
🍂🍂🍂🍂🍂
"Aku tak perduli, aku akan menikahimu," ucap Rian tiba-tiba tanpa basa basi padahal mereka sudah berpisah selama kurang lebih 5 tahun dengan kesalah pahaman yang baru di selesaikan barusan, tepatnya beberapa menit yang lalu.
"Menikah? jangan bercanda, Rian!"
"Aku serius, aku belum menikah, percaya padaku," ucap Rian jujur dan itu membuat Maya kaget luar biasa.
Maya yang sangsi dengan penuturan pria di dekatnya itu sampai mengernyitkan dahi. Bisakah ia percaya dengan semua yang di katakan mantan kekasihnya padahal jelas pria bukan pria biasa, bohong rasanya jika tak ada wanita yang mau di peristinya yang jelas punya modal tampan dan kaya raya.
"Aku sadar, kamu yang ku butuhkan, bukan yang lain," ujarnya lagi semakin meyakinkan.
Maya tetap bergeming sebab ini tak mudah untuknya memberikan jawaban di tengah perasaan yang entah seperti apa untuk Rian, pria yang membuat hati dan hidupnya hancur berkeping-keping.
"Dimana kamu tinggal? biar ku antar kamu pulang."
"Aku tinggal bersamw Axel," jawab Maya yang kali ini gantian pria itu yang di buat terkejut.
"Mana mungkin," balas Rian meremehkan.
"Ceritanya panjang, dan rasanya aku akan pamit sekarang, ini sudah sangat cukup untuk kita berbincang," ucap Maya yang akan menjalankan sendiri kursi rodanya, karena perawat pribadinya menunggu di mobil.
Bagai menemukan separuh jiwanya yang hilang, tentu Rian tak akan begitu saja melepaskan Maya lagi, ia ikuti wanita itu diam diam hingga akhirnya sampai di salah satu bangunan rumah mewah yang tak lain adalah tempat tinggal sahabatnya sendiri.
Rian yang menyusul masuk setelah mendapat izin dari sang penjaga gerbang membuat seisi rumah kaget, terutama Axel yang baru juga sampai.
"Rian," sebutnya lirih dengan tatapan tanpa berkedip.
__ADS_1
"Iya, ni gue. Sorry kalau gue datang tiba-tiba dan ganggu lo," jawab Rian sambil mengusap tengkuknya.
Hatinya berdebar seperti sedang bertemu dengan calon ayah mertua, padahal pria sebaya di depannya kini adalah sahabat meski sekaligus mantan suami wanita yang ia cari.
"Ada apa?" tanya Axel bingung setelah kurang lebih 5 tahun tak bertemu dan tak berkabar.
"Aku tadi bertemu dengan Maya di rumah sakit, aku mengikutinya sampai sini. Dan benar, ini rumahmu," jelas Axel.
"Iya, ini rumahku. Maya memang tinggal bersama ku hingga beberapa waktu ke depan, sampai dia sembuh."
Rian hanya mengangguk, ia bicara lagi pada Axel tentang tujuannya datang. Mereka pun berbincang di ruang tamu tanpa XyRa yang sudah lebih dulu naik ke lantai atas menuju kamar mereka.
Axel yang diam terus mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut sahabatnya tersebut.
"Kamu serius?" tanya Axel, sebagai yang tahu bagaimana Rian dulu wajar jika ragu.
"Tapi keputusan semua ada di tangan Mata, kalau mau serius yang di yakinin ya dia," kata Axel yang tak ingin terlalu dalam ikut campur.
Bosan rasanya ikut dalam drama percintaan mereka yang tak ada ujungny. Jika dulu masih Axel tanggapi tapi tidak dengan sekarang yang jelas keduanya sudah sangat dewasa untuk menimbang langkah ke masa depan.
"Ya lo bantuin lah, lo kan mantan lakinya!"
.
.
.
__ADS_1
Axel yang serba salah akhirnya masuk kedalam kamarnya, ia yang mau membicarakan masalah ini dengan sang istri malah di buat kaget dengan apa yang di lakukan Si bumil.
"Kamu lagi ngapain, Sayang?" tanya semakin mempercepat langkahnya.
"Enak, mau gak?" tawar XyRa yang langsung jawab gelengan kepala.
Siapa pun tak akan percaya dengan tingkah Sang Nona muda saat ini, dimana Si buah semangka yang begitu besarnya hanya di belah dua lalu di makan hanya dengan sendok.
"Kenapa gak di potong kecil kecil sih?"
"Enak kan gini, Mas. Kenyang," jawab XyRa yang terkekeh dan malu sendiri.
Niat hati ingin mengambil buah Pir dalam kulkas sebelum masuk kamar, Si ibu hamil malah tergoda dengan buah semangka yang ada di atas meja makan satu bulat utuh. Di bawanya si buah berwarna hijau namun merah isinya menuju kamar dengan senyum yang tak surut dari bibirnya.
"Awas nanti sakit perut, Sayang." Axel mengusap Kepala istrinya, wanita yang tanpa sengaja ia nikahi tanpa mengenalnya sama sekali kecuali dari cerita sepupunya.
Meski XyRa seorang dari keluarga kaya tapi tak banyak orang yang tahu sebab anak, cucu dan menantu perempuan di keluarga Rahardian sering di sembunyikan dan tentunya di jaga cukup ketat.
Jadi, menikahi XyRa, Axel merasa menjadi seorang Cinderella dengan versi laki-laki. Dimana ia sangat beruntung lahir dan bathin.
"Jangan suka liatin aku seperti itu, Mas." XyRa yang sadar di perhatikan langsung melayangkan protes.
.
.
.
__ADS_1
Oh, yang aku liatin ini kamu, ku kita bidadari surga