Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 55


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


El yang penasaran dengan kerumunan di tengah Mall lantai bawah tetap sulit saat tangannya di tarik oleh mamihnya. Jiwa keponya memang cepat meronta ronta dan itu terjadi hingga ia dewasa nanti.


"Ayo, El. Kamu mau susu coklat gak?" tanya XyRa, andai ia kuat ingin rasanya ia menggendong anak itu.


Iyat itu Mamih....


"Itu ada lomba mewarnai, Mih," ujar Sean memberi tahu saat ia sadar ada beberapa yang membawa Crayon dan pensil warna.


Ambal apa?


"Mewarnai, El. Bukan menggambar," jelas Sean lagi pada adiknya yang jika bertanya tentu tak cukup satu kali hingga merembet kemana-mana.


Yuk iyat iyat yuuuukk.


"No! kita datang kesini mau beli susu coklat untuk El, habis itu makan siang, Ok," tegas XyRa.


Nda Ok Miiiiih...


XyRa pun langsung membuang napas kasar, jika sudah begini kesabarannya pun sedang benar-benar di uji bukan karna kenakalan El tapi karna jawaban anak itu yang menyebalkan namun juga menggemaskan jadi XyRa harus tahan ingin mencubit pipi keberahan putranya tersebut.

__ADS_1


Dengan segala bujuk rayu, akhirnya El mau juga di ajak ke bagian Swalayan. Ia di masukan kedalam Troli agar jauh lebih aman. Tak banyak yang dibeli wanita itu, hanya susu coklat dan juga sedikit cemilan pilihan El dan Sean yang akan di langsung makan sekarang.


"Abang mau apa lagi?" tanya XyRa sebelum mereka menuju kasir.


"Udah, Mih. Abang laper," sahut Si sulung.


Selesai melakukan transaksi pembayaran karna yakin tak ada lagi yang mau di beli, kini ketiganya langsung menuju ke salah satu Resto untuk mengisi perut mereka dan itu adalah pilihan dari Sean yang masih berada di dalam bangunan Mall tersebut.


Buku menu yang di berikan seorang pelayanan pun di ambil oleh XyRa dan juga putranya, mereka memilih apa saja yang ingin di makan saat ini.


"Abang mau ini aja, Mih," ucapnya sambil menunjuk salah satu gambar di buku menu yang ia pegang.


XyRa pun langsung memesan tak hanya untuk Sean tapi juga dirinya.


El mahu ninih.. ninih..ninih.. ninih.. ninih uga..


XyRa tersenyum mendengar dan melihat El sedang menunjuk hampir semua gambar dalam buku menu di atas meja, tak hanya Ibu dan Abangnya karna pelayan yang berdiri menunggu pesanan Si anak Demoy itupun menyimpulkan senyum gemasnya.


"Biar Mamih yang pesan ya, Sayang," tawar wanita itu pada putranya.


Iiiiiiiiiiiyah...

__ADS_1


Coba saja sejak tadi XyRa melakukan hal tersebut, pastilah tak akan memakan waktu lama dalam pemilihan menu makan, tapi itu memang sengaja di lakukan XyRa karna ia ingin memberikan anak anaknya kesempatan untuk memilih apapun itu sesuai seleranya, dan juga mengajarkan tanggung jawab untuk menghabiskannya karna itu adalah pilihannya sendiri, jadi tak salah jika Sean saja sangat berhati-hati dalam menentukan inginnya.


Kurang dari 30 menit, akhirnya makanan datang sesuai apa yang tadi di pesan. El bertepuk tangan senang saat melihat apa yang kini ada depannya dan itu pasti untuknya.


Banak banak yaaaa.


"Iya, habisin ya, Sayang, " kata XyRa sambil mengusap kepala El.


Ntal angis ya, Bang?


"Hehe, iya kalau gak habis nanti nangis," sahut Sean yang gemas karna nyatanya El masih ingat Drama es krim di rumah Si kembar.


.


.


.


Talau abis taya El Demoy ya tawa tawa...


__ADS_1


Iya... dah.... iya! Yiyin doang yang doyan nangis mah 🤣🤣🤣... kan dia memang di ciptakan untuk itu, Demoooooooy 😩😩


__ADS_2