
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Anak kecil napa diem aja?" tanya Lintang saat melihat El duduk sendiri di pojokan seorang diri.
Mamih, na?
"Gak tau, Lilin punyanya Bubun gak punya Mamih. Makanya Culuga Lilin juga bukan ada di tapak kaki Ibu tapi Bubun," jawab Lintang cekikan sendiri, tumben sekali dua anak laki-laki itu akur saat berhadapan padahal biasanya jauh saja ada yang mereka debatkan.
El, Mamih ya, Mamih tantik... Mamih baik.. Mamih tayang El..
Entah kenapa tak seperti biasanya RaXel bicara begitu sampai berkaca-kaca kedua matanya, padahal biasanya ia selalu membanggakan wanita terbaiknya itu dengan senyum lebar bahkan sambil bergoyang-goyang saking ia sayangnya pada sosok Sang Mamih yang punya rasa sabar luar biasa.
"El, nangis? Lilin gak nakalin loh," ucapnya panik dan bocah itu malah menggelengkan kepalanya.
Di rumah utama tentu hanya Samudera yang tahu, bahkan istrinya pun belum ia beritahu kan sama sekali tentang kabar keponakannya tersebut. Ia menunggu kabar yang benar-benar bisa melegakan dulu meski nyatanya sampai saat ini pasangan suami istri itu masih tak sadarkan diri.
Amih yang melihat kedua cucunya saling berhadapan langsung menghampiri, ia tatap Lintang dengan seksama tapi wajah anak itu tak basah sama sekali malah justru El lah yang nampak sedih.
__ADS_1
"Ini kenapa terbalik?" tanya Amih bingung.
"Lilin gak apa apain El, nangis ndili dia tuh Si anak kecil," sahut Lintang yang tentu tak ingin di salahkan sebab tak ada yang ia lakukan sama sekali.
"El, kenapa?" Amih yang aneh langsung meraih tubuh cucunya yang jatuh juga air matanya.
Mamih, na??
"Sebentar lagi Mamih pulang ya, Sayang," jawab Amih.
"Harusnya XyRa dan Axel sudah sampai, tapi ponselnya kenapa tak aktif ya?"
.
.
.
__ADS_1
Di rumah Sakit, Apih terus mendampingi anak perempuannya sedangkan ArXy banyak mengurus segala sesuatu di luar termasuk dengan para polisi, pria itu memang sangat bisa di andalkan karna memiliki sikap tegas dan juga arogan.
"Cantiknya Apih bangun yuk, kita pulang ya, Sayang. Bukannya pagi tadi XyRa minta Apih untuk nunggu di rumah? lalu kenapa Apih nunggu disini?" derai air mata pria paruh baya itu terus membasahi pipinya, rasanya sungguh sakit sebab tahu anaknya di gigit nyamuk saja ia akan marah besar apalagi ini yang menjadi korban kecelakaan.
Ia yang terus terisak hanya bisa di usap bahunya oleh adik iparnya sendiri, Leo, yang tak lain adalah suami dari Kembarannya Aurora. Pria dari keluarga Baratha itu di minta untuk menemani Gala sebab para pria keturunan Gajah tak pernah kuat mental jika berurusan dengan anak dan istri.
"Sabar, XyRa akan baik baik saja, percayalah. Dia wanita yang kuat, ada dua anaknya yang akan menjadi alasan XyRa bangun," ujar Leo yang ikut prihatin dan pastinya sedih.
Tak ada jawaban dari Apih Gala karna ia tak butuh penenang, ia hanya ingin putri kesayangannya membuka mata lalu ikut pulang.
.
.
.
Bangunlah, demi Apih cinta pertamamu, Nak. .
__ADS_1