Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2# 22


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Gubrak...


Rasa panik yang ada dalam diri Axel membuatnya menabrak pintu kamar saking terburu-buru, Pria itu yang merintih kesakitan hanya bisa mengusap keningnya sendiri lalu membalikan tubuhnya.


Sedangkan XyRa yang kaget dan ikut meringis dengan cepat menghampiri dengan setelah ia sesaat menoleh kearah tiga bocah diatas ranjang.


"Mas, kamu gak apa-apa?" tanya XyRa yang ikut mengusap bagian atas wajah tampan suaminy tersebut


"Sakit, Mih! apa yang gak apa-apa sih?" omelnya kesal padahal jelas itu salahnya sendiri tak mau hati-hati.


Teriakan XyRa memang terbilang terlambat saat kata Awas meluncur begitu saja dari bibir wanita cantik tadi yang malah justru Si pintu sudah tepat di depan wajahnya.


"Kamu lagian mau kemana?" tanya XyRa tak kalah kesal dengan kelakuan suaminya di pagi buta seperti ini, apalagi mengingat ini di kamar anak-anak yang ia pikirkan bagaiamana jadinya jika Angkasa mengamuk karna Fajar dan Sean cukup pendiam.


"Kamu bilang anak kita gak ada kan tadi? ya aku mau cari lah, El kabur kemana?"


Perdebatan dua orang dewasa itu nyatanya membangunkan Sean yang tentu sudah hafal dengan suara orang tuanya.


"Mih, Pih, kalian kah itu?" tanya Sean dengan suara serak khas bangun tidur.

__ADS_1


XyRa dan Axel pun lantas menoleh, Sean turun dari ranjang setelah memastikan jika itu benar-benar orang tuanya.


"Adikmu mana, Bang?" tanya XyRa sambil menangkup wajah bantal anak sambungnya.


"El ke kemar Phiu, Mih."


Sean yang semalam merasa ada pergerakan di kasur tak pantas diam saat adiknya tiba-tiba turun dan keluar dari kamar, ia yang khwatir tentu langsung mengikuti kemana arah El berjalan yang nyatanya itu adalah ke kamar Sang Tuan besar Rahardian. Ia tak bisa melarang apa lagi mengajak bocah jahil itu untuk kembali karna pasti akan menangis.


"Kok bisa? memang boleh sama Lilin?" tanya mamihnya yang hanya di jawab gelengan kepala oleh Sean, ia yang kurang lebih menunggu 20 menit di depan pintu nyatanya tak ada suara jerit tangis sama sekali hingga akhirnya memilih tidur kembali di kamar Si kembar.


.


.


.


"Mau perginya sekarang?" tanya anak baik itu pada kedua orang tuanya, wajahnya yang berubah sedih membuat Mamih maupun Papihnya tak tega untuk meninggalkan.


" Iya, hanya beberapa hari, Sayang. Kami pastikan akan cepat kembali ya," jawab Axel sambil mengusap kepala anak sulungnya yang sangat membanggakan.


"Baiklah, abang dan El akan menunggu disini," sahut Sean lagi yang kini tersenyum kecil karna masuk kedalam dekapan orang tuanya yang teramat ia sayangi.

__ADS_1


Dan pemandangan mengharukan tersebut jauh berbeda dengan yang ada di dalam kamar Phiu Samudera, El yang sudah bangun lebih dulu langsung di buatkan susu oleh Mhiu yang untungnya mau mengurus bocah itu, padahal Lintang saja sudah sangat sering membuat ia cemburu.


Macih, Miuuuuuh...


Ucapan El yang cukup nyaring siapa sangka menggelitik telinga Lintang yang masih terlelap. Dirasa ia kenal dengan suara tersebut tentu langsung membuatnya mengerjapkan mata.


"Udah pagi ya Phiu?" tanya Lintang yang masih menempel di ketek kanan sedangkan El di ketek kiri, ia belum sadar jika sedang satu ranjang juga dengan musuhnya saat ini


Iyaaah..


Jawaban dari El hanya bisa membuat Pria baya itu menghela napas kasar sedangkan istrinya malah tertawa, tapi keduanya tetap menyiapkan telinga untuk mendengarkan paduan suara beberapa detik kemudian.


"Capa tuh?" tanya Lintang kaget dan langsung bangun dari baringnya, kedua mata Si bungsu membulat saat melihat El tiduran sambil minum susu di sebelah pria kesayangannya.


.


.


.


Huaaaaa... itu anak kecil napa ada mulu cih??

__ADS_1



__ADS_2