Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 36


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


Kepulangan XyRa yang tak di sangka lebih cepat tentu membuat keluarga besar tak henti mengucap syukur pada wanita itu, ia nampak masih terlihat pucat karna memang sebenarnya belum pulih benar. Hanya karna rindu ingin berkumpul kembali XyRa memaksa tubuhnya untuk jauh lebih baik dan sehat.


Dari semua yang ada di rumah utama, hanya El dan Lintang yang belum ia lihat padahal sudah dua jam ia ada di bangunan mewah tersebut.


"Lama sekali tidurnya," gumam XyRa, antara menahan rindu dan menahan tak ingin mengganggu.


"Tuh anak berdua pasti lagi anteng maen kejar kejaran," sahut Apih yang selama ini selalu membiarkan kedua cucunya itu berdebat memperebutkan Si Phiu.


"Mending kalo kejar kejaran, gimana kalau main tarik tarikan? Lilin pasti lagi ngerayu El tuh buat masuk neraka," timpal Amih sambil terkekeh.


"El tuh polos banget, malah makin nantang kalau Lilin udah marah. Dia bisa ngalah dan kasih apapun itu asal bukan Phiu nya," sambung Mhiu Biru yang hampir setiap malam menjadi saksi bagaimana dua anak itu berebut tempat diatas ranjang.


"Dan yang paling kasihan sebenarnya kamu ya, Bee," ledek Apih lagi pada istri kakak sepupunya.


Semua ikut tertawa termasuk XyRa dan Axel, mereka bingung kenapa El kini begitu dekat dan ingin terus berada di dekat Sang Tuan besar, karna yang jadi pertanyaan adalah apakah El benar-benar nyaman bersama pria itu atau hanya sebatas ingin menggoda Lintang saja?


.


.

__ADS_1


.


RaXel Rahardian Wijaya, bocah yang sedang terlelap itu tiba-tiba menggeliat diatas ranjang besar tempat semedi kakak sepupunya selama, ia yang tidur setelah membuat Lintang menangis seperti tanpa dosa langsung terbuai mimpi.


Wah... Yiyin Bobo yaaaa


El yang sudah bangun dan duduk melihat Lintang masih mendengkur halus karna lelah, bahkan wajahnya masih ada sisa air mata saking tak inginnya tidur bersama El, jika ada Si anak kecil otomatis ia tak bisa di peluk.


Cek lek


Samudera yang baru keluar dari kamar mandi langsung tersenyum saat melihat El sudah bangun, ia yang merentang kan tangan langsung di angkat dan di gendong.


"Sudah bangun? anak pintar ya gak pernah nangis," kata Phiu nya yang tentu langsung memberi pujian.


"Ah, iya. Demoy," sahut Samudera terkekeh, ternyata ia salah mengatakan jika bocah itu pintar, karna yang El tahu ia itu Demoy atau Gemoy.


"Mamih sudah pulang, El mau ketemu Mamih?


Mahuuu, Mamih puwang.


"Iya, yuk, kita ketemu Mamih dulu," ajak Samudera mumpung cucu cengengnya sedang terlelap.

__ADS_1


Sang Tuan besar langsung menuntun El keluar dari kamar dengan menutup pintu pelan. Ia tentu takut jika Lintang bangun dan menangis lagi.


Masih di area lantai dua rumah utama, El langsung berlari kearah wanita yang selama beberapa waktu ini tak bersamanya dalam waktu satu hari Full, XyRa yang sampai menitikan air mata membuat siapapun terharu saat melihat ibu dan anak tersebut berpelukan mencurahkan kerinduan, perpisahan karna sebuah keadaan tentu sangat menyakitkan.


"Mamih kangen banget sama El, El kangen Mamih gak?" tanya XyRa yang terus menciumi pipi bulat putra kandungnya, ia tak bisa membayangkan jika harus berpisah dengan kedua anaknya akibat kecelakaan kemarin.


Tanen...


"Yuk, kita pulang ya," ajak XyRa.


Puwang na?


Dahi XyRa mengernyit, mana mungkin anak itu lupa dengan rumah mereka selama ini.


"Pulang ke rumah El dong, sama Mamih, Papih juga Abang," tompal Axel.


.


.


.

__ADS_1


Piuuuuh yuk ntut yuuuuuk



__ADS_2