
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Axel yang tahu kedua anaknya sedang mengungsi ke rumah utama tentu tak menyia-nyiakan waktu tersebut. Meski hanya sekitar 2-3 jam saja itu sudah sangat berarti baginya yang kadang tak kebagian jatah bersama dengan Sang istri saking wanita cantik itu di kuasai oleh dua jagoannya.
Niat awal hanya bercerita namun siapa sangka malah membuat XyRa harus rela mengikuti drama penculikan terang terangan yang di lakukan suaminya sendiri
"Kamu apa-apa sih, Mas?!"
"Mumpung gak ada ganggu, Sayang," jawab Axel sambil terkekeh saat ia dan istrinya masuk kamar hotel.
Ya, di sebuah penginapan mewah kini pasangan suami istri itu berada, tanpa anak anak yang selama ini menjadi warna baru dalam kehidupan mereka berdua yang menikah karna terpaksa.
Cinta yang bersemi setelah halal dan pastinya penuh perjuangan itu memang sangat terasa indah, saking terkesannya sampai mereka tak sadar kapan tepatnya saling mengisi dan melengkapi satu sama lain.
XyRa yang duduk di sebuah sofa nyatanya kembali di kejutkan dengan prilaku Axel yang tak terduga, sebuah kotak berwarna putih di keluarkan pria itu kehadapan bidadari dunianya.
"Mas--," ucap pelan XyRa yang kaget, benar-benar sangat kaget luar biasa.
"Hadiah untukmu, jangan di lihat harganya ya, ini memang tak sebanding dengan uang jajan mu dari Apih," ujar Axel yang belum bisa memberikan lebih dari yang mertuanya cukupi untuk putri mereka tersebut.
__ADS_1
XyRa menggigit bibir bawahnya untuk menahan haru sebab matanya kini sudah berkaca-kaca.
"Jangan bicara begitu, aku ini tanggung jawabmu. Nafkah yang kamu berikan padaku meski itu hanya cukup untuk makan satu suap akan ku terima dengan baik," balas XyRa yang paham betul posisi Axel.
Axel yang tak kalah terharu langsung menyematkan sebuah cincin yang sudah di persiapkan satu pekan lalu, niat hati ingin memberinya lusa namun hari ini justru terasa momen yang sangat pas untuk mereka.
Sebagai orang tua dengan dua anak laki-laki yang sedang aktif aktifnya bisa seperti ini adalah hari langka yang harus di gunakan sebaik baiknya, tentu kedatangan mereka tak hanya untuk saling meluapkan rasa saja, tapi yang lebih penting justru adalah berkeringat bersama karna ulah Si ulat bulu jumbo yang ingin di manjakan.
.
.
.
Sean, El dan Si kembar pun sedang seru serunya bermain di rumah utama yang luas hingga bocah yang paling kecil itu bingung sendiri karna seringnya tertinggal, atau lebih tepatnya sengaja di tinggalkan oleh kakak sepupunya yang begitu jahil.
"Awas, Lin. Geseran!" kata Angkasa yang ikut berjongkok dengan adik bungsunya.
"Apa cih? ikut ikut aja, ini kan udah sempit. Kalau mau lega di Nelaka sana!" protes Si bungsu.
__ADS_1
"Berisik! nanti ketauan awas ya, kalau Abang sampai jaga," ancam Angkasa.
Lintang yang kesal pun langsung berlari mencari tempat persembunyian yang aman hingga Sean sebisa mungkin tak bisa menemukannya.
"Masa iya Lilin harus ngumpet di Culuga?" gumamnya sambil bingung sendiri dan tak lupa juga sembari mengedarkan pandangan.
Tapi otaknya yang sedang berpikir itu malah menangkap sosok adik sepupunya yang tak kalah sibuk sepertinya sekarang, siapa lagi jika bukan RaXel Rahardian Wijaya.
"El, ngapain?" tanya Lintang.
.
.
.
El, mahu upet lolong lolong meja ya...
__ADS_1