
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Aaaaaaaa, Jajah Dede jangan di ambil." teriakan Samudera tentu membuat siapapun yang mendengar akan kaget dan langsung menghampiri ke tempat pria baya itu kini berada.
"Apa apa?" tanya Amih dan Apih bersamaan.
"Jajah Dede Oey," sahutnya sedih.
Apih Gala yang paham hanya mencibir kearah kakak sepupunya yang gila Gajah. Ia gendong cucunya sambil di bawa juga boneka besar berwarna abu-abu itu.
"Makan tuh GAJAH!"
Boneka yang ada sejak ia bayi itu memang menjadi kesayangan, lebih berharga dari harta yang Phiu Samudera punya, karna tak hanya boneka sebab bandana kuping gajah pun masih tersimpan rapih hingga saat ini.
Semua keturunan Gajah memang punya satu satu boneka yang sama persis, tapi hanya punya Phiu Samudera yang di berikan oleh Appa langsung.
El yang ada di gendongan pun di bawa ke ruang tengah, ia duduk kan Si biang rusuh sambil di pakai kan celana karna entah bagaimana ceritanya bocah itu justru tanya memakai Diapers saja saat ini.
"El bobo sama Gajah?" tanya Apih.
Iya, Jajah ninih ninih...
"Gajah ajakin El?" tanya Apih lagi yang sedikit paham dengan jawaban cucunya.
Iyaaaah.
"Wah, itu Si gajah kan keramat, Pih. Jangan jangan Appa tuh yang ajakin El," sahut Amih yang malah meringsek semakin dekat.
"Ngaco!"
__ADS_1
Amih yang terkekeh mengambil alih El dari pangkuan suaminya untuk kembali di tanya, sedang kan Apih hanya bisa membuang napas kasar saat mendengar dan melihat tingkah konyol Sang istri.
"El dapet boneka Gajah dimana?"
Amang
"Kamar Phiu?" tanya Amih lagi.
Iyaaah, Amang Piuuuh. Ninih ninih...
"Tuh kan, Pih. El di ajakin Appa," kata Amih pada suaminya.
"Au ah, masa iya. Belalainya melambai gitu?" sahut Apih dengan ekspresi bingung.
"Mungkin, tapi untungnya aja melambai ke El bukan ke Mak othor ya, bisa bahaya tuh," kekeh Amih.
.
.
Drama per gajahan selesai dengan makan malam bersama, Keturunan Anak bawang itu memang belum pulang ke kediaman Rahardian karns Sean maupun El tak mau di ajak pulang sebelum Mamih dan Papihnya kembali, dan itu di perkirakan esok hari.
Semua menikmati sajian yang terhidang di atas meja makan dengan lahap, termasuk para bocah meski tetap ada kegaduhan yang terjadi di antaranya kelimanya. El yang sebenarnya tak paham hanya ikut ikutan termasuk saat Lintang berteriak.
"Apa sih itut itut aja!" omel Si bungsu lagi
Itut, na??
"Bubun, Elnya tuuuuh," rengek Lintang pada Nyonya besar Lee.
__ADS_1
Keduanya yang sengaja di jauhkan nyatanya masih bisa berdebat, dan semua berharap kejadian ini tak sampai saat mereka dewasa.
Makan malam selesai, El langsung di bawa ke kamar untuk mengganti bajunya yang basah karna ketumpahan air putih, ia di ikuti Sean dan Fajar karna Angkasa dan Lintang di ajak Bubun dan Ayahnya keluar untuk merayu Si sulung. Setelah rapih dengan baju tidur, El malah keluar kamar menuju kamar Sang Tuan besar, saat pintu dibuka hanya Mhiu Biru yang ada disana.
"Eh, ada El, sini sayang."
Iyaaah..
El menjawab sambil berjalan, ia naik ke atas ranjang tempat di mana Lintang selama ini bersemedi.
"Mau bobo sini lagi?" tanya Mhiu.
Iyaaa, bobo etek nanan nanan Piuuuh yaaaa
"Iya, nanti bareng-bareng, Ok."
Cek lek..
"Bee----, Si Lilin gak ada, malam ini kita tidur berdua ya sayang," seru Phiu Samudera saat ia masuk ke kamarnya dan mengunci pintu.
.
.
.
Ama El uga ya Piuuuh
__ADS_1