Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 08


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Eh, El pinter ya ngusap ngusap belalai Gajah, Mirip Mamihnya kalau lagi godain Si ulet bulu Jumbo," kekeh Axel sembari berbisik di telinga Sang istri.


XyRa yang mendengar itu langsung menoleh dengan kedua mata bulat besar, ia tentu tak menyangka suaminya akak berkata demikian.


"Kok aku di bawa-bawa, Pih?"


"Enggak di bawa, Sayang, hanya di samakan," jawab Axel di tengah gelak tawanya.


Nih, bayi Jajah ya?


"Hem, iya. Tuh mamanya lagi liatin El," kata Sean sambil menunjuk patung satunya lagi yang jauh lebih besar dari yang sedang di usap adiknya tersebut.


Pindah dari Sang Gajah, langkah bocah itu kini menuju ke yang lainnya. Semua celoteh El dan obrolannya bersama Sean membuat kedua orang tuanya begitu gemas serasa ingin dan ingin lagi mendengar. El bukan anak penakut, apapun ia berani mendekat termasuk pada ular yang ada dalam kandang kaca.


Ulel na Bobo buwet buwet


"Bukan bobo bulet bulet, tapi bobonya memang melingkar, Sayang," sahut XyRa sambil mengusap kepala putra kandungnya itu.


"Kalau ular bobonya bulet, kalo Ulet bobonya Ciut imut mengkerut," timpal Axel lagi.


"Mas! kamu kenapa sih?!" tanya XyRa yang aneh dengan tingkah suaminya.

__ADS_1


"Kok aku? mak Othor noh jarinya gatel!"


Perdebatan kecil diantara pasangannya suami istri pun menjadi perhatian Sean dan El yang tentu mereka tahu sedang membahas Ular dan Ulat sungguhan.


.


.


.


Puas dari kandang satu ke satunya lagi, kini mereka memilih untuk Jajan cemilan lebih dulu sebelum akhirnya pulang karna sudah sangat sore. Berbagai minuman dan Snak di pilih dua jagoan Axel dan XyRa.


"Habisin Es krimnya, El. Ayo cepetan."


"Kan tadi juga kata Mamih jangan beli Es krim, nanti giginya dingin," ujar XyRa lagi yang gemas.


Sedangkan Axel hanya memperhatikan istrinya yang bisa dalam segala hal, termasuk paham dengan apa yang di bicarakan anaknya. Entah Dave dapat dari mana bentuk malaikat dunia sebaik XyRa ini, yang ia jaga dengan sangat luar biasa untuknya sekarang.


Dunia yang kini ada dalam gengaman saja tak pernah setara jika di tukar dengan segala bentuk baiknya XyRa. Wanita itu pun tak pernah minta apa-apa kecuali kesetiaan, dan jika boleh jujur itu adalah hal paling sulit dimana godaan bukan datang dari satu atau dua wanita cantik selama ini. Axel harus kuat menundukkan pandangan jika ingin rumah tangganya tetap aman terkendali.


"Udah sore, kita pulang yuk, Mas. Tapi makan dulu ya," ajak XyRa yang langsung membuyarkan lamunan Axel.


"Oh, iya.Ayo."

__ADS_1


"Kamu ngelamun, Mas?" tanya ibu dua anak itu lagi yang di jawab dengan gelengan kepala.


Keempatnya kini memutuskan untuk pulang, dengan El langsung merentangkan tangannya di hadapan Sang Papih.


El gelah gelah, Pih...


"Iya, Nak." Jika sudah bilang gelah, berarti itu adalah capek, hanya itu yang di pahami Axel karna El hanya bilang kata tersebut padanya untuk meminta gendong.


Sudah dirasa semuanya masuk kedalam mobil, Axel pun langsung menyalakan mesin kendaraan mewahnya agar cepat bergegas ke salah satu Resto yang tak jauh dari area kebun binatang.


Miiiiiiih..


"Iya, El, kenapa?" tanya XyRa sambil menoleh ke kursi belakang tempat El duduk bersama Abangnya.


.


.


.


.


Ntal ecok lenang lenang kaya Oang yaaaa ðŸĶĒðŸĶĒ

__ADS_1


__ADS_2