"Kamu bukannya sedang program juga, Buy?"
"Hem, iya. Tapi terserah sama yang di atas," jawab Embun.
"Atas mana? atas tubuhmu?" tanya Amih sambil tertawa.
"Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih!"
__ADS_1
Lain di ruang tengah, lain pula di kamar anak anak yang sangat luas karena kadang di pakai untuk bermain Si kembar juga. Keanu yang sudah menciumi wajah para bocah berpamitan agar mereka cepat tidur, apalagi Angkasa dan Sean sudah menguap.
"El bobo ya," kata Ayah Keanu yang gemas jika melihat bocah itu hingga jiwa ingin punya anak lagi pun tetyst meronta.
Iyaaaa yayah embal
Jawaban El yang menyebutnya Ayah kembar langsung membuat pria itu tertawa.
Keanu pun langsung turun dari ranjang dan keluar kamar, tapi tak lama kemudian El pun melakukan hal yang sama.
Yiyin, na.. ya?
Ia terus mencari hingga sampai di sebuah kamar Sang Tuan besar Rahardian.
Ceklek
Lintang yang di peluk di atas ranjang tak tahu jika musuhnya berhasil menyusup ke ketempat semedi nya bersama Tutut Markentut, sedangkan Phiu hanya tersenyum kecil saat melihat El.
.
.
.
Yiyiiiiiin, cuuuuuk baaaaaa
__ADS_1