
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sean yang di gandeng tangannya oleh XyRa mulai mengedar kan pandangan, serasa ada yang lain siang ini sebab tak ada Maya yang menunggunya di ruang tamu seperti biasa.
"Mamih Maya kemana?" tanya Sean untuk mengikis rasa penasarannya.
"Kerumah sakit untuk kontrol, lalu habis itu pergi Sebentar karna ada urusan," jawab XyRa.
"Mamih Maya disini sampai sembuh ya? lalu nanti kemana?"
XyRa yang mendengar pertanyaan tak terduga dari putranya mulai bingung sendiri. Jujur, ia tak ingin terlalu banyak ikut campur untuk masalah ini. Cukup orangtua kandungnya saja yang nanti memberi paham pada anak itu. XyRa takut salah bicara yang nantinya tak Sepaham dengan Axel maupun Maya.
"Coba nanti tanya Papih ya, Sayang."
Sean pun mengangguk, ia yang sudah terbiasa ada pastinya akan merasa kehilangan jika Maya pergi. Dan mampukah XyRa tetap bersama dengan wanita itu dalam satu atap demi Sean?
.
.
Hembusan napas beratnya membuat Sang Nona muda hanya bisa mengusap perutnya sendiri yang berada di balkon kamarnya. Hingga tak sadar ternyata suaminya sudah pulang dan memeluknya dari belakang.
"Ada masalah?" tanya pria itu yang sudah menjatuhkan dagunya di bahu kanan Sang istri.
__ADS_1
"Tak ada, aku masih bahagia menjadi istrimu," jawab XyRa sambil terkekeh.
Senyum pun langsung mengembang di bibir Axel, rasa lelahnya seharian di kantor pun lenyap seketika dengan hanya mendengar hal seperti itu saja langsung dari XyRa.
"Akan ku pasti kamu bukan hanya masih, tapi akan selalu bahagia menjadi istriku," balas Axel meyakinkan.
"Aamiin, Mas. Mau aku lebih bahagia hari ini?"
"Tentu, kamu mau apa?" tanya Axel saat kini mereka sudah saling berhadapan setelah XyRa memutar tubuhnya.
"Aku ingin sekuteng, Mas," jawabnya.
"Sesiang ini?" Axel yang bingung malah menatap ke arah langit yang cerah.
"Aku mual loh, cuma gak di rasain aja," keluhnya yang memang tak manja. XyRa sangat mengerti dengan kesibukan suaminya di kantor Lagipula ada Sean yang harus di urusnya juga.
"Ya sudah, kita cari ya."
XyRa hanya mengangguk sambil menatap sendu punggung suaminya yang masuk lebih dulu untuk membersihkan diri. Andai saja XyRa tahu kelakuan suaminya di kantor ia pasti tak percaya jika akhir akhir ini suaminya sering buat ulah dengan acara ngidamnya yang tak tahu waktu dan tempat
Contohnya hari ini usai makan siang..
"Mira, tahu gak jual sate usus tuh dimana?" tanya Axel pada asistennya.
__ADS_1
"Di tukang sate, Pak. Masa di tukang Martabak."
"Cari sana, ususnya yang kuning ya, jangan yang terlalu mateng kalau bisa campur sama ati juga telur puyuh," titah Axel pada wanita yang sudah 2 tahun bekerja dengannya.
"Emang bapak belum kenyang? itu nasi padang sama sama ketoprak lari kemana?" tanya Maya yang heran, ia tak tahu jika istri dari atasannya itu. kini tengah hamil
"Itu kan makan, ini kan saya ngemil, Mir."
"Ya udah, saya cari, yakin itu aja?"
"Hem, nanti saya telepon kalau mau nambah yang lainnya juga ya," jawab Axel yang belum tahu ingin apa lagi.
"Siap, Pak." Mira pun langsung pamit dan bersiap berkeliling mencari apa yang di inginkan Axel. Tapi, belum juga keluar namanya sudah di panggil lagi dan itu sontak membuat Mira meboleh.
"Apa lagi?"
.
.
.
Sekalian bilang sama OB, suruh petik rambutan 7 biji yang pohonnya di samping kantin kantor ya buat cuci mulut saya.
__ADS_1