
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cek lek
Tanpa mengetuk apa lagi berkabar XyRa langsung masuk kedalam ruangan kerja suaminya, dan itu membuat Axel kaget tak percaya sebab ini di luar kebiasaan wanita itu.
"Sayang--, ada apa?"
"Gak ada, cuma lagi kangen sama suamiku," sahur XyRa.
Belum pria itu bangun, ternyata XyRa sudah duduk di atas pangkuan Sang Direkur Rahardian Group.
Ya, Axel memang mengambil alih perusahaan milik XyRa beberapa tahun ini tepatnya setelah mereka pindah ke ibu kota, yang awalnya ia hanya seorang General Manager kini jabatannya pun naik menjadi pemimpin perusahaan meski masih di bawah kendali ayah mertuanya.
"Anak anak mana? gak di ajak?"
"Aku ungsikan di rumah Qia," jawab XyRa.
"Tumben, gak kerumah utama?" tanya Axel lagi.
"Si Yiyin oh Yiyin nya kan lagi gak ada, mereka di rumah abah sama eninnya, jadi anakmu yang Demoy itu pindah bikin kerusuhannya," jelas XyRa sambil terkekeh begitu pun dengan Axel.
Namun, entah siapa yang memulai tawa renyah pasangan suami istri tersebut berganti dengan desaHaan karna kedua bibir mulai bersentuhan dengan lidah saling membelit seolah sedang berlomba di dalam sana.
XyRa yang sengaja tau mau diam semakin memancing Si ulat bulu yang awalnya ciut mengkerut kini Besaaaaaaaaaaaal dan montok.
Tak ingin membuang kesempatan mumpung mangsanya yang datang padanya, Axel pun langsung menjamah setia inci tubuh XyRa yang masih duduk di atas pahanya itu, dua gundukan daging kenyal yang kini menjadi miliknya lagi setelah dua tahun di ambil alih oleh El sepertinya sudah siap untuk di nikmati olehnya secara bergantian atau dua sekaligus.
__ADS_1
"Kamar ya," bisik Axel yang langsung mengangkat tubuh XyRa untuk ia gendong ala bridal Style menuju satu ruangan untuk tempatnya beristirahat atau justru olah raga siang seperti ini.
Tak perduli dengan pekerjaannya yang belum selesai, atau juga meeting yang akan berlangsung satu jam lagi yang terpenting ia harus sampai dulu di puncak surga dunia bersama wanita halalnya.
.
.
.
"Awas jatuh, jangan lari," teriak Sky saat bermain di halaman samping, sama seperti Fajar ia memang memiliki sifat yang kalem dan tenang.
Nda angis...
"Pinter dong kalau gak nangis, masuk yuk panas banget," ajaknya lagi yang di jawab gelengan kepala oleh Si anak kecil.
"Nanti El capek, ke Abang Sean yuk, Abang lagi ada dalam tenda tuh." Sky langsung menunjuk kearah dimana kakak dan sepupu angkatnya itu berada.
Dua anak laki-laki tampan itu memang sedang bermain di dalam tenda yang cukup besar dan muat untuk 10 anak sekaligus, termasuk jika ada Si kembar juga yang ikut bermain.
Ain apa dia?
"Gak tahu, makanya ayo liat," Sky mengulurkan tangan dan beruntungnya kali ini di balas oleh El.
Ayu iyaaat.
Keduanya pun berjalan menuju tenda yang terbuka di bagian depannya agar ada angin sore yang masuk.
__ADS_1
Cuuuuuk... baaaaaaa
Sean dan Shaka pun menoleh, lalu mengajak El serta Sky masuk untuk bermain bersama.
Nih apa?
"Ini Dinosaurus, El," sahut Sean, padahal anak itu tahu tapi entah mengapa malah bertanya lagi.
Dia apa?
"Hem, kenapa ya? mungkin lagi marah," sahut Abangnya lagi yang paling sabar sebab rasa sayangnya pada Sang adik.
Taya Yiyin malah malah yaaaa
Ketigan anak laki-laki itupun langsung tertawa mana mungkin Lintang di samakan dengan Dino hijau yang di pegang El sekarang.
"Memang, Lilin kalau marah gimana?" tanya Shaka yang gemas pada adik sepupunya itu.
.
.
.
Ninih.... Aaaaaaaaargh.. .. ama kan???
__ADS_1
Jangan gitu anak kecil, si Lilin mau buka nana ntal belsin belsin loh 🤣🤣