Suami Pengganti Nona Muda

Suami Pengganti Nona Muda
Season 2 #28


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kabar menyedihkan tentang XyRa dan Axel akhirnya terdengar langsung oleh semua keluarga langsung dari mulut Sang Tuan besar yang pasti bisa di jamin kebenarannya. Jangan tanya bagaimana Amih saat tahu hal tersebut, ia langsung tak sadarkan diri di tempat dengan di tolong oleh para menantu dan yang lainnya juga termasuk adik iparnya, Ola.


Agar lebih memudahkan keluarga serta ingin ada pengobatan yang jauh lebih baik, keduanya di pindah kan ke rumah sakit milik pribadi di ibu kota dengan masih Apih serta ArXy yang menemani dan mengurus segalanya. Dua pria itu benar-benar tak meninggalkan Si cantik kesayangan mereka meski hanya sedetik atau sejengkal jauhnya.


Seperti saat ini, Apih yang masih menggenggam tangan XyRa langsung menoleh saat dokter datang beserta dua suster untuk memeriksa anak perempuannya. Semua yang di jelaskan oleh pria itu di dengarnya dengan seksama.


"Lakukan yang terbaik!" titah Apih Gala. Disini tentu ia punya kuasa lebih yang tentu tak akan ada satupun yang mampu menentangnya.


"Baik, Tuan."


Pandangan kini beralih lagi pada XyRa, mata sendu Si bungsu yang tak kunjung terbuka membuat pria itu ingin menjerit karna jika bisa ia tentu ia ingin sekali menggantikan.


"Pih--," panggil ArXy yang baru datang.


"Hem," sahut Apih yang enggan banyak bicara.


"Axel sudah sadar," jawab Si sulung yang tentu melegakkan hati mertuanya tersebut. Axel yang di anggapnya anak sendiri karna baik dan bertanggung jawab menjadikan hubungan mereka terjalin baik selama ini.

__ADS_1


"Tapi---," sambung ArXy yang bingung harus berkata karna rasanya semua tertahan di ke kerongkongan.


"Tapi apa, Kak?" tanya Apih penasaran.


"Amiih--, Amih sepertinya sangat terpukul, Pih. Amih masih tak sadarkan diri," jelas ArXy yang sama sedihnya.


Meski Amih Ara termasuk wanita yang Bar-Bar tapi ia punya hati yang lembut dan perasa. Termasuk saat anak dan menantunya itu mengalami kecelakaan sebenarnya ia sudah punya firasat lain. Namun, tak ingin terlarut dalam rasa yang belum jelas ia pun mencoba terus menepis nya.


.


.


.


"Jangan buat anak anak bingung liat kamu kaya gini, Ra. Kuat ya, nanti kita ke rumah sakit sama-sama," ujar Mhiu Biru yang tak beranjak dari sisi Amih Ara. Ia tak bisa membayangkan juga jika berada di posisi wanita itu.


"Aku takut," jawabnya lirih masih terisak.


"Percayalah, dokter akan melakukan yang terbaik untuk XyRa dan Axel," timpal Phiu Samudera, jangan ragukan kualitas para tenaga medis di rumah sakitnya meski tetap harus ada doa sebagai pendamping usaha dan ikhtiar.

__ADS_1


Cukup sangat di maklumi memang sikap Amih saat ini, dimana rasa khawatir itu justru semakin menjadi, apalagi saat ia tahu keadaan XyRa jauh lebih parah dari suaminya yang terbukti Axel sudah lebih dulu sadar meski masih tak berdaya.


Kini, para orang tua itu harus bersandiwara di depan anak-anak yang sedang bermain. Jangan sampai ada satupun yang masuk kedalam kamar Amih apalagi Lintang, begitu pun dengan Sean dan El, lalu apa yang sedang di lakukan bocah itu sekarang?


"El, main yuk," ajak Fajar pada adik sepupunya yang tak bersuara sejak tadi.


Antuk


"Mau bobo?" tanya Lilin.


Iyaaaah


"Ya udah bobo, jangan nangis."


.


.


.

__ADS_1


Bobo ama Mamiih.....



__ADS_2