
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Kepulangan Sean setelah ia menginap di rumah Mami kandungnya tentu membuat bangunan mewah milik papihnya itu kembali berwarna, mereka kini bisa mendengar lagi gelak tawa serta ocehan dua malaikat kecil yang sedang bermain bersama dan itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi XyRa yang teramat sayang pada kedua jagoannya meski salah satunya bukan lahir dari rahimnya sendiri.
"Sayang, kenapa melamun?" tanya Axel yang tiba-tiba datang dan langsung menciumi leher istrinya.
"Pih, jangan begini depan anak anak," sahut XyRa yang tak habis pikir karna Axel kadang tak tahu tempat jika mencumbu nya.
"Malem ya," bisiknya lagi.
"Ini juga udah malem," cibir XyRa yang malah membuat suaminya tertawa.
Dan gelak tawanya itulah yang membuat El penasaran hingga anak itu datang menghampiri.
Apa ucu?
"El mau susu?" tanya Axel dalam mode SOK TAHU.
Butaaaaaan Papih
Karna ia langsung di protes oleh anaknya, kini Axel menoleh kearah Sang istri yang menjadi satu-satunya yang paham bahasa bayi RaXel Rahardian Wijaya tersebut.
" Apa yang lucu? itu El lagi tanya barusan," jawab XyRa yang selalu menjadi penerjemah terbaik di tengah rasa bingung suaminya.
"Oh, El yang lucu dong," sahut Axel sambil mencubit gemas pipi anaknya.
Nih, El Deeeeeeemoy!!!
__ADS_1
XyRa dan Axel sontak tertawa, anak itu memang keukeuh mengaku dirinya gemoy dibanding lucu dan ganteng.
"Hem, Ok. Ini El Demoy ya," sahut Axel lagi.
Iya... Demoy yaaaaaaa....
Kedua Orang tuanya pun kompak mengangguk secara bersama, mereka mengiyakan saja daripada anak itu harus menangis karna maunya tak di turuti.
"El, bobo yuk," ajak Sean yang berjalan kearah tiga orang yang sedang berkumpul itu.
Bobo Mamih....
"Bobo sama Abang aja, El.. Udah gede ih," sahut Axel yang masih merayu anak keduanya tersebut untuk tidur terpisah.
Nih, Mamih El...
"Sama-sama ya," timpal XyRa, ia sering tak enak hati pada Sean jika El mematenkan dirinya.
"El mau punya dede bayi gak?"
Mauuuuuu
"Papih mau bikin dulu ya sama Mamih, El tungguin di kamar Abang, Ok."
Nda Okeeh.
Jawaban El yang sambil menggelengkan kepala pasti membuat siapa pun yang melihat akan tertawa dan itu juga yang di lakukan XyRa sekarang, di banding Sean tentu El yang paling sulit di rayu apalagi di bohongi.
__ADS_1
Dan Axel langsung lemas tak bergairah saat mendengar penolakan dari Sang putra barusan.
"Yuk, El." Sean mengulurkan tangan mengajak adiknya ke kamar tapi dalam beberapa detik anak itu tak juga menerimanya
Bobo ama Abang tayang El?
"Iya, ayo sudah malam," ajaknya lagi.
"Gak apa-apa kalau gak mau, Bang," kata XyRa yang tahu jika anaknya tak bisa di paksa.
Sean pun mengangguk paham, ia pamit lebih dulu ke kamarnya untuk tidur karna ini memang sudah waktunya.
Begitupun yang di lakukan orangtua dan adiknya, tiga orang itu masuk juga kedalam kamar dan lekas naik keatas ranjang setelah bersih bersih dan mengganti baju dengan piyama tidur seperti biasa.
"Udah siap bobo, ayo baca doa dan tutup matanya," ujar Axel sambil merapihkan selimut di tubuh mereka termasuk El yang sudah berbaring di tengah.
Nda ah..
"Loh, kenapa? udah malam, Sayang," tanya XyRa.
.
.
.
Mahu itut itut bitin bayi yaaaaa....
__ADS_1