
🍂🍂🍂🍂🍂
"El, bobo sama Abang yuk," ajak Sean..
Si sulung yang sangat perhatian itu masih berusaha merayu adiknya untuk tidur dengannya tapi El tetap menggelengkan kepala.
"Gak apa-apa, Bang. El biar tidur sama Mamih."
Tuh taaaaan nda apa apa ya Miiiiih...
" Tapi jangan rewel ya, Papih lagi sakit," lintas XyRa pada Si bungsu sambil di usap juga kepalanya.
Iya, Miiiiih... anan bicik bicik ya...
"Iya, Sayang. Anak pintar," puji wanita itu lagi seraya tersenyum.
Num susyu toklat buweeh?
"Biar Abang yang buatkan, Mih," sahut Sean menawarkan diri, ia takut ibu sambungnya itu lelah karena mengurus Sang Papih yang demam namun tak mau di ajak untuk berobat.
"Terima kasih, Sayang," balas XyRa yang selalu bangga dengan kebaikan hati serta cepat tanggapnya Si sulung.
Itu ya, Abang tayang El...
"Iya, ayo," ajak Sean yang berjalan sambil menuntun adiknya tersebut.
Keduanya kini ada di depan meja, Sean membuka wadah berisi susu formula berwarna coklat milik El.
Mahu, Baaaang.
Sean yang paham pun memberi sedikit susu bertekstur bubur itu pada El agar anak itu diam dan tenang. Sebab ada saja tingkah konyolnya jika sedang penasaran.
Aduk aduk ocok ocok enak enak tenyang deh...
__ADS_1
Itulah yang nyanyian El saat sebotol susu sudah ada di tangannya. Ia akan mengocOok nya sendiri sebelum di minum.
"Gak doyang doyang utel utel El?" ledek Sean yang selalu gemas pada adiknya itu.
Ndaaaa.. ocok ocok aja yaaaa, Doyangnya entaaaaal...
Botol yang di pegangnya pun jatuh saat kedua mata bocah tampan itu terpejam, El memang sudah sangat mengantuk hingga ia tak kuat lagi berbicara di tambah peritnya juga sudah kenyang dengan susu buatan Sean.
.
.
.
Pagi harinya, rumah mewah yang selalu ramai dengan pola tingkah Sean dan El pun terasa mencekam saat Sang Nyonya besar berteriak minta tolong untuk membawa suaminya ke rumah sakit. Axel yang memang sedang demam sejak kemarin sore tak kunjung turun juga panasnya malah saat matahari mulai menampakan sinar pria itu seperti tak sadarkan diri.
Kabar kurang baik itupun akhirnya sampai di juga di kediaman Rahardian yang sontak membuat Amih datang bersama dengan Si sulung
Puwang yuk, umah tama ama Piuuuuh.
"El mau ke rumah utama?" tanya ArXy lagi.
Mahuuu.. El mahu ain ain...
"Main apa? main atau mau nangisin Lilin, hem?" goda pria tersebut sambil mencubit hidung Sang keponakan.
Mua mua yaaaa
Akhirnya ArXy dan Amih pun membawa El ke rumah utama dari pada El merajuk sebab Sean juga sedang sekolah. Anak itu biasanya jika tak ada teman sering membuat onar yang bikin kepala rasanya ingin lepas saja.
Perjalanan ke rumah utama di isi dengan celotehan El yang tak ada hentinya hingga tak terasa mereka pun sampai di rumah besar peninggalan Sang Singa.
"Eh, ada El," sapa Embun saat bertemu keponakan, sepupu dan Amih nya tersebut.
__ADS_1
Yiyin mana?
"Lilin ada di kamar Phiu, mau kesana?"
Iyaaaaaaaaaa...
Dengan semangat 45, El pun berlari ke arah tangga. Tak perduli lelah yang penting ia bisa bertemu dengan Lilin, pikirnya.
Yiyin.. oh... Yiyin..
Panggilan khas El tentu membuat Bungsu Lee Rahardian Itu menoleh.
Yiyin... oh...Yiyin..
"Apa?" tanya Lintang malas.
Yiyin... oh... Yiyin...
"Apa sih? libet banget! mau macup Nelaka? iya!" tawar Lintang yang semakin kesal dengan kedatangan Si Anak kecil.
Yiyin... oh... Yiyiiiiiiiiin.
"Kamu tuh apa sih?!" omel langsung Lintang yang tak pernah tak jengkel saat berhadapan dengan Si anak kecil
.
.
.
Apa?? El anggil doang, Yiiiiiiiiin, buweh taaaan?
__ADS_1